
Setelah mendapat telfon dari Wisnu, Riyan segera mendatangi ruangan Wisnu. Padahal posisi Riyan sudah ada di parkiran, Riyan akan pergi untuk mencari makan siang.
Setelah mendengar ucapan Wisnu dari sebrang telfon,
"cepat ke ruangan gw!mau makanan gratis gak? ", suara Wisnu dari telfon.
Walaupun Riyan tangan kanan Wisnu jika mendengar kata yang gratis ia tak malu untuk menolaknya. Bagi Riyan sesuatu yang di tawarkan secara cuma-cuma atau gratis itu adalah rezeki, dan tidak baik jika menolak rezeki. Begitulah pemikiran Riyan.
Saat sudah tiba di lantai 10 Riyan langsung menuju ruangan Wisnu. Tanpa mengetuk pintu terlebih dulu Riyan langsung masuk.
"Wah.wah.wah.. ", Riyan menggelengkan kepalanya saat melihat Wisnu yang masih asik di suapi oleh arin.
" Sini lu! Tuh makan lu mau pilih apa terserah! ", kata Wisnu yang menunjuk makanan di atas meja dengan dagunya.
" WISNU!!! ", kata eva dengan geram.
" Lu juga ada di sini va? ", tanya riyan.
" Bukan urusan lu! ", ketus eva.
" Udah jangan berisik! Buruan itu di makan! Mubadzir tau! ", kata Wisnu dengan santai yang tidak memikirkan bagaimana perasan eva sekarang .
" Sejak kapan sahabat gw menjadi manja? Makan saja minta di suapin segala? ", tanya riyan tanpa menoleh ke arah Wisnu dan arin yang terlihat mesra.
" Sejak hari ini dan seterusnya! ", jawab Wisnu asal.
Jawaban Wisnu berhasil membuat hati eva semakin panas.
" Gw permisi dulu! ", eva bangkit dari duduknya dan meninggal kan ruangan Wisnu.
" Hemm... Kenapa gak dari tadi aja pergi! ", kata Wisnu lirih.
Arin melihat eva yang sudah menutup pintu , beberapa detik kemudian arin menaruh kasar kotak makan ketangan Wisnu.
" Nih... ! Bapak makan sendiri! ", kata arin langsung menggeser duduk nya menjauh dari Wisnu.
" Puufftt... ", Riyan menahan tawa saat mendengar ucapan arin.
" Ehh... Kamu pikir saya mau di suapin kamu? Ihhh... Sory ya? ", bantah Wisnu.
" Heleh... Tadi siapa yang minta di suapin Ha? Pake melotot-melotot segala itu mata, untung bola matanya gak keluar! ", balas arin.
" Heyy...!! Itu tadi terpaksa ya? Hanya karena ada tuh si eva ", kata Wisnu.
" Heleh! "
"Tapi ya gak gitu juga kan pak! "
"Main nyosor -nyosor saja! ", kata arin melayangkan protes yang dari tadi di pendam.
" Bilang saja kalau kamu juga seneng! Saya bisa lebih dari tadi atau dari yang semalam! ", kata Wisnu yang keceplosan dengan kejadian semalam.
" Dasar orang ini kalau ngomong gak ada remnya! ", batin arin.
" Makanya bapak jangan kelamaan jomblo dong! "
__ADS_1
"Jadi bisa dapat asupan vitamin C dari pacar! Gak main sosor saja! ", ledek arin.
" Hiss... Katanya udah pernah nikah! Tapi balas ciuman ku saja tidak bisa! ", balas Wisnu.
" Bapak ihh... Kalau ngomong ya..? ", arin menatap tajam Wisnu.
" Apa? Emang kenyataannya seperti itu! ", kata Wisnu.
Saking asiknya berdebat mereka melupakan Riyan yang masih ada di sana.
Riyan sudah tidak bisa lagi menahan tawanya.
" Ha-ha-ha "
"Jadi lu udah....
Kedua tangan Riyan membentuk seperti cucuk burung kemudian kedua tangan itu di tautkan berkali-kali .
"Ha-ha-ha"
"Lu masih ingatkan kata-kata gw? "
"Lu ha...
" DIAM!!! ", kata Wisnu dan arin kompak.
Belum sempat riyan menyelesaikan omongannya sudah di bentak oleh Wisnu dan arin.
" Oke gw diam! ", Riyan mengangkat kedua tangan nya ke depan dada.
" Gw masih ada perlu masa dia! ", lanjut Wisnu menunjuk arin.
" Oke! Gw keluar! ", Riyan bangkit dari duduknya.
Sebelum melangkah keluar Riyan membisikkan sesuatu di telinga Wisnu.
" Ingat pesan gw jangan pake perasaan jika lu gak mau jatuh cinta ma dia! "
"Hemm... Gw tau! ", jawab Wisnu.
Setelah kepergian Riyan , Wisnu melangkah menuju meja kerja nya.
" Duduk diam disitu! ", kata Wisnu saat melihat pergerakan arin yang akan bangkit dari duduknya.
" Huffft... ", arin membuang nafasnya kasar.
" Kamu ingatkan semalam saya sudah bebaskan kamu? "
"Asal kamu tau ya? Saya mengeluarkan uang yang tidak sedikit! "
"Jadi kamu harus menggantinya! "
"Ini baca! ", Wisnu berjalan menghampiri arin dan menyodorkan map berwarna biru itu ke tangan arin.
Kening arin mengkerut saat membaca isi map tersebut.
__ADS_1
" Pak yang benar saja ? ini jumlahnya sangat besar sekali ! "
"Saya mana ada uang sebanyak ini pak?"
"Bapak pasti bohong kan? ", tanya arin yang tidak percaya dengan apa yang ia baca.
" Kalu kamu gak percaya! Bisa tanyakan langung pada Riyan! "
"Karena Riyan lah yang saya suruh untuk mentransfer uang itu ke rekening om aji", jelas Wisnu.
" Tapi pak...
"Kamu tidak perlu membayar ces! "
"Kamu bisa mencicil nya dengan gaji kamu! "
"Disitu sudah tertulis dengan jelas bukan? Jika gaji kamu akan di pake untuk membayar utang mu itu! "
"Ya... Anggap saja kamu berhutang pada saya! ", kata Wisnu.
" Tapi pak... Jangan semua gaji saya buat bayar utang dong! "
"Saya punya anak dan tak mungkin mengabaikan kebutuhan anak saya! ", protes arin .
" Siapa yang menyuruh kamu mengabaikan anak mu? Gak ada kan? "
"Kamu masih bisa memenuhi kebutuhan anak mu dengan bonus mu! "
"Itu pun jika kerja kamu bagus! ", jelas Wisnu.
" Dan ingat kamu masih menjadi pacar kontak saya! "
"Jadi jika mau bonus lakukan tugas mu dengan baik! "
"Cepat tanda tangani surat kerja kontak mu itu! ", Wisnu bangkit dari duduknya dan menuju meja kerjanya.
" Pak ini maksudnya apa? Asisten pribadi? ", tanya arin saat membaca surat kontrak kerja.
Arin beralih duduk di tepat di depan meja Wisnu.
" Ya... Sekarang kamu jadi asisten pribadi saya! "
"Semua kebutuhan saya dari bangun tidur sampai akan tidur lagi kamu yang menyiapkan semua! ", jawab Wisnu.
" Mana bisa pak? ", tanya arin yang tak percaya dengan ucapan Wisnu.
" Bisa lah! Mulai sekarang kamu akan tinggal di rumah ku! "
"Jadi cepat tanda tangani itu dan segeralah pulang untuk berkemas karena sepulang kerja saya akan jemput kamu di apartemen! ", jelas Wisnu.
" Tapi pak? "
"Tidak ada tapi-tapian! Apa mau utang mu saya kasih bunga yang tinggi? ", ancam Wisnu.
Lagi-lagi arin tidak bisa membantah , memang arin banyak berhutang dengan Wisnu karena sudah menyelamatkan dirinya dari perdagangan manusia yang di ketuai oleh om nya Wisnu sendri.
__ADS_1