TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
93. Kejutan tak terduga


__ADS_3

Flashback


Riyan keluar dari bandara juanda dengan wajah yang terlihat jelas sedang bahagia. Bahagia akan segera bertemu dengan pujaan hatinya. Riyan sengaja merahasiakan kedatangannya ke Surabaya, pasalnya ia ingin membuat kejutan untuk kekasih hatinya.


Tujuan Riyan saat itu ke toko kue, kenapa harus toko kue? Karena saat itu kekasihnya juga sedang berulang tahun.


Riyan memilihkan cake dengan hiasan coklat di atasnya



Mungkin cake seperti ini yang di beli Riyan 🀭


Setelah dari toko kue Riyan menuju toko bunga, "mbak saya mau buket bunga yang ada campuran bunga lili nya" Ucap Riyan kepda pemilik toko bunga itu.


"Baik mas , tunggu sebentar! " Karyawan toko bunga itu sibuk memilihkan bunga yang sesuai dengan ke mauan Riyan. Hampir setengah jam Riyan ada di toko bunga itu. Karena sebelumnya tidak pesan terlebih dulu, jadi mau tak mau Riyan harus bersabar menunggu sampai buket bunga yang di inginkan itu jadi.



Cantik kan bunga nya? 🀭😁


Dengan menggunakan taksi yang ia sewa, Riyan langsung menuju rumah sang pacar. Di dalam taksi Riyan memandangi cincin berlian yang sudah ia beli jauh hari.



Anggap saja itu cincin yang akan di gunakan untuk melamar sang pacar🀭😁


"Pasti dia akan sangat terkejut" Gunam Riyan lirih.


"Wah mas nya mau kasih suprise ya buat pacarnya? " Tanya sopir taksi itu.


"Hehe, iya Pak! Gimana menurut Bapak? "


"Pasti pacar mas akan kaget dan bahagia mas" Ucapnya yang melirik Riyan dari sepion.


"Pastilah pak! Saya juga akan melamarnya" Ucap Riyan dengan bangga.

__ADS_1


"Wah selamat ya mas! Semoga di lancarkan semua "


"Amin, makasih ya pak"


Obrolan supir taksi dan penumpang itu berakhir saat sampai di depan rumah Lili.


Kok rame? Apa mungkin ada perayaan ulang tahun Lili? Batin Riyan sebelum turun dari taksi.


"Pak makasih ya! " Riyan menyerahkan uang ke supir taksi. Setelah itu Riyan segera turun.


Riyan tersenyum saat berjalan memasuki halaman rumah Lili,tangan kanan membawa cake dan tangan kiri membawa buket bunga. Riyan mempercepat langkahnya.


"Supra... " Ucapan Riyan menggantung, badannya tiba-tiba menjadi lemas, kue tar dan buket bunga yang ia bawa jatuh begitu saja.


Semua orang yang ada di dalam rumah itu menoleh ke Riyan. Terutama pengantin wanita yang terlihat begitu kaget.


Senyum Riyan sekita pudar, saat melihat sepasang pengantin yang baru saja selesai melaksanakan ijab qabul.Riyan masih mematung di depan pintu. Berharap jika yang ia lihat itu salah.


"Nak Riyan! " Sapa wanita paruh baya itu menyadarkan Riyan yang masih mematung di tempat.


"Mas aku bisa jelaskan!" Lili bangkit dari duduknya.


"Diam di situ! " Ucap Riyan dengan mata yang sudah memerah.


"Mas aku.. "


"Aku apa? Apa yang akan kau jelaskan? Semua sudah jelas Li, aku sudah melihatnya sendri dan itu sudah cukup jelas bagi ku. Apa salah ku Li? Sehingga kau tega mengkhianati ku? Selama ini aku berusaha menjaga hati ku untuk mu! Lalu apa balasan yang aku dapat dari mu? Katakan sudah berapa lama dirimu menjalani hubungan dengan dia di belakang ku? "Riyan menunjuk pengantin laki-laki yang berdiri di samping Lili.


" Hey bung! Tolong jaga sikap anda ya? Anda telah mengacaukan acara kami! " Ucap pengantin laki-laki itu.


Riyan mendekati laki-laki itu dan mencekal kerah baju nya, Riyan menatap tajam laki-laki itu dan berkata,


"Tutup mulut mu! Aku tak ada urusan dengan mu! " Rasanya Riyan ingin menghajar habis manusia yang berdiri di hadapannya itu.


"Mas tolong jangan buat keributan di sini! Malu mas di lihat banyak orang" Ucap Lili sambil menarik lengan Riyan.

__ADS_1


"Apa kata mu, malu? Siapa yang malu di sini, aku atau kamu? " Riyan menelisik penampilan Lili dari atas hingga bawah.


"Oke mas, aku salah aku minta maaf! Aku khilaf mas" Lili berucap dengan berlinang air mata.


"Khilaf?" Riyan mengulang ucapan Lili, " Khilaf yang seperti apa yang kamu maksud? Khilaf yang seperti ini? " Riyan menunjuk perut Lili yang mulai membuncit.


"Ternyata aku salah menilai mu selama ini, selain kau penghianat, ternyata kau begitu murahan juga ya! Di bayar berapa dirimu sehingga dengan mudahnya kau menyerahkan tubuhmu dengan nya? "


PLAK


Tamparan keras itu mendarat sempurna di pipi Riyan. Siapa lagi pelakunya jika bukan Lili.


"Jaga bicara mu mas! " Maki Lili.


"Apa yang harus aku jaga? Apa ada yang salah dengan ucapan ku? Hem? "


"Selama kita berpacaran aku selau menjaga mu, aku selalu berusaha tidak menyentuh mu sebelum kita halal. Tapi kenyataan apa yang aku lihat! Apa kamu tidak pernah menganggap serius hubungan kita? "


Lili hanya bisa diam, lidahnya keluh tak mampu menjawab semua pertanyaan yang di lontarkan Riyan. Hanya air mata yang mewakili perasannya. Pasalnya baru kali pertama nya Riyan berbicara kasar dan menghinanya di depan banyak orang.


"Aku sadar Li, jika aku tak punya banyak waktu untuk mu. Aku juga sudah pernah mengajak mu untuk ikut ke Jakarta, tapi kau menolaknya dengan alasan ibu mu sendri di rumah. Aku bisa mengerti alasan mu itu. Kalau saja kau hanya mendua, mungkin aku masih bisa memaafkan mu. Tapi lihat kau sampai hamil, HAMIL Li! " Riyan mengulang kata hamil, "katakan berapa usia kandung mu itu? "


Lili tak menjawab pertanyaan Riyan, sehingga membuat Riyan semakin marah.


"Katakan Li kenapa diam saja? " Riyan mengguncang tubuh Lili yang mematung.


"Ma-maaf mas " Hanya kata maaf yang mampu Lili ucapkan.


"Berani-beraninya ya lu sentuh istri gue! " Laki-laki yang bersetatus suami Lili itu melayangkan pukulan ke wajah Riyan.


Buggh


Buggh


Riyan membalas pukulan itu tak hanya sekali dan terjadilah baku hantam.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya! πŸ˜‰


__ADS_2