TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
30.anak nakal


__ADS_3

Matahari sudah menunjukan wujudnya.


Seperti biasa setelah melakukan sholat dua rokaat arin langsung menuju dapur untuk membuat sarapan.


Menu yang di masak arin pagi ini adalah oseng buncis wortel dan perkedel kentang . Arin menyiapkan Bahan-bahannya ada1/4 gr Buncis 2Buah Wortel, 3 Siung Bawang Merah, 4 Siung Bawang Putih, secukupnya Kecap Saos Tiram, Minyak untuk menumis,


secukupnya Garam dan penyedap


Air.


Arin mulai memotong wotel terlebih dulunya kemudian buncis. Lalu mengiris


tipis bawang merah dan bawang putih.setelah siap arin mulai memanaskan minyak, kemudian Masukan bawang merah dan bawang putih. Setelah harum arin memasukan kecap saos tiram,aduk.kemudian memasukan buncis dan sedikit air. Lalu masukan wortel. Tak lupa arin men bahkan garam dan penyedap.


Ini hasil nya




Jam menunjukan pukul 7 pagi saat Wisnu keluar dari kamar. Suasana canggung sangat terasa. Biasanya Wisnu selalu menyuruh arin ini itu. Namun tidak dengan pagi ini, entah Wisnu merasa malau atau apa setelah kejadian semalam.


Sedangkan arin setelah menyiapkan sarapan untuk Wisnu ia memilih menyibukkan diri di dapur padahal sesi memasak dan beresin dapur sudah selesai.


Wisnu mengulum senyumnya saat memperhatikan arin yang dari tadi tidak berani melihat ke arah Wisnu.


Setelah selesai sarapan Wisnu pergi menghampiri arin di dapur.


"Ehemm... " Wisnu berdehem, seketika arin menoleh karena terkejut.


"Nanti jangan lupa datanglah ke kantor!", kata Wisnu dengan wajah datar.


Arin hanya mengangguk kan kepalanya.. Setelah itu Wisnu langsung melangkah meninggalkan dapur.

__ADS_1


Setelah kepergian Wisnu arin menghirup oksigen sebanyak-banyaknya dan mengelus dadanya.


Di rumah utama


Wisnu tidak langsung menuju kantor , ia mampir sebentar ke rumah utama tujuannya untuk mengganti baju. Namun saat memasuki rumah Wisnu di hadapkan dengan neneknya yang sudah menatap dengan tajam.


"Ya ampun eyang! Kenapa berdiri di sini? Bikin kaget saja! ", gerutu Wisnu saat membuka pintu sudah berhadapan dengan sang nenek.


" Dasar anak nakal! ", mariyam menarik telinga Wisnu.


" Aw.. Aw.. Aw... Lepaskan eyang bisa putus nanti telinga ku! ", kata Wisnu yang menahan sakit.


" Biar... Biar putus sekalian! ", kata mariyam dengan kesal .


" Ada apa sih eyang emang aku salah apa? ", kata Wisnu sambil meringis.


" Siap suruh meninggalkan acara eyang tanpa meminta izin! Hah? ", tanya mariam dengan wajah marah.


" Ia.. Ia Wisnu akan jelaskan! Tapi ini lepaskan dulu! ", kata Wisnu sambil mengusap telinganya yang terasa panas.


" Maaf eyang! Semalam arin kurang enak badan" , Wisnu menjeda omongannya dan menarik nafas dalam-dalam.


"Jadi Wisnu ngantar arin pulang dan menemani dia di apartemen takut kau dia kenapa-napa", bohong Wisnu


" Apa? ", mata mariyam membulat saat mendengar jawaban dari Wisnu.


" Apa yang sudah semalam kamu lakukan ha? Dasar anak nakal! Jangan bilang kamu sudah tidur bersama dengan dia! ", kata mariyam dengan geram.


" Ia... Engak lah eyang! Kalau tidur bersama sih... Pernah waktu ke kalimantan kemarin! ", Jawab Whisnu dengan santainya. Wisnu tak menyadari jika omongannya itu bisa membuat neneknya bertambah marah.


"APA!!! Kamu bilang? Sudah pernah tidur bersama?", ulang mariyam dengan mata yang melotot.


" Apaan sih eyang heboh banget! Cuma gitu aja! ", jawab Wisnu asal dan akan melangkah pergi, namun secepat kilat mariyam menahan langkahnya.

__ADS_1


" Mau kemana kamu ha? Duduk kamu! "


"Eyang gak mau tau kamu harus segera menikahi dia! ", kata mariyam dengan tatapan tajam.


Bagai tersambar petir Wisnu langsung bangkit dari duduknya untuk melakukan protes.


" Eyang..! Gak bisa gitu dong! "


"Lagian kan...


Belem sempat Wisnu melanjutkan prosesnya mariyam sudah memotongnya.


" Lagian apa? Siapa suruh kamu mencuri start terlebih dulu haa? Apa mentang - mentang kekasih mu itu janda begitu? Jadi kamu bisa mencicipi terlebih dulu? Kamu taukan itu di larang dalam gama kita? "Kata mariyam dengan geram.


" Wisnu tau itu yang! Makanya dengarkan Wisnu dulu! "


"Wisnu gak mau buru-buru menikahi arin karena kami belum saling mengenal, kami pacaran masih terhitung dua bulan"


"Lagian menikah itu bukan untuk main-main eyang! Jadi Wisnu mohon jangan desak Wisnu untuk segera menikahi arin! ", Wisnu mencoba memberi alasan yang pas, karena dia tidak mungkin bilang jika dirinya dan arin hanya pacaran kontrak.


" Itu kamu tau! Kalau kenapa sudah terlebih dulu meniduri dia? Apa dia yang sudah menggoda mu duluan? Dasar tampangnya saja sok polos , tapi kelakuannya mines. Menyesal eyang sudah merestui hubungan kalian! ",umpat mariyam yang di liputi saran suudzon nya.


" Astaga eyang!! ", Wisnu memejamkan matanya sambil mengusap kasar wajahnya.


" Aku tidak pernah dan belum pernah meniduri arin! Jadi jagan tuduh dia yang tidak-tidak! ", lanjut Wisnu.


" Lalu katamu tadi ? ", kata mariyam yang tak mau kalah.


" Huuft... "Wisnu menghembuskan nafasnya.


" Ia Wisnu memang sudah pernah tidur bersama arin itu di karenakan kamar hotel sudah penuh dan hanya tersisa satu kamar saja . Dan gak mungkin kita cari hotel lagi karena sudah larut malam. Kita juga gak berbagi ranjang kok! Karena tempat tidurnya kebetulan yang dobel", jelas Wisnu.


"Dasar anak nakal !!ngerjain eyang ya kamu?kalau ngomong suka setengah-setengah. Jadi mikir yang aneh-aneh kan eyang! ", mariyam menghujani Wisnu dengan pukulan menggunakan bantal sofa.

__ADS_1


" HAHAHAHAHA.... Ampun eyang!", Wisnu tertawa terbahak-bahak dan berlari mencoba menghindari serangan dari neneknya .


__ADS_2