
"Hemm.. Hemm.. " Arin mencoba berteriak dan memberontak namun Arin kalah kuat dengan Eva.
"Ini akibatnya jika lu gak dengerin omongan gue! " Eva mencengkram rahang Arin dengan keras. Sehingga, Arin meringis menahan sakit. Setelah mengucapkan itu Eva mendorong Arin hingga tersungkur ke lantai yang kotor.
"Ini tempat yang cocok buat lu! " Ucap Eva dan meninggalkan Arin di dalam gudang. Eva juga mengunci gudang itu dari luar , bahkan Eva membuang kunci itu ke sembarangan arah. Eva tersenyum puas telah berhasil menyingkirkan Arin yang selalu nempel dengan Wisnu.
"Tolong buka pintunya! " Arin menggedor - gedor pintu dari dalam.
"Tolong buka! Aku akut disini gelap! " Teriak Arin.
Arin terus berteriak meminta tolong dan menggedor pintu dengan keras. Berharap ada yang mendengar dan menolongnya. Arin meringkuk memeluk kedua lututnya sambil menangis, dirinya sudah lelah karena terus berteriak minta tolong.
"Ponsel ku! " Arin menyeka air matanya saat mengingat ponsel nya.
Arin meraba - raba untuk mencari sling bag nya , karena gelap tidak ada penerangan sama sekali membuat Arin menabrak benda-benda yang ada di sekitarnya. Arin berhasil menemukan ponselnya. Tujuan pertama Arin adalah menelfon Wisnu. Namun, sialnya tak ada sinyal sama sekali di ponsel Arin.
"Ahh... Kenapa di saat genting seperti ini malah gak ada sinyal sih! " Gerutu Arin.
Akhirnya Arin mengunakan ponselnya untuk menerangi dirinya dari kegelapan.
Sedangkan di lokasi syuting, Eva berusaha mendekati Wisnu.
"Nih buat kamu! Kamu pasti haus! " Eva menyodorkan minuman dingin ke Wisnu.
"Makasih! " Wisnu menerima minuman dari Eva. Wisnu langsung membuka tutup botolnya yang masih tersegel, kemudian Wisnu menenggaknya hingga separuh.
"Wisnu nanti kita jalan-jalan yuk sekalian makan malam! " Ajak Eva.
"Kita lihat nanti aja ya! Kita kan gak tau kapan selesai nya syuting ini ! " Sahut Wisnu, Eva pun mengangguk .
"Maaf mbak Eva! Anda harus segera bersiap untuk syuting lagi! " Ucap salah satu team.
"Aku tinggal dulu ya Nu! " Eva bangkit dari duduknya dan meninggalkan Wisnu.
Setelah beristirahat semua team sudah bersiap kembali untuk melakukan syuting berikutnya. Wisnu tampak fokus menyaksikan syuting pembuatan iklan itu. Saking fokusnya Wisnu melupakan Arin yang belum kembali dari tadi.
"Kat! " Ucap Wisnu.
Semua yang mendengar itupun menoleh ke arah Wisnu.
"Tolong di ulang lagi! " Ucap Wisnu.
"Di ulang dari bagian yang mana bos? " Tanya sutradara.
"Dari awal! " Jawab Wisnu singkat.
Setelah mendapat perintah dari Wisnu, semua team mengulang kembali dari awal. Berulang kali Wisnu menyetop kegiatan syuting itu, sehingga proses syuting pun berlangsung lama. Syuting pun berakhir pada sore hari.
"Terimakasih atas kerja samanya! Kalian bisa istirahat terlebih dulu ! Kita pulang besok sore! " Kata Wisnu.
__ADS_1
Semua team kembali ke hotel untuk beristirahat.
"Wisnu, kita jalan-jalan sebentar yuk! " Ajak Eva.
"Kamu gak capek? " Tanya Wisnu.
"Enggak! " Jawab Eva dengan gelengan kepala.
"Tapi aku capek Va! Kamu jalan-jalan aja sama Riyan tuh! " Wisnu menunjuk Riyan dengan dagunya.
"Yang di ajak lu! Bukan gue! " Sahut Riyan.
"Udah lu temenin dia! " Wisnu mendorong pelan tubuh Riyan agar mendekat ke Eva.
"Gue mau istirahat, mandi gerah gue! " Ucap Wisnu sambil melangkah meninggalkan Riyan dan Eva.
"Kenapa sih Wisnu susah banget di deketin? Ada aja alasannya! " Umpat Eva.
"Makanya jadi cewek itu jangan keganjennan ! Udah tau Wisnunya gak mau, masih aja di kejar-kejar! " Sahut Riyan dengan sinis.
"Dari dulu mulut lu gak bisa berubah ya? Tetep pedes! " Ucap Eva .
"Emang udah dari sononya! " Sahut Riyan sambil berjalan.
"Jadi jalan-jalan gak? " Riyan menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang.
"Enggak! Males gue jalan-jalan sama lu! "Jawab Eva dengan sinis, Eva berjalan mendahului Riyan.
"Ngapain lu ngikutin gue? " Eva berbalik badan .
"Siapa juga yang ngikutin lu neng... markoneng! pede amat sih lu! gue mau ke kamar gue ! " ucap Riyan yang kemudian mendahului Eva.
"Ckk.. " Eva berdecak kesal.
"Tunggu Yan! " Eva berlari kecil menyusul Riyan yang ke dalam lift yang hampir tertutup.
Riyan dan Wisnu keluar dari kamarnya untuk makan malam. Wisnu berhenti di depan pintu kamar Arin.
"Lu mau ngapain? " Tanya Riyan.
"Lu duluan aja! Gue mau manggil Arin dulu! " Jawab Wisnu.
"Ya udah panggil aja! Gue tunggu di sini , kita turun bareng-bareng! " Sahut Riyan yang asik berbalas chat dengan kekasihnya.
Wisnu berulang kali mengetuk pintu kamar Arin. Namun, tidak ada respon dari dalam kamar. Wisnu tak ke habisan akal, ia mencoba menelfon Arin.
Gak aktif! Batin Wisnu, Wisnu terus mencoba menelfon Arin.
"Ada apa? " Riyan mendekati Wisnu yang masih sibuk menelfon Arin.
__ADS_1
"Arin gak ada di kamarnya! Gue coba telfon nomernya gak aktif! " Jawab Wisnu.
"Mungkin dia sudah turun duluan kali! Kalau nomernya gak aktif mungkin HP nya lagi lobet! " Sahut Riyan.
"Bener juga sih! Ya udah kita susul ke bawah! " Ucap Wisnu .
Sesampainya di restoran Wisnu langsung gabung dengan semua team. Wisnu seakan lupakan Arin, terbukti saat ini Wisnu asik berbincang-bincang dengan pak sutradara sambil menikmati santap makan malam. Wisnu mengedarkan pandangannya ke seluruh team yang ikut makan malam, tujuannya untuk mencari keberadaan Arin.
Wisnu mengentikan makannya saat tidak melihat Arin di sana, di saat itulah Wisnu baru menyadari jika Arin tidak ada bersama team nya.
"Ada yang tau Arin kemana? " Tanya Wisnu yang membuat semua orang melihat ke arahnya.
"Ada yang tau gak? " Ulang Wisnu dengan sura yang agak keras.
"Maaf bos dari tadi siang saya tidak melihat mbak Arin! " Jawab salah satu team.
"Ngapain sih Nu cari dia ! Mungkin aja dia lagi kelayapan ! " Sahut Eva.
"Tutup mulut mu! Aku gak tanya sama kamu! " Ucap Wisnu dengan sinis.
Eva memutar bola matanya, cari saja sampai ketemu kalau bisa! Batin Eva sambil menyunggingkan senyum.
"Lu mau kemana? " Tanya Riyan yang melihat Wisnu meninggalkan meja makan.
"Gue mau cari Arin! " Jawab Wisnu dan berlalu pergi.
Tujuan pertama Wisnu adalah resepsionis hotel untuk meminta kunci cadangan. Setelah mendapatkan kunci cadangan Wisnu menuju kamar Arin. Wisnu mempercepat langkahnya sehingga ia tak menghiraukan panggilan dari Riyan.
"Wisnu! " Riyan mengikuti langkah Wisnu.
Wisnu segera masuk ke dalam kamar Arin, saat pintu kamar Arin berhasil di buka.
"Rin... Arin! " Wisnu tak menemukan Arin di kamarnya.
"Coba lu telfon lagi! Di kamar mandi juga gak ada! " Ucap Riyan yang sudah mengecek kamar mandi.
"Masih gak aktif! " Kata Wisnu.
"Tadi dia pamit gak sih sama lu? " Tanya Riyan sambil mencoba menghubungi nomor Arin.
"Pamit! Dia bilang mau ganti baju! " Jawab Wisnu.
"Sejak kapan dia pamit ganti baju? " Tanya Riyan lagi.
"Tadi pas istirahat si... "
"Astaga aku baru ingat jika dia pergi sudah terlalu lama! kenapa gue gak kepikiran dari tadi sih!" Wisnu segera keluar dari kamar Arin, setelah menyadari jika Arin menghilang.
"Tunggu! " Riyan menyusul Wisnu.
__ADS_1
Jangan lupa like & komen 😉
Beri hadiah dan vote juga boleh ðŸ¤ðŸ˜‰