
Dengan langkah lebar dan wajah yang serius, Wisnu memasuki ruang kerja nya. Di sana sudah ada Riyan yang menunggu.
BRAKKK...
Wisnu membuka pintu dengan kasar, mengagetkan Riyan yang sibuk memeriksa berkas tentang pembangunan villa yang sedang bermasalah.
"Gimana? ", tanya Wisnu yang menuju kursi kebesaran nya.
" Para investor akan menarik kembali saham nya! ", jelas Riyan.
" Ada kan pertemuan pagi ini juga ! Jangan biarkan para investor menarik saham nya dari perusahan kita ini! ", tatih Wisnu.
" Baik! ", Riyan menghubungi intan tentang rapat pagi ini.
Setelah mengadakan pertemuan, Wisnu dan Riyan bergegas meninjau lokasi yang berada di luar kota.
" Seperti nya ada seseorang yang ingin membuat nama perusahaan kita jatuh! ", kata Riyan sambil menyetir mobil.
" Kamu benar! Tapi siapa orang nya? ", tanya Wisnu.
" Kemungkinan besar dia musuh mu atau mungkin orang dalam perusahaan kita sendiri yang berkhianat. ", ucap Riyan.
" Kita harus membereskan ini semua! "
"Kita hanya di beri waktu satu minggu. "
"Maka sebelum satu minggu masalah ini harus terpecahkan! ", jelas Wisnu sambil memijat pelipisnya yang berdenyut.
Wisnu pengusaha muda yang di segani oleh para pengusaha lainnya. karena kegigihan dan kemampuan Wisnu mengelola bisnisnya ,membuat banyak investor yang menanam saham di perusahaan nya.
••••
Mariyam mengajak arin pergi ke rumah anak perempuan nya. Saat ini arin dan mariyam berada di dalam mobil Toyota Alphard berwarna silver.
" Kata Wisnu kemarin kamu pulang untuk mengurus surat cerai kamu? Apa itu benar? ", tanya mariyam membuka pembicaraan.
" Iya eyang! Tapi hasilnya masih nunggu dua minggu lagi. ", jawab arin.
" Heemm.. ", mariyam manggut -manggut.
" Saya berharap kamu wanita pilihan Wisnu yang tepat! "
"Sudah berulang kali saya menjodohkan dia, tapi tetep saja dia menolak. "
"Dengan alasan tidak suka lah, tidak menarik lah, sampai pusing sendri saya. ", kata mariyam yang antusias bercerita.
" Apa eyang juga mengenal eva? ", tanya arin tiba-tiba teringat nama wanita bar bar itu.
" Sangat kenal! "
"Dia dulu teman Wisnu saat SMP sampai SMA. Bahkan mereka menjadi pasangan terpopuler. Karena setatus mereka ketua dan wakil OSIS. Saat menginjak bangku SMA pun mereka tetap menjadi primadona sekolah. Seiring berjalan nya waktu mereka berpisah, entah siapa yang memulai terlebih dulu. Setelah putus dari eva Wisnu tak lagi menggandeng wanita, sampai eyang harus turun tangan mencarikan dia jodoh. ", kata mariyam panjang lebar.
__ADS_1
" Kalau sifa eyang kenal? ", tanya arin lirih.
" Eyang tak tau menau tentang sifa! "
"Karena Wisnu anaknya tertutup jika menyangkut tentang masalah pribadinya. Persis seperti almarhum papanya. "
"Eyang pernah melihat Wisnu sedang telfon dengan seseorang, saat eyang tanya! Dia hanya menjawab jika itu sahabatnya. ", jelas mariyam.
" Hemmm... Begitu ya! ", ucap arin.
" Setelah kalian menikah nanti! Eyang berharap kamu bisa mendampingi Wisnu di saat susah atau senang. ", ucap mariyam.
" Iya eyang, saya akan berusaha menjadi yang terbaik untuk keluarga eyang dan mas Wisnu. ", kata arin.
Andai eyang tau ! jika semua ini adalah setingan dari cucu eyang . Apakah eyang tetep suka dengan saya ? Yang hanya orang biasa?
" Eyang berharap kamu dan Wisnu segera memberi cicit untuk eyang ! setelah menikah nanti kamu tak perlu untuk KB.", kata mariyam yang membuyarkan lamunan arin.
Deg..
Itu semua gak akan terjadi eyang! . Karena itu tak tertulis di perjanjian kami.
Arin tak lagi menjawab ucapan mariyam. Arin menunduk dan tak bergeming.
Mariyam yang melihat itu merasa heran. Apakah dia salah bicara.
"Apa kamu tidak suka dengan ucapan saya? ", tanya mariyam.
" Sudah lah! Jangan pikirkan omongan saya tadi! "
"Lagi pula masih lama juga kalian menikah nya. ", ucap mariyam.
Obrolan mereka terhenti saat itu pula, mobil yang membawa mereka memasuki halaman rumah sofi.
Arin turun dari mobil, arin di buat kagum dengan bangunan rumah yang tak kalah mewah dari rumah mariyam.
Arin menghentikan langkahnya saat melewati mobil sport. Arin merasa tak asing dengan mobil itu. Namun arin segera menepisnya, pikirnya pasti banyak yang punya mobil seperti itu di kota ini.
"Mama! Kenapa gak bilang kalau mau kesini? ", tanya sofi sambil cipika cipiki dengan mamanya.
" Mama hanya ingin melihat keadaan mu saja! Sudah lama kamu tak berkunjung ke rumah mama! ", jelas mariyam.
" Maafin sofi ya ma! Sofi sedang sibuk untuk membuka cabang toko perhiasan sofi. ", kata sofi.
" Iya mama ngerti! Dimana marchel? ", tanya mariyam.
" Ada di kamar ma! "
"Dia siapa ma? ", tanya sofi yang pandangannya menelisik arin dari bawah sampai atas.
" Ohh... Iya mama lupa! Kenalkan dia arin! Calon istri nya Wisnu. ", ucap mariyam.
__ADS_1
Arin membungkukkan badannya, sambil tersenyum manis.
" Arin! Tolong kamu bawa kue itu ke dapur ya? Minta bibi buat menyajikan di piring! ", pinta mariyam.
" Hemm... Tapi...! Dapur nya? ", ucap arin bingung karena ini kali pertama nya dia menginjakkan kakinya di rumah sofi.
" Ada di sana! ", tunjuk sofi ke arah dapur.
Marchel yang bersiap akan ke kantor itu , terlihat berulang kali mengecek ponsel nya.
" Kenapa dia tak membalas semua pesan yang aku kirim? "
"Sesibuk apa sih dia? Sampai sampai tak bisa membalas semua pesan ku! ", ucap marchel seorang diri.
" Mi.... Mami..! ", seperti biasa marchel akan berteriak memangil maminya.
" Mami di sini chel! Ada eyang juga ini! ", sahut sofi dengan suara yang keras.
Arin yang melihat seorang laki-laki turun dari anak tangga, sepontan langsung mundur beberapa langkah.
" Dia kan? Orang aneh itu? "
"Kenapa bisa ada di sini? "
"Apa jangan -jangan ini rumah nya? ", gunam arin.
Niat nya untuk membawa kue ke ruang tamu ia batalkan. Arin menyuruh art rumah itu yang membawanya.
" Bi... Tolong bawa ini ke depan ya? Perut saya tiba -tiba sakit! ", bohong arin.
" Baik non! "
"Eyang! ", sapa marchel.
" Eyang sendiri ke sini? Kenapa gak bilang marchel kalau mau kesini! Pasti marchel jemput kok! ", ucapanya.
" Eyang kesini sama calon istrinya Wisnu. ", ucap sofi.
" Wisnu udah mau nikah mi? Sapa siapa?", tanya marchel penasaran.
"Nanti kamu juga tau ! Dia masih ada di dapur. ", kata mariyam.
" Nyonya ini kue nya! ", kata wanita paruh baya itu yang membawa nampan berisi kue beserta tiga cangkir teh.
" Lho kok bibi yang bawa kesini? " , tanya sofi.
"Iya.. Nyonya! Mbak yang tadi mendadak sakit perut katanya! "
"Ya udah mi! Marchel berangkat dulu! ", pamitnya.
Setelah kepergian marchel Mariyam dan arin pun berpamitan . Karena mariyam ada pertemuan dengan para rekan bisnis nya. Awalnya mariyam ingin mengajak arin untuk ikut. Tapi arin menolak dengan alasan perutnya masih sakit. Mariyam akan membawa arin ke rumah sakit. Tapi arin menolaknya, ia tak mau jika kebohongannya terbongkar.
__ADS_1
Akhirnya arin memilih naik taksi untuk pulang. Bukan pulang ke rumah lo ya? , Melainkan arin mampir ke sebuah mall terlebih dulu. Untuk membeli keperluannya .