
Pagi harinya sebelum ke kantor Wisnu mencari Arin di kamarnya.
"Rin! " Wisnu mengetuk pintu kamar Arin.
"Mas! " Ucap Arin saat pintunya terbuka.
"Aku hanya mau bilang jika hari ini kamu tak perlu ke kantor! " Ucap Wisnu dengan datar.
"Oh.. Iya mas! " Sahut Arin dengan senyum yang di paksakan.
"Ingat jangan ke mana-mana! Jangan pernah bertemu dengan siapa pun terutama dengan yang namanya laki-laki, namu itu Marchel sekali pun . Paham! " Lanjut Wisnu.
"Iya mas! " Sahut Arin lirih.
Tanpa kata lagi Wisnu pun pergi ke kantor.
Arin yang sudah berpakaian rapi itupun langsung mengganti dengan baju santai.
"Bi... Bibik! " Seru Arin yang keluar dari kamar.
"Iya mbak! " Sahut bi Sumi.
"Bibi lagi apa? Biar aku bantu ! " Ucap Arin yang sudah ada di dapur.
"Gak usah mbak! Kan mbak Arin harus ke kantor! " Sahut bi Sumi.
"Enggak bik! Mungkin aku akan sering -sering berdiam diri di rumah deh bik! " Ucap Arin yang duduk di kursi dengan kedua tangannya menyangga kepala. " Aku pasti akan merasa bosan deh! " Gumam Arin.
"Itu bagus dong mbak! jadi mbak Arin bisa santai-santai seharian! " Sahut bi Sumi yang sibuk memotong sayur.
"Bagus gimana sih bik! Aku gak boleh ke kantor! Aku juga gak boleh pergi ke mana-mana! Nyebelin banget gak sih bik! " Ucap Arin yang kesal.
"Terus maunya mbak Arin gimana? Bicara dong sama den Wisnu! Jangan di pendam , nanti jadi bikin kesal sendri " Sahut bi Sumi.
"Gimana mau bicara bik! Setelah mengucapkan ini itu langsung pergi" Ucap Arin.
"Ya sudah jangan manyun gitu! Nanti mbak Arin bisa ikut bibi belanja ke pasar! " Ucap bi Sumi .
__ADS_1
"Serius bik? " Tanya Arin yang langsung mendekat ke bi Sumi.
Bi Sumi pun menganggukkan kepala sebagai jawaban .
"Terimakasih bik! " Arin memeluk bi Sumi dari samping.
♡´・ᴗ・`♡
Sesampainya di kantor Wisnu di sambut oleh setumpuk pekerjaan. Belum lagi dengan ke datangan Sifa di kantornya yang membuat Wisnu menghela nafas.
Mau apa dia, pagi-pagi sudah ke sini! Batin Wisnu saat melihat Sifa yang memasuki ruangannya.
"Pagi beb! " Ucap Sifa yang berjalan bak model ke arah Wisnu.
"Ada apa pagi-pagi sudah ke sini? " Tanya Wisnu yang masih fokus memeriksa berkas.
"Kok tanyanya gitu sih beb! " Protes Sifa.
"Aku sedang sibuk Fa! " Ucap Wisnu tanpa menghentikan kegiatannya.
"Kamu sudah lupa dengan panggilan kamu ke aku? " Tanya Sifa.
Bukanya Wisnu lupa dengan panggilan sayang nya ke Sifa, namun dirinya sudah tak lagi ingin menggunakan nama panggilan itu lagi. Cinta , ya... Wisnu memanggil Sifa dengan sebutan cinta, itu pun atas permintaan Sifa.
"Aku kesini mau kerja di kantor mu! Boleh ya! " Ucap Sifa yang to the point .
Wisnu menutup berkasnya dan menatap Sifa yang duduk di depannya.
"Kamu serius dengan ucapan mu itu? " Tanya Wisnu.
"Yakin lah beb! Kamu kan tau sendri jika aku baru datang kesini dan lagi butuh pekerjaan untuk menyambung hidup! " Ucap Sifa dengan mimik muka yang di buat sedih.
Wisnu langsung menghubungi Intan sekretaris nya, "halo, Tan! Keruangan ku sekarang juga! " Ucap Wisnu .
Tak butuh waktu lama Intan pun datang ke ruangan Wisnu, " Permisi Bos! " Ucap Intan dengan sopan.
"Dia akan bergabung di kantor kita! Jadi tepatkan dia ke posisi yang kosong saat ini di kantor kita! " Ucap Wisnu.
__ADS_1
"Wah... Kebetulan pak ada dua bagian yang kosong saat ini! Satu di bagian cleaning servis dan yang ke dua di bagian marketing. Pak bos mau tempatkan nona ini di mana? " Tanya Intan setelah mejelaskan bagian apa saja yang kosong.
"Beb! Apa gak ada posisi yang lebih keren daripada itu? Gimana kalau aku yang jadi sekretaris mu saja? " Ucap Sifa.
Wisnu menggeleng, " Aku sudah punya sekretaris Fa! Jika kamu masih membutuhkan pekerjaan di kantor ku, kamu bisa pilih salah satu dari posisi yang sudah di sebutkan Intan tadi! " Ucap Wisnu.
"Kan dia bisa pindah ke posisi marketing beb! Lalu aku akan menggantikan dia sebagai sekretaris mu, gampang kan! " Ucap Sifa yang masih kekeh ingin menggeser posisi Intan.
"Aku gak ada waktu untuk berdebat masalah ini! Aku akan carikan posisi yang tepat untuk mu , tapi setelah aku menyelesaikan pekerjaan ku! " Ucap Wisnu sambil memijat pangkal hidung nya.
"Kamu serius kan Beby? " Tanya Sifa dengan manja.
"Heemm" Wisnu hanya menjawab dengan berdehem.
"Thank you beb! " Ucap Sifa yang menggenggam tangan Wisnu.
"Kamu bisa keluar dari ruangan ku sebentar gak? Aku harus segera membereskan ini semua! " Ucap Wisnu.
"Bos kalau gitu saya permisi dulu! " Ucap Intan yang mendapat anggukan dari Wisnu, setelah itu Intan langsung keluar dari ruangan Wisnu.
Emang enek di usir sama bos! Enek aja mau main geser posisi gue! Gue dapat posisi ini juga gak mudah, butuh pengorbanan juga! Intan mengomel dalam hati.
"Kamu ngusir aku beb? " Tanya Sifa setelah kepergian Intan.
"Sifa! Tolong ya! Aku benar-benar sibuk jadi tolong jangan menambah beban pikiran ku! " Sahut Wisnu.
"Oke! Aku akan menunggu mu sampai selesai! " Ucap Sifa.
"Terserah! " Sahut Wisnu yang kembali fokus ke tumpukan berkas di hadapannya.
Sifa berpindah duduk di sofa yang ada di ruangan Wisnu. Sifa menunggu Wisnu sambil berbalas pesan dengan seseorang. Sesekali Sifa melihat ke arah meja kerja Wisnu.
Pantas saja Mas Aji ingin menguasai harta dari Wisnu! Bisnis nya di mana-mana ada. Nyesel gue dulu sudah ninggalin dia demi si Aji itu! Gue harus bisa membawa Wisnu ke dalam dekapan ku lagi ! Akun yakin jika Wisnu masih mencintai ku, buktinya dia masih betah sendri! Sifa membatin ucapan nya.
bersambung....
**jangan lupa like dan komen ya 😉
__ADS_1
berikan hadiah dan juga vote untuk mendukung karya ini! terimakasih 🙏 🤗😘😍**