TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
75. Bos Tak Ada Akhlak


__ADS_3

Marchel melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Rasa kecewa, marah jadi satu. Tujuannya saat ini adalah rumahnya.


"Gue harus tanya langsung sama papi! " Gunam Marchel.


Marchel segera turun dari mobil , dengan langkah lebar Marchel memasuki rumahnya.


BRAKK!


Marchel membuka pintu dengan kasar. Sehingga mengejutkan orang yang ada di ruang tamu.


"Marchel! Pelan-pelan dong kalau buka pintu! " Tegur mami Sofi yang kaget .


"Papi mana mi? " Tanya marchel.


"Ada apa boy? " Tanya Aji yang menuruni anak tangga . Aji juga berpakaian rapi .


"Marchel mau bicara sama papi! " Ucap Marchel menoleh ke tangga.


"Mau bicara apa ? Sepertinya serius banget boy? " Tanya Aji mendekati Marchel.


"Maka dari itu, kita bicara di ruang kerja papi! " Sahut Marchel.


"Mami gak di ajak nih? " Tanya mami Sofi yang iri.


"Ini urusan laki-laki mi! " Jawab Marchel.


"Papi kenal dengan Arin? " Marchel langsung bertanya tanpa berbasa-basi lagi.


"Siapa Arin? Papi gak kenal ! " Jawab Aji yang memang lupa .


"Papi jangan bohong! " Ucap Marchel .


"Serius boy! Papi gak kenal dengan siapa yang kamu maksud . " Jawab Aji yang berusaha mengingat - ingat rekan bisnisnya, apakah ada yang mempunyai nama Arin. Seperti yang Marchel tanyakan.


"Dia kenal sama papi! Ucap Marchel, papi jangan mengelak lagi. "


"Jawab dengan jujur pertanyaan Marchel pi! Papi ada hubungan apa dengan arin? "


"Apa selama ini papi mengkhianati mami? " Marchel bertanya dengan pikiran buruknya.


"Boy, papi bener-bener tidak tau dan tidak kenal dengan Arin yang kamu maksud itu! " Jelas Aji, apa kamu ada fotonya? Agar papi bisa tau! "


"Ini orangnya Pi! " Wisnu menunjukan foto yang ada di dalam galery ponselnya.


Aji mengernyitkan dahinya, saat melihat foto seorang wanita yang tampak dari samping. Seperti wanita itu! Tapi kenapa Marchel bisa kenal dengan dia! Aji menatap Marchel dengan serius.


"Kamu kenal dari mana wanita ini? " Tanya Aji.


"Jawab dulu pertanyaan Marchel Pi! " Ucap Marchel.


Aji menarik nafas sebelum menjawab , "beneran boy, papi gak kenal sama wanita itu! "


"Papi juga gak mungkin mengkhianati mami mu! "Bohong Aji.


"Percaya sama papi! " Aji memegang bahu Marchel.


"Apa gara-gara wanita itu, kamu mau membantu di perusahaan papi ? " Tanya Aji yang teringat akan permintaan sang putra.


"Iya pi! " Jawab Marchel.

__ADS_1


"Papi harus menepati janji papi! "


"Papi gak akan lupa dengan janji papi, tapi papi dan mami harus kenal terlebih dulu dengan wanita itu ! " Bohong Aji.


"Bawa dia bertemu dengan papi dan mami ! " Perintah Aji.


"Dia gak mau bertemu dengan papi lagi! " Sahut Marchel.


Aji semakin bingung dengan ucapan Marchel, "maksud kamu gimana? " Tanya Aji.


"Aku sendiri juga gak tau Pi! Tadi aku mau ajak dia ke rumah, tapi dia menolak Pi! Dengan alasan dia gak mau bertemu dengan papi. Itu berarti dia kenal betul sama papi! " Jelas Marchel.


"Kita bahas ini nanti lagi boy, papi harus menghadiri pesta ulang tahun teman papi . " Aji bangkit dari duduknya dan meninggalkan Marchel sendiri di dalam ruang kerjanya.


Marchel mengacak rambutnya frustasi, menemui papinya bukan mendapat jawaban , malah menimbulkan banyak pertanyaan di benaknya.


"aku tunggu besok di kantor! laporkan semua yang aku perintah waktu itu! " Sebelum menemui istrinya, Aji menghubungi seseorang terlebih dukun.


.


🌻🌻🌻🌻🌻


Di kantor Wisnu


"Astagfirullah! " Riyan mengusap dadanya karena terkejut saat membuka pintu ruangan Wisnu.


Wisnu membuka matanya sebelah tanpa melepas tautan b*ibirnya. Wisnu melanjutkan aksinya saat tau jika Riyan lah yang masuk ke ruangannya. Tangan nakal Wisnu bergerak aktif di gundukan kembar milik Arin. Arin mend*esah saat tangan nakal Wisnu memijat dengan sedikit kasar di gundukan kembar miliknya. Mendengar d*esahan yang keluar dari mulut Arin, Wisnu langsung memperdalam c*iumanya, tanpa memperdulikan Riyan yang melihatnya.


"Woy...! Ada orang di sini woy! " Riyan menggebrak - gebrak pintu dengan telapak tangannya.


Riyan merasa malu sendiri saat ucapannya tidak di hiraukan. Lantas Riyan keluar dari ruangan Wisnu.


"Ada apa pak? Kok mukanya bete gitu? " Tanya Intan.


"Noh bos lu! Gak ada akhlak banget sih! Gue kan jadi pengen! " Jawab Riyan sewot.


"Hahaha!" Intan menertawakan Riyan, pak Riyan lihat siaran langsung ya? Tanya Intan.


"Kok lu tau sih? Apa lu juga melihat nya? " Tanya Riyan dengan serius.


Intan menggelengkan kepala nya, "enggak pak! " Jawab Intan.


"Tapi saya melihat pak bos menyeret mbak Arin masuk kedalam . Pak bos juga menutup pintu dengan kasar, sepertinya pak bos lagi marah . Karena saya penasaran, saya mencoba untuk menguping pembicaranya mereka. " Jelas Intan .


"Wah... Kalau bos tau, kamu bisa kena SP! " Ucap Riyan yang menakut - nakuti Intan.


"Jangan kasih tau pak bos ya pak! " Mohon Intan.


"Tadi saya cuma khawatir dengan mbak Arin! Takut jika terjadi apa-apa dengannya, karena saya melihat jelas jika pak bos sedang marah! " Jelas Intan lagi.


"Apa yang kamu dengar? " Tanya Riyan penasaran.


"Tidak begitu jelas pak! Tapi saya dengar mbak Arin bilang JANGAN gitu. Setelah itu saya gak dengar apa-apa lagi! " Jawab Intan.


"Ya udah sana, kamu lanjutkan pekerjaan mu! " Perintah Riyan.


"Siap pak! " Intan memberi hormat.


"Bapak ngapain masih di situ? Tanya Intan, yang heran melihat Riyan yang masih mematung di depan pintu. " Entar bapak pengen loh! " Ledek Intan.

__ADS_1


"Kamu ya! " Ucap Riyan yang kesal karena omongan Intan benar adanya.


Dan.... di dalam rungan Wisnu masih terjadi aksi gigit menggigit. (Bayangin aja sendri! 😁🤭)


Arin mendorong Wisnu hingga mundur, karena ia sudah tidak sanggup meladeni ulah wisnu. "gila kamu mas! " Umpat Arin sambil mengatur nafas.


"Tapi kamu suka kan? " Goda Wisnu.


"Enggak! " Jawab Arin sambil membuang muka.


"Enggak salah ya? " Ucap Wisnu sambil tersenyum.


"Apaan sih mas! Enggak ya enggak! " Sahut Arin.


"Terus tadi yang m*endesah sapa ya? " Goda Wisnu.


"Ihh... Minggir! " Arin mendorong Wisnu dan melewati begitu saja, karena malu.


Wisnu terkekeh melihat wajah Arin yang bersemu merah.


"Kamu tunggu di sini! Aku mau nemuin Riyan dulu, ingat jangan ke mana-mana! " Ucap Wisnu sambil menyodorkan botol berisi air mineral .


"Hemm... " Jawab Arin yang duduk di sofa.


"Gimana tadi meeting nya Yan? " Tanya Wisnu yang baru masuk ke ruangan Riyan.


Riyan memutar bola matanya saat melihat Wisnu berdiri di hadapannya.


"Otak lu bener - bener udah keracunan sama Arin ya? "


"Lu ninggalin meeting cuma karena dia! Dulu lu gak pernah kaya gini! "


"Heran gue! " Ucap Riyan.


"Gue sendri juga heran! " Sahut Wisnu yang mendudukkan bokongnya ke kursi.


"Percepat aja nikah lu sama Arin! Biar bisa ber mantap-mantap! " Tangan Riyan memberi isyarat adegan mantap-mantap.


"Ckk... Mana bisa! " Sahut Wisnu.


"Kenapa gak bisa? Tanya Riyan, Belum nikah saja lu udah main sosor duluan! "Ledek Riyan.


" Itu beda! Hanya sebatas itu saja gak lebih! " Sahut Wisnu.


"Sama kaya lu kalau lagi pacaran! " Sindir Wisnu.


"Kenapa bawa-bawa gue? "Tanya Riyan, yang mendapat jawaban dari Wisnu dengan mengangkat kedua bahunya.


" O.. Ya! Dua hari lagi kita akan melakukan suting iklan , produk kita yang baru! "Kata Riyan.


" Kamu sudah dapat lokasinya yang bagus? " Tanya Wisnu.


"Tentu dong! " Jawab Riyan.


"Lu ajak tuh Arin! biar lu bisa sekalian pacaran di sana! " ucap Riyan.


"iya lihat saja nanti! " sahut Wisnu.


Jangan lupa like & coment 😉

__ADS_1


Beri vote dan hadiahnya juga boleh 😉


__ADS_2