TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
113. Datang atau Enggak?!


__ADS_3

Setelah kejadian malam itu Arin maupun Wisnu tak lagi bertegur sapa. Walaupun mereka tinggal satu atap, tapi mereka bagaikan orang yang tak saling kenal.


Arin selalu menghindar jika berhadapan dengan Wisnu. Begitu juga dengan Wisnu ia akan membisu jika melihat Arin.


Hari-hari Arin menghabiskan waktunya di apartemen. Sesekali dia mengundang Suci untuk datang ke apartemen nya, itu pun jika Suci tak ada kesibukan.


Selebihnya Arin menghabiskan waktunya di dapur belajar membuat kue -kue yang pernah ia pelajari dulu sewaktu sekolah. Di tambah wawasannya saat melihat konten - konten masak.


Pikir Arin, setelah berpisah dengan Wisnu ia bisa membuka usaha. Menerima pesanan kue atau mungkin membuka toko kue.


Tentu Wisnu tak tau apa yang di lakukan Arin . Wisnu akan pergi ke kantor pagi hari dan pulang malam hari. Bahkan, pernah beberapa kali Wisnu tak pulang.


Waktu begitu cepat berlalu hari yang di nantikan telah tiba. Hari di mana akan di adakan peresmian hotel terbaru dari perusahaan Mahardika grup.


"Nanti akan ada supir yang menjemputmu! Dan pakai lah ini! " Ucap Wisnu sambil memberikan paper bang ke Arin. Ini kali pertama Wisnu membuka suara di hadapan Arin. Canggung. Sudah tentu! Wisnu maupun Arin sama-sama canggung.


Arin tak langsung menerima paper bang itu . Ia hanya melihat sekilas dan kembali fokus menyantap menu sarapan nya.


Wisnu meletakkan paper bang itu di atas meja makan.


"Datanglah ke peresmian hotel ku jam tujuh malam nanti! Aku sudah menyuruh sopir untuk menjemput mu nanti! " Setelah mengucapkan itu Wisnu langsung pergi meninggalkan ruang makan.


"Kalau aku tidak mau!? " Ucap Arin sambil menoleh ke Wisnu.


"Aku harap kamu bisa datang di acara peresmian itu!" Sahut Wisnu dan langsung berlalu pergi.


"Aku gak akan datang! " Gumam Arin sambil menyuapkan ayam goreng ke mulutnya.


♡´・ᴗ・`♡


"Gimana dengan persiapannya? " Tanya Wisnu ke pada Riyan.


"Beres! semuanya aman terkendali! " Jawab Riyan.

__ADS_1


"Aku jadi gak sabar melihat xpresi nya! " Ucap Wisnu sambil menyunggingkan senyum.


"Lu sudah yakin dengan keputusan mu itu? Mungkin ini akan berimbas ke keluarga mu dan tentunya dirimu sendiri " Ucap Riyan.


"Kenapa tidak!? Semuanya harus tau tentang


kebenaran ini " Sahut Wisnu.


"Kalau itu mau aku bisa apa!? " Riyan mengangkat kedua bahunya.


"Beby.. " Ucap Sifa yang menerobos masuk ke ruangan Wisnu.


"Beb, antar aku ke butik yuk! Aku kan harus tampil secantik mungkin di acara penting mu nanti malam! " Rengek sifa.


"Boleh! " Ucap Wisnu yang membuat hati Sifa bersorak gembira karena Wisnu tak menolak ajakannya.


"Yan, gue tinggal dulu! Kita ketemu di hotel! " Wisnu bangkit dari duduknya dan keluar dari ruangannya.


"Siap! " Ucap Riyan.


"Tentu! " Jawab Wisnu. "Kenapa? " Tanyanya.


"Apa kamu gak ingin mengenalkan aku dengan eyang mu? " Tanya Sifa.


"Jangan khawatir! Nanti akan aku kenalkan dengan seluruh keluarga ku! " Jawab Wisnu.


"Serius beb? " Wisnu pun menganggukkan kepalanya.


"Yeeiii... Makasih beb! " Sifa bergelayut manja di lengan Wisnu.


Waktu begitu cepat berlalu, pagi menjadi siang,


siang menjadi sore dan sore menjadi malam.

__ADS_1


Keresahan menghampiri hati Arin saat ini. Dirinya mondar-mandir tak jelas sambil menghitung jari-jari tangannya.


"Datang, enggak, datang, enggak, datang, enggak, datang, enggak, datang" gumam Arin.


"Udah mbak datang aja! Tuh sopir udah datang buat menjemput mbak Arin! " Ucap bi Sumi.


"Hah! Serius bik? Tapi ini kan masih jam lima sore?"


"Mbak kan harus ke salon dulu! Nyonya besar sudah menunggu mbak Arin lo di sana! " Lanjut bi Sumi.


"Eyang juga ikut bik? " Tanya Arin.


"Iya dong mbak! Udah mbak cepat bersiap biar bibik bantu! " Ucap bi Sumi dan membatu Arin menyiapkan apa saja yang harus ia bawa ke salon termasuk gaun yang di berikan Wisnu tadi pagi.


Setibanya di salon Arin di sambut oleh Mariyam dan Sofi.


"Sayang... Kamu kok lama banget sih?! " Ucap Mariyam saat Arin datang.


"Maaf eyang! " Ucap Arin sambil menjabat tangan Mariyam dan mencium punggung tangannya. Arin juga melakukan hal yang sama ke pada tante Sofi.


Dengan diantar sopir , Arin beserta Mariyam dan juga tante Sofi menuju hotel.


Hotel bintang lima lengkap dengan segala fasilitas dan kolam renang.


Arin sejenak mematung dan menatap kagum akan bangunan yang berdiri kokoh di hadapannya . Lamunannya buyar saat tepukan pelan mendarat di pundaknya.


"Kenapa masih berdiri di sini? Ayo masuk! " Ajak Mariyam.


"I-iya eyang " Ucap Arin.


bersambung...


jangan lupa untuk like dan komen ya!

__ADS_1


yuk mampir juga ke novel kedua ku!



__ADS_2