TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
37. Gara - gara mimpi


__ADS_3

Pagi ini mariyam baru pulang dari Korea. Sudah tiga bulan mariyam tidak bertemu dengan cucu kesayangan nya. Walaupun sering vidio Call.


namun rasanya ada yang kurang jika belum bertemu langsung dengan Wisnu. mungkin karena wajah Wisnu yang mirip dengan almarhum ayah nya.Dan itu bisa membuat mariyam merasa tetap dekat dengan anaknya.


"Bik.... ! Dimana Wisnu? Apa sudah pergi ke kantor? ", tanya mariam yang menghampiri pembatunya di dapur.


" Nyonya! Sudah datang ? "


"Maaf nyonya saya tidak tau kalau nyonya pulang? "


"Hemm... Itu den Wisnu belum turun! "


"Biasanya jam segini den Wisnu sudah ada di meja makan! ", jelas bik sumi.


" Tumben! ", kata marim.


" Bibi belum menyiapkan sarapan untuk Wisnu? ", tanya mariyam yang melihat meja makan masih belum ada apa-apa.


" Maaf nyonya! Biasanya yang menyiapkan sarapan untuk den Wisnu mbak arin! ", kata bik sumi.


" Arin? ", ulang mariyam .


" Ia... Nyah! ", jawab bi sumi .


" Maksud kamu arin kesini pagi-pagi begitu? ", tanya Mariyam.


" Bukan begitu nyah! Mbak arin tinggal disini! Sudah tiga bulan ini, semenjak nyonya melakukan perjalanan bisnis! ", jelas bi sumi.


" Bener-bener ya tuh anak! ", mariyam langsung meninggal kan dapur dan menaiki anak tangga menuju kamar Wisnu.


" Kenapa tidak minta izin dulu kalau mau membawa perempuan itu tinggal di sini sih! "


"Saya yang punya rumah malah tidak di anggap begini! Awas ya kamu Wisnu! ", gerutu mariyam sambil berjalan menuju kamar Wisnu.


Saat tiba di depan kamar Wisnu awalnya mariyam ingin mengetuk pintu terlebih dulu. Namun melihat pintu yang tidak tertutup mariyam langsung mendorong pintunya.


Betapa terkejutnya saat melihat pemandangan yang di ciptakan oleh cucunya itu.


"ASTAGA.. ! WISNU!! "


"APA YANG KAMU LAKUKAN SEPAGI INI? "


Suara mariyam yanpg melengking itu mampu menghentikan kegiatan Wisnu.

__ADS_1


Wisnu yang mersa di panggil namanya langsung membuka matanya.


Deg


Wisnu memperhatikan atin yang ada di bawahnya. Kini mata mereka beradu apandang .


Mariyam berjalan mendekati mereka berdua saat melihat Wisnu tidak mengubah posisinya . Tentu saja dengan wayah geramnya.


"Astagfirullah Wisnu! "


"Apa-apa an ini? ", tangan mariyam menarik paksa Wisnu agar turun dari atas tubuh arin.


" Astaga eyang! "


"Ngagetin waisnu saja! ", reflek tangan Wisnu merapikan baju arin arin berantakan karena ulahnya.


" Bangun kamu! ", mariyam menunjuk arin dengan tatapan yang tajam.


" Jadi kamu bawa perempuan ini kesini agar kamu bisa berbuat sesuka hati mu begitu? "


"Apa selama eyang tidak ada dirumah seperti ini kelakuan kalian? "


"Apa ini cara didikan dari ibu dan ayah tirimu Wisnu? "


"Jawab Wisnu! Kenapa diam? ", tanya mariyam yang menggebu - nggebu karena emosi.


" Maaf nek, saya...


Wisnu memotong ucapan omongan arin, saat mendapati arin yang gemetar karena takut.


"Sudah eyang jangan salahkan arin! "


"Disini Wisnu yang salah karena....


Wisnu menjeda omongannya.


" Sial ternyata gw tadi cuma mimpi! Anjirr kenapa bisa seperti nyata! ", batin Wisnu.


" Karena apa Ha? ", tanya mariyam yang sudah penasaran dengan jawaban Wisnu.


" Heeemmm... ", Wisnu menggaruk kepalanya yang seakan akan terasa gatal.


" Karena tadi itu Wisnu mimpi gituan saat arin bangunin Wisnu! ", jawab Wisnu asal.

__ADS_1


" Arin! Kamu kembali kemar mu duluan ya? Biar masalah ini aku yang urus! ", kata Wisnu sambil menoleh kearah arin yang masih tertunduk.


Tanpa menjawab dan tanpa pikir panjang arin melangkahkan kakinya secepat mungkin untuk keluar dari kamar Wisnu.


" Kenapa kamu tidak bisa mengkontrol diri mu sendiri sih Wisnu? ", tanya mariyam yang masih dongkol.


" Eyang! Wisnu laki-laki normal jadi wajar saja jika itu terjadi secara reflek!"


"Jadi jangan pernah eyang menyalahkan arin "


"Selama dia tinggal di sini dia selalu membuat jarak dengan ku! ", jelas Wisnu.


" Eyang gak habis pikir! "


"Ahhh sudahlah cepat mandi dan pergi ke kantor ini sudah Siang! ", mariyam meninggal kan Wisnu.


Wisnu menuju kamar mandinya dengan menjambak rambutnya sendiri.


" Bod*h bod*h kenapa gw bisa tidak sadar jika itu tadi arin! "


"Harus bilang apa nanti sama arin! "


"Aaaaa..ini semua gara gara mimpi sialan itu ", wianun mengusap wajahnya dengan kasar.


Setelah selesai mandi Wisnu segera ganti pakean. Melihat baju yang sudah. Di siapkan arin membuat Wisnu merasa bersalah.


Sedangkan arin tetap berdiam diri di kamar. Sebenarnya arin ingin menyiapkan sarapan seperti biasa tapi ia belum sanggup berhadapan dengan mariyam dan Wisnu. Arin berpikir akan keluar dari kamar nanti saja saat tuan rumahnya sudah berangkat ke kantor.


Wisnu duduk di depan meja makan untuk sarapan. Wisnu langsung mengoleskan selai pada lembaran roti. Dengan santainya Wisnu menikmati sarapan nya. Tentu saja Wisnu di perhatian oleh mariyam dari tadi.


"Dimana arin? Eyang ingin bicara dengan kalian berdua! ", kata mariyam.


" Hemm... Apa dia belum turun? ", jawab Wisnu yang mengambil gelas berisi susu.


"Kalau dia ada di sini eyang gak mungkin tanya! ", jawab mariyam ketus.


" Bik... Panggil in arin ya suruh cepat turun, keburu siang nanti ke kantor nya! ", perintah Wisnu ke pada bi sumi.


Arin sudah bergabung di meja makan. Hening dan hening.


Wisnu asik menghabiskan rotinya. Arin masih diam tak menyentuh sarapan nya.


Akhirnya mariyam mulai bersuara.

__ADS_1


" Eyang mau kalian cepat menikah! "


~di mohon untuk yang sudah baca karya ku tolong bantu like dan vote ya kakak 🙏~


__ADS_2