
yang JOMBLO harap siapkan hati mateng-mateng...wkwkwkwππ
yeeeeeyyyy yeeeeeyyyy akhirnya sampek juga kita di episode 100...
Jumpa pens ni sama green_light...π
Ahaaaa...mari kita berbincang-bincang saja malam ini, gimana readers??
Mari kita habiskan episode ini tanpa cerita babang Rizal dan dedek Hana..
Ahahahahaππ
bisa-bisa authornya di kejar sampe ke rumah ya sama readers semua karena menggantung banyak sekali hati pembaca, apa lagi sang jomblo...xixixi
maap maap..ππππ
Green sangat berterima kasih kepada para reders yang sudah banyak mendukung Green dan novel nya Green..
Green cinta banget sama kalian. Jujur ini pengalaman pertama Green menulis novel, Alhamdulillah banyak peminat nya bahkan semua readers dukung Green.. Sungguh pencapaian yang luar biasa untuk pribadi Green..πππ
Dengan semangat dan dukungan yang kalian kasih rasanya mau aja tiap saat green menyuguhkan bacaan2 yang bisa memotivasi.ππ
Sekali lagi Green ucapkan banyak terimakasih yang tak terhingga atas dukungan sayang2 nya green semua. Green menjadi sangat percaya diri untuk memberikan karya yang lainnya. Tapi mungkin jika ada kesalahan dan kekurangan mohin di maafkan, karena setiap manusia tak pernah luput dari salah dan dosa ππ
Ya udah Green gak mau lama2 nih mukadimah nya,ntar beneran di kejar2 sama fans nya abang Surya and kakak Iren..
Luph yuuu sayang2nya Green..ππ
Yuks kita lanjut cerita dedek Hana sama babang Rizal...ππ€π
_-_-_-_-_-_-_-_-_-_
Sudah seminggu sejak tamu bulanan datang, dan hari ini aku udah bisa mandi wajib.. hehe...aku gak bisa bayangkan gimana rasanya ntar malam..ih.. apa sih aku ini, mesum banget pikirannya.
Aku pulang dari cafe langsung mandi, dan rasa lelahku terbayar sudah karena air hangat yang membasahi tubuhku, rasanya beban pekerjaan telah rontokbdari badanku.
Aku melihat jam setelah mandi, oh.. sebentar lagi mas Rizal pulang pikirku.
__ADS_1
Bener aja, belum aku keluar dari kamar dia udah sampe aja dirumah.
kayaknya dia langsung menuju kamar deh, karena langkah kakinya tak terdengar berhenti.
Rizal:"Assalamualaikum adinda?
Hana:"Waalaikum salam kanda..."
Oh iya, sekarang kami punya panggilan sayang kami kasing-masing, kanda dan dinda... aku membayangkan seperti masih dijaman kerajaan..ahahaha..
Hana:"Kanda mau mandi dulu atau makan?"
Rizal:"Mandi aja dulu, nanti makan malam nya bareng sana ayah dan ibu."
Hana:"Okeee..."
Sebelum ke kamar mandi, dia menatapku tajam, aku sampai grogi melihat tatapannya.
Hana:"Kanda kenapa liatin Hana begitu??"
Rizal:"Tamu nya udah pulang ya?"
Aku tersenyum geli mendengar ucapannya. Seperti anak kecil yang akan dapat undian mainan..hahahaπ
Setelah makan malam, Kami masuk kembali ke kamar kami, aku duduk di tepi tempat tidur sambil menatap ke arahnya yang sedang membereskan laporan pekerjaan untuk besok. Aku pikir dia lupa, jadi aku merebahkan badan ku hendak tidur.
Rizal:"DINDA..."
Hana:"ya kanda...ada apa?"
Rizal:"Ini, kamu pakai ya..."
Mas Rizal menyerahkan kotak pink padaku, akupun tak tau apa isinya, ketika aku mau membukanya dia menahan ku.
Rizal:"pergi ke kamar mandi dan pakai."
Aku tak mengerti, tapi aku menurut saja apa katanya. Sampai di kamar mandi aku buka kotak itu, dan yang aku temukan lingire warna merah maroonπ€ Oh my....aku terkejut dengan apa yang di berinya. Ketika aku kenakan, Malu luar biasa sih kalau gini akunya... tapi demi suami yang sudah berpuasa seminggu.hahaha
__ADS_1
Aku mengurai rambut panjangku dan memakai sedikit wewangian yang menenangkan. Aku berjalan mendekat kearahnya, dia yang semula sibuk dengan laptopnya ternganga melihatku mendekatinya, matanya itu tak berkedip. Cepat-cepat aku menutup mulutnya agar dia tersadar. Benar saja dia terkejut..
Rizal:"Dinda....Kanda mu ini sudah berpuasa selama seminggu, sekarang bolehkah kanda menunaikan kewajiban dan mengambil Hak kanda?"
Aku hanya tersenyum dan menganggukkan kepala. Aku selalu mengingat kalimat "semua akan indah pada waktunya" dan akhirnya aku juga merasakan keindahan itu malam ini, bersama suami yang aku cintai dan suami yang sangat mencintaiku.
Mudah-mudahan malam ini menjadi malam untuk Allah menghadirkan buah cinta kami.. Amiiiiiinn.....
Rizal POV
Ketika memulai sesuatu yang baru, Aku terkejut karena pemandangan di bawah sana, Aku kaget luar biasa melihat cairan merah yang ada di sana. Sungguh Aku gak habis pikir ternyata Isteri ku masih perawan. Jadi selama ini Surya belum menyentuh Hana? Jackpot besar untukku.
Rizal:" Sayang, ternyata kamu masih perawan?"
Hana:"Iya Mas, Hana masih perawan, dan Mas adalah orang pertama dan selama nya yang mengambil perawannya Hana."
Rizal:" Jadi selama ini mantan kamu gak nyentuh kamu?"
Hana:" Mas Surya gak cinta sama Hana, dan dia juga gak pernah minta Hak sama Hana, karena dia udah sama mbak Iren."
Rizal:" Jadi Mas beruntung banget ya sayang??"
Hana hanya mengangguk di hadapanku, Dia tersipu malu dengan wajah yang merona, membuatku semakin panas, dan melanjutkan permainan panas ini.
Pagi yang indah untukku, Ku lihat Isteri ku yang tengah tertidur di pelukanku. Sungguh Aku bahagia sekali. Ketika mengingat permainan kami malam tadi, sungguh sampai saat ini Aku masih gak menyangkan Aku menikah dan mendapatkan wanita seperti Hana, terlebih lagi Hana masih perawan cuy.... Rupanya ini hadiah besar yang Ibu mertuaku bilang, Aku pasti akan menyayangi Isteriku ini dengan amat sangat. Semoga Ibadah tadi malam menjadi berkah.
Amiiinnnn.......
βοΈβοΈ Author syediihhh... Babang Rizal udah seutuhnya milik dek Hana.π’
Jadi untuk readers tersayang gak bisa lagi minta babang Rizal untuk jadi milik readers..π€
Babang Rizalnya milik dek Hana seorang..ππ
gimana sayangnya Green? suka tak sama episode ini?
Ini hadiah dari author untuk readers tersayang karena udah sampe ke eps 100.
__ADS_1
Merayakan penyatuan cinta Kanda Rizal dan Dinda Hana...ππππ€
Author harap dukungan kalian tak akan pudar di telan zaman yah... Green akan selalu mengingat kalian semua sayang...ππ