
Alhamdulillah setelah 2 bulan yang lalu aku ikut melaksanakan pernikahan Lidya dan Rudi, di bulan ini aku juga masih harus deg-deg ser karena aku lagi menantikan kelahiran buah hati ku.. Buah hati yang paling aku sayangi dan rindukan kehadirannya. Anak-anak yang selalu mengisi hari-hariku dengan tendangan dan sikutan di perut ku sehingga membuat perut ku menjadi bergelombang..
Terkadang aku dan mas Eko terkekeh melihat kejadian langka ini,, kadang terasa mereka sedang beradu di dalam sana,,
Masa kehamilan adalah masa yang paling membahagiakan, dari masa kehamilan lah ikatan batin antara anak dan ibu tercipta, apa yang di makan ibu, anak juga makan, apa yang di rasakan oleh hati seorang ibu, anak juga merasakan.
Oh betapa aku akan sangat merindukan setiap detik aku mengandung kedua anakku,, perasaan ku saat ini sungguh sangat gugup menunggu hari persalinan yang dapat di hitung dengan jari..
Semakin dekat hari, semakin aku tambah gugup, untuk menghilangkan gugup itu, aku sengaja mulai mngepak-ngepak barang untuk persiapan ku menjelang kelahiran anak pertama. Sebagai calon ibu, pasti ada kebingungan mengenai apa yang harus dilakukan dan dipersiapkan untuk menyambut buah hati. Aku juga sharing dengan kak Hana yang udah pernah lahiran..
Kata Kak Hana ada beberapa hal yang harus di persiapkan..
Persiapkan rumah sakit dan dokter
__ADS_1
Kedua hal ini penting untuk di persiapkan jauh sebelum hari kelahiran, karena Pemilihan dokter akan memengaruhi pilihan rumah sakit kita karena kita umumnya hanya dapat memilih rumah sakit tempat dokter tersebut praktik. Oleh karena itu, aku perlu banyak mencari informasi, seperti apakah dokter ku memiliki jadwal praktik di rumah sakit lain, apakah peraturan dan suasana rumah sakit tersebut cocok dengan ku, kemudian yang juga perlu di pikirkan adalah jarak dari rumah ku ke rumah sakit tersebut. Pertimbangan lainnya jika kita memiliki kehamilan berisiko adalah ketersediaan unit perawatan intensif bayi baru lahir atau NICU dan tenaga medis yang siap melakukan tindakan medis seperti operasi caesar.
Barang yang perlu dibawa
Minyak untuk memijat, agar Aku dapat lebih santai dengan mendapat pijatan. Pakaian yang nyaman untuk persalinan, seperti gaun tidur yang sangat nyaman dan sederhana. Ikat atau jepit rambut, perlu dipersiapkan agar rambut ku nanti tidak mengganggu pada saat persalinan.
Buku atau majalah, atau apa pun yang bisa membuat Aku merasa tenang menjelang persalinan. Peralatan mandi, Meski beberapa rumah sakit mempersiapkan peralatan mandi, terkadang lebih nyaman jika kita menggunakan peralatan mandi sendiri.
Pakaian dalam, yang tentunya perlu dipersiapkan karena Aku akan berada di rumah sakit untuk beberapa hari.
__ADS_1
Sedangkan untuk suami ku, hal-hal yang perlu dibawa antara lain Baju ganti dan sandal, karena suami ku pasti akan menemani selama berada di rumah sakit. Sebelum persalinan hingga selesai persalinan. Makanan camilan dan minuman, untuk menemani suamiku saat berada di rumah sakit.
Hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk Aku dan bayi ku setelah melahirkan adalah Bra khusus menyusui. Untuk membantu kelancaran menyusui, bra khusus ini tidak terlalu kencang dan lebih nyaman dipakai oleh ibu menyusui.
Pembalut khusus ibu melahirkan, sangat perlu dipersiapkan setidaknya 2 atau 3 bungkus (kira-kira 36 buah pembalut). Pembalut ini tidak seperti pembalut biasa, karena perlu menyerap banyak darah yang keluar. Kata kak Hana, Aku perlu mengganti pembalut ini setidaknya 1-2 jam sekali setelah melahirkan, agar tetap nyaman dan kebersihan ** *** terjaga.
Pakaian bayi. Baju bayi, popok, selimut, sarung tangan, dan kaus kaki perlu di persiapkan. Beberapa rumah sakit mungkin mempersiapkan baju bayi, tapi tidak ada salahnya membawa beberapa baju untuk bayi ku nanti.
Untuk Metode melahirkan ada beragam, kita dapat menyesuaikannya dengan kondisi kesehatan pribadi dan metode melahirkan seperti apa yang kita inginkan.
Aku sih lebih memilih jalam normal, Kebanyakan wanita merasa telah menjadi ibu seutuhnya ketika mereka dapat melahirkan anaknya secara normal. Belajar mengatur pernapasan dengan mengikuti kelas persalinan agar dapat membantu proses persalinan normal berjalan lancar.
Jika keadaan tak memungkinkan normal ya terpaksa aku harus caesar. Alhamdulillah suami ku tipe-tipe Suami siaga kan.. Apa Pentingnya Suami Siaga?
Suami tentunya perlu tahu beberapa hal mengenai kehamilan kita, seperti kapan perkiraan hari lahir, agar ketika Aku mengalami kontraksi dan membutuhkan bantuan, suami ku sudah siap. Aku memBeri tahu suamiku apa yang harus dilakukan ketika Aku mulai merasakan nyeri melahirkan. Misalnya saja dengan memijat atau mengusap bagian punggung ku, atau menggunakan botol air hangat yang dilapisi handuk untuk kompres
__ADS_1