
"*Maaf Uzi,, aku pergi tanpa pamit, aku hanya ingin kamu gak kepikiran sama aku, aku pergi bukan hanya karena aku ingin melanjutkan studi ku, aku juga ingin menghindar dari kamu, aku jujur loh itu.
Aku cuma gak mau nanti kalo aku kasih tau kamu, kamu pasti gak bakal ngasih ijin ke aku untuk pergi, tapi apalah daya ku hanya seorang Fira yang hati nya lemah, yang gak bisa membuang perasaan cinta ini yang menurut mu adalah cinta monyet.
Aku bisa pastikan aku tulus mencintaimu, entah sampai kapan aku akan terus disini, aku harap kamu bisa menjalani hari mu tanpa aku. Aku disini akan baik-baik saja, dan ku harap kamu juga ya..
Semoga jika sudah waktu nya nanti kamu bisa menemukan wanita seperti yang kamu harapkan. Aku sebagai sahabat mu akan mendoakan yang terbaik untukmu.
Jika memang nanti aku bisa menetap disini, maka aku juga akan pindah di Singapura. Bekerja dan menikah. Maaf karena perasaan aku udah buat hubungan kita jadi renggang ya Zi,,
Jangan nangis, aku tau kamu nangis, kamu kan cengeng,. Aku gak mau jadi orang jahat yang buat kamu nangis, setelah ini, aku harap kita akan baik-baik saja...
Salam sayang aku Zi,,
Fira*....
Uzi menangis tersedu kala dia selesai membaca surat dari Fira, memang, dia selama ini tak yakin dengan perasaan nya terhadap Fira, dia selalu menyangkal perasaan tertarik dalam dirinya terhadap Fira, Uzi berpikir bahwa dia bodoh..
Lama Uzi merenungi nasib nya yang di tinggal Fira, Lalu dia keluar kamar dan duduk di sofa depan tv, tapi tv nya mati. Tak sengaja dia mendengar lagu yang membuat hati nya teriris berasal dari radio di dapur yang di nyalakan oleh mbok Nah pembantunya.
Rhoma Irama
*Kalau sudah tiada baru terasa
Bahwa kehadirannya sungguh berharga
Sungguh berat aku rasa kehilangan dia
Sungguh berat aku rasa hidup tanpa dia
Kalau sudah tiada baru terasa
Bahwa kehadirannya sungguh berharga
Ku tahu rumus dunia
semua harus berpisah
Tetapi kumohon
tangguhkan
tangguhkanlah
Bukan aku mengingkari
apa yang harus terjadi
Tetapi kumohon
kuatkan
kuatkanlah
Kalau sudah tiada baru terasa
Bahwa kehadirannya sungguh berharga
Sungguh berat aku rasa kehilangan dia
Sungguh berat aku rasa hidup tanpa dia
__ADS_1
Kalau sudah tiada baru terasa
Bahwa kehadirannya sungguh berharga*
Langsung lah Luruh air mata Uzi mengingat kepergian Fira,, dia hanya mampu bersidekap di sofa. Tak ayal lagu tersebut telah memporak porandakan hatinya yang kehilangan Fira.
Lagu kedua berasal dari request lagu seorang remaja patah hati yang meminta di putarkan lagu Kehilangan dari Firman..
*Kucoba ungkap tabir ini
Kisah antara kau dan aku
Terpisahkan oleh ruang dan waktu
Menyudutkanmu meninggalkanku
'Ku merasa telah kehilangan
Cintamu yang telah lama hilang
Kau pergi jauh karena salahku
Yang tak pernah menganggap kamu ada
Asmara mengisahkan kita
Mengingatkanku pada dirimu
Gelora mengingatkanku
Bahwa cintamu telah merasuk jantungku
Sejujurnya (sejujurnya) 'ku tak bisa
Hidup tanpa ada kamu aku gila
Seandainya (seandainya) kamu bisa
Takkan kusia-siakan kamu lagi
Asmara mengisahkan kita
Mengingatkanku pada dirimu
Gelora mengingatkanku
Bahwa cintamu telah merasuk jantungku
Sejujurnya (sejujurnya) 'ku tak bisa
Hidup tanpa ada kamu aku gila
Seandainya (seandainya) kamu bisa
Sejujurnya (sejujurnya) 'ku tak bisa
Hidup tanpa ada kamu aku gila
Takkan kusia-siakan kamu lagi
Takkan kusia-siakan kamu lagi*
__ADS_1
Lengkap sudah penderitaan Uzi, air mata nya mengalir deras setelah dia menyadari kalau dia sudah jatuh cinta pada Fira, tapi semua terlamat, Uzi terlambat menyadari kalau dia telah jatuh cinta pada Fira.
Uzi pun bertekad, dia akan kuliah dan mendapatkan pekerjaan yang bisa menghasilkan uang agar dia bisa menyusul Fira ke Singapura. Bukan orang tua Uzi tak mampu membiayai perjalanan nya ke Singapura, tapi Uzi akan meyakinkan Fira bahwa dia bisa mendapatkan Uang dari hasil kerja keras nya sendiri.
Dan setelah dia memantapkan hati, jadi lah Uzi kuliah di tempat yang sama dengan teman-temannya yang tergabung dalam THE KECE BADAI.
Flashback Off.
Sekarang disinilah Uzi, dia mengelola perusahaan ayahnya di bidang pariwisata di daerah Tapanuli. Karena memang sejatinya disana adalah kampung halamannya.
Setelah dirasa, Uzi akan menyusul Fira ke Singapura, sudah 8 tahun semenjak dia tak melihat dan bertemu Fira, dia akan berangkat 2 hari lagi, segala persiapan sudah di lakukan nya.
Hari yang ditunggu pun tiba, Uzi berangkat pada pagi hari, setelah melewati perjalanan yang melelahkan akhirnya dia tiba di Singapura. Dia memesan taksi dan langsung menuju Gedung Apartemen tempat dimana Fira tinggal. Berbekal alamat yang di berikan orang tua Fira.
Setelah turun dari taksi, Uzi memandangi gedung yang menjulang tinggi itu, lalu masuk dan bertanya pada Resepsionis dimana Fira tinggal. Setelah mendapatkan nomor kamar nya, Uzi segera menuju ke Lift dan memencet tombol untuk membuka lift tersebut.
Tling....
Pintu Lift terbuka dan menampakkan sosok yang dicari Uzi, tapi....
Dia sedang tertawa bercanda dengan seorang laki-laki yang akrab sekali, Uzi terpaku sejenak sampai orang itu memanggil namanya.
"Uzi...."
Mereka berdua terpaku, Orang yang Uzi lihat adalah Fira, dia sedang bersama dengan Mark teman sekantornya. Mereka berdua memang dekat, tapi tak ada hubungan apapun antara mereka karena Fira belum membuka hatinya untuk pria lain.
Mata Uzi meredup, semangat nya berubah menghilang, tiba-tiba saja dia merasa dunia nya hancur.
Uzi:" Fira...."
Dengan suara yang terdengar sangat halus Uzi mengucapkan nama Fira... Fira yang melihat nya langsung keluar dari Lift di ikuti Mark.
Mark:" Kamu kenal dia Fira? Dia menyebut nama kamu.."
Fira:" Iya Mark, Aku kenal, dia sahabat aku yang,sering aku ceritain sama kamu."
Mark mengangguk dan mengulurkan tangan nya pada Uzi untuk bersalaman dan berkenalan. Dengan senyum yang di paksakan Uzi pun menyambut tangan Mark.
Mark:" Kenalin, aku Mark, temen deket Fira."
Uzi:" Uzi..."
Mark:" Oh, mungkin kalian butuh waktu ya untuk ngobrol, jadi Fira, untuk hari ini kamu, aku kasih Izin untuk gak masuk kerja, temani sahabat kamu, sepertinya dia baru tiba."
Fira:" Terimakasih banyak Mark..."
Lalu, Fira mangajak Uzi naik ke Apartemen nya dan mempersilahkan Uzi masuk.
Uzi pun menurut saja, karena dia sudah tak bersemangat seperti sebelum dia berangkat ke Singapura. Harapannya pupus sudah.
βοΈβοΈ Hadduuuhhh... green minta maaf sekali,,π bukan green sengaja untuk menunda, tapi karena cedera di pergelangan tanganπ, jadi green belum bisa menulis lagi sejak terakhir green Up, maka nya beberapa episode terakhir hanya sedikit.
Kecewa??π’ udah pasti lah ya untuk kakak semua..sekali lagi green minta maaf ya...
Green minta dukungan nya donk untuk TAKDIR CINTA NAIRA dan 10 TAHUN semoga menang kontess...π
like, love dan komen nya green tungguin,
green bakalan lanjut cerita mereka-mereka itu,
Setelah lama beristirahat dan mendapatkan inspirasi,, green mohon dukungan kakak sekalian ya,,ππππ
__ADS_1