
Dinda:"Diam!!"
Kanda:"Hah??"
Dinda:" Mas jangan senyum. tapi diam aja. Hana gak suka liat mas senyum. Sekarang ayok kita kerumah ibu."
Aku langsung menarik tangan mas Rizal untuk segera kerumah ibu.
Kanda:"Katanya mau pulang, kok kerumah ibu?"
Dinda:"Sinda mau ambil mangga kerumah ibu."
Kanda:"Sayang...di jalan pulang kerumah kan kita bisa beli mangga.. kenapa harus kerumah ibu?"
Dinda:"Mas gak mau anterin Hana? Yaudah Hana pigi sendiri."
Aku berjalan menuju ke pinggir jalan raya untuk mencegat taksi, tetapi mas Rizal menarik tanganku dan masuk kedalam mobil.
Aku yang cemberut tak mau melihatnya.
Kanda:"Maafin Kanda ya..Yuk kita pergi kerumah ibu ambil mangga."
__ADS_1
Aku hanya diam sepanjang perjalanan. Tak ada percakapan antara kami. Sesamapinya dirumah ibu, aku langsung turun dari mobil dan berlari kecil menuju halaman belakang rumah ibu yang terdapat pohon mangga.
Aku lihat mangga disana sangat menggoda, dalam 1 tangkai ada sekitar 10 sampai 15 buah. Uuuhhhh... aku gemas melihatnya.
Ku buka sepatuku, lalu aku mendekati pohonnya berniat memanjatnya. Tapi tiba-tiba mas Rizal menarikku dari belakng.
Kanda:"Kamu mau apa?"
Dinda:"Ya mau manjat lah mas, jadi mau ngapain lagi?"
Kanda:"Kalau kamu mau ambil mangga kenapa gak pake galah aja? Biar mas ambilin."
Kanda:"Hah?" Mas Rizal pun kebingungan dengan permintaanku. Tapi akhirnya diapun menunaikan permintaanku.
Sungguh aku senang sekali melihat dia memanjat pohon, memetik mangga yang sudah tua untukku buat rujak. ummm rasanya sudah sampai di ujung lidah.
Dinda:" Mas, ambil yang banyak ya, nanti mau Hana bawa pulang kerumah."
Kanda:"Iya sayang.."
Tak lama mas Rizal pun turun dengan 2 kantung plastik mangga di tangannya, sungguh membuatku kegirangan dan bertepuk tangan seperti anak kecil.
__ADS_1
Tak menunggu lama lagi aku langsung masuk ke dapur ibu yang membuat ibu yang tengah masak terkejut dengan kedatangan kami. Pertanyaan ibupun tak ada aku tanggapi karena aku hanya fokus pada rujakku. Segera aku mengambil rawit, gula merah dan kecap serta kacang goreng.
Aku buat sendiri bumbunya, dan uwallllaaaa.. jadi deh rujak ala-ala Hana.. aku cuci bersih mangganya dan aku kupas, aku menikmati rujak ini sendiri, menghabiskan 5 buah mangga yang sangat enak sampai-sampau aku lupa menawari ibu dan suamiku.
Mereka yang melihatku hanya dpat geleng-geleng kepala. Apalagi suamiku, dia tersenyum melihatku.
Dinda:"Kan sudah Hana bilang, kanda jangan senyum sama dinda, senyum kanda itu jelek tau."
Kanda:"Masak sama istri sendiri gak boleh senyum sih. Dulu dinda suka sekali kalau kanda senyum."
Dinda:"Itu dulu, tapi sekarang dinda gak suka. Inget ya kanda, jangan senyum di depan dinda." kataku tegas padanya sambil menikmati rujak ala-ala aku.
Rizal POV ON
Aku bingung dengan sikapnya hari ini, minta di jemput di kantor, ngajak pulang tapi malah kerumah ibu, aku senyum gak di bolehin, katanya aku jelek, kalau aku jelek mana mau dia sama aku. Sampe di rumah ibu dia malah mau manjat pohon, kan yang enggak-enggak itu namanya.
Jadi akhirnya akulah yang berkorban untuk memanjat pohon, melighat dia yang kegirangan membuatku geleng kepala, apa sebegitu senangnya dia cuma karna mangga.
ckckc
✏️✏️dukung terus yess....
__ADS_1