
Setelah memasak makanan untuk Mas Surya, Aku bergegas memanggilnya ke kamar untuk makan siang. Dia keluar dengan wajah yang masih sama, wajah yang menyimpan kesal yang teramat dalam padaku. Biarlah...mungkin itu akan bisa membuat dia memaafkanku.
Aku mengambilkannya nasi di piring beserta lauk pauknya. Lalu aku duduk dindepannya. Tak ada percakapan diantara kami, hanya suara dentingan sendok dan garpu yang beradu dengan piring.
Selesai makan, dia masuk ke kamar untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. Sedangkan Aku masih berkutat di dapur membersihkan sisa sampah masakan dan mencuci piring.
Beres semua pekerjaanku, Aku masuk kedalam kamar, ku lihat dia berkutat dengan laptopnya. Jadi Aku langsung menuju tempat tidur merebahkan badanku yang capek sekali.
Tak membutuhkan waktu yang lama untuk ku terbuai, sampai aku tersadar ada yang memelukku dan menciumi tengkukku. Ternyata Mas Surya, kalau sudah begini dia pasti ingin mengambil jatah untuk ibadah.
Selesai dengan kegiatan kami, karena terlalu lelah jadi aku tertidur dengan tanpa busana. Aku hanya menutupnya dengan selimut. Ku lihat Mas Surya pun tak kalah capeknya, jadi dia tidur di sebelahku sambil memeluk pinggangku. Aku membelakanginya dan nyut...kenapa ini? Apa karena habis berhubungan makanya sakit?
__ADS_1
Aku gak ambil pusing lah, karena sudah sangat ngantuk jadi aku lanjutkan tidurku.
Belum sempat Aku pulas, Aku mendengar Mas Surya mengigau memanggil nama Hana untuk kembali padanya. Nyeri sekali hatiku. Bahkan setelah dia menghabiskan malam bersamaku sempat-sempatnya dia memanggil nama wanita lain.
Aku berbalik menghadapnya, ku elus wajahnya yang bersih, ku elus alisnya, kelopak matanya, lanjut ke hidungnya dan terakhir ke bibirnya. Bibir yang menyebut wanita lain dalam tidurnya.
"Kamu itu, sempat-sempatnya nyebut nama Hana saat kamu menghabiskan malam sama ak6u Mas??" Aku tersenyum kecut, menahan perihnya hatiku, jantungku berdetak dengan kecepatan ekstra tinggi di kala Aku sedang cemburu seperti ini. "Kamu tenang aja mas, aku akan mencoba mengembalikan Hana padamu. Itu janjiku. Aku akan berusaha membawanya kembali padamu." Aku berbicara dengan suara pelan sambil menatap wajahnya. Air mata tak dapat terbendung lagi.
Tak sanggup aku melangkahkan kakiku. Lama aku terdiam menahan sakit sampai akhirnya sakit itu berangsur-angsur menghilang. Setelah sakitnya hilang aku tak merasakan apapun, seperti tak pernah ada kejadian.
Jadi aku langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan melaksanakan ibadahku. Selesai mandi aku membangunkan Mas Surya, dia segera bergegas membersihkan diri. Hari ini dia mengimamiku sholat, aku sungguh bahagia. Beginikah rasanya rumah tangga bahagia? Aku berpikir sejenak. Seandainya saja pernikahan ini bukan karena hal yang terdesak pasti aku sudah menjadi wanita yang paling bahagia. Aku menitikkan air mataku.
__ADS_1
Selepas sholat subuh, aku bergegas kedapur membuatkan Mas Surya makanan, aku gorengkan nasi dengan telur ceplok di atasnya. Aku tau ini menu kesukaan mas Surya karena Hana sering membuatkan ini untuknya dan dia menghabiskannya.
Jadi aku coba membuatnya, walaupun tampilannya beda, sudah pasti rasanya juga beda, karena aku bukan Hana dan aku baru belajar.
✏️ sayangnya author mohon bersabar y untuk cerita Hana dan Rizal,,,
semoga mereka memberikan kejutan saat mereka kembali..hehe
Oya, jadi sampai sini masih ada gak yang bilang iren itu jahat?
Please like,koment love and star nya kak....
__ADS_1
Author lebih cinta kalian......😍💞😘