Terlambat jatuh cinta

Terlambat jatuh cinta
Aku mohon...


__ADS_3

Iren:"Apa jika benjolan ini di tangani sekarang saya masih bisa hamil lagi dok?"


Dokter:"mmmmm...maaf bu, dengan berat hati saya mengatakan tidak, karena sudah pasti operasi ini akan mempengaruhi organ reproduksi ibu."


Iren:"Kalau begitu saya akan pertahankan bayi ini."


Dokter:"Tapi bu.."


Iren:"Maaf dok, saya sudah membuat keputusan, saya akan mempertahankan bayi ini."


Setelah mendengar kata-kataku, dokter tak dapat berkata apa-apa lagi. Dokter hanya bisa bilang kalau terjadi apa-apa tolong segera menghubunginya. Aku mengangguk dan pergi meninggalkan ruang dokter.


Sesampainya dirumah aku tak ingin memikirkan hal itu, jadi aku menyibukkan diriku untuk sekedar mengemas rumah, membersihkan taman dan lain sebaginya hingga sore hari pun tiba saat Mas Surya memasuki kediaman kami.


Malamnya aku mengajak mas Surya untuk berbicara serius, dan dia mengiyakan ajakanku.


Iren:"Mas, Kalau seandainya aku pergi meninggalkanmu duluan, apa kamu akan sedih?"

__ADS_1


Surya:"Apa maksudmu?"


Iren:"Tidak, aku hanya bertanya, dan jika nanti aku pergi, aku ikhlas jika kamu kembali dengan Hana."


Surya:"Kamu itu bicara apa?


Iren:"Aku mengerti kamu sangat mencintai Hana, bahkan setelah pernikahannya dengan Rizal, kamu semakin menjauh dariku. Dia sudah memiliki orang lain mas,"


Ku lihat mas Surya diam membisu mendengar perkataanku.


Iren:"Mas, dapatkah kamu memaafkan aku? Aku sudah mengakui kesalahanku, dan aku juga sudah berubah. Tak dapatkah kamu menerimaku lagi dari awal? Aku ingin kita memulainya dari awal."


Iren:"Aku mohon, jangan menjadi egois mas, aku isterimu, kamu sudah kehilangan cinta untuk sekali, jangan sampai nanti kamu juga menyesal jika kehilangan lagi mas,"


Akhirnya pertahanan ku jebol juga, aku menangis sambil berlutut di hadapannya.


Iren:"Seburuk itukah kamu menilaiku mas? sehingga kamu tak mau memaafkan aku?"

__ADS_1


Surya:"Bangun lah, apa yang kamu lakukan ini, jangan membuatku sulit, aku mencintaimu Ren, kamu masih cinta pertamaku. Apa seburuk itu aku memperlakukanmu?"


Iren:"Aku tau aku salah mas, tapi ku mohon jangn hukum aku seperti ini, cukup lah Allah saja yang menghukumku, jangan lagi kamu memberikan aku hukuman, aku tak sanggup mas."


Aku menangis terisak di hadapannya, begitupun dengan dia, lalu dia menarikku kedalam pelukannya,


Surya:"Maafkan aku, aku sudah berlaku tak adil pada istriku, mungkin ini juga teguran bagiku, jadi tolong maafkan aku sayang..Aku menyadari sekarang apa yang kulakukan pada Hana dulu adalah salah, apakah aku harus minta maaf padanya?"


Iren:"Iya, harus, kita harus benar-benar minta maaf padanya. Aku tak ingin meninggalkan beban di dunia ini mas..."


Surya:"Iya sayang, mas juga.."


Mungkin mas Surya tak kan pernah tau akan penyakitku, dan aku harus menyembunyikannya demi aku bisa melahirkan sworang anak untuknya.


Iren:"Mas, aku punya kabar untukmu.."


Mas Surya melepaskan pelukannya dan menatapku.

__ADS_1


Surya:"Apa?"


Aku memberikan sebuah amplop putih dari rumah sakit yang di dalamnya adalah surat keterangan aku positif telah mengandung. Tampak wajah mas Surya berbinar melihat isi amplop itu, lalu dia memelukku dan mencium puncah kepalaku, dan mengatakan terimakasih sayang.. Aku hanya dapat mengangguk dengan senyum, tapi batinku menangis..


__ADS_2