Terlambat jatuh cinta

Terlambat jatuh cinta
Masih Mangga


__ADS_3

Ku lihat dia berlari ke dapur menyiapkan alat dan bahan untuk membuat rujak. Mangga asem kayak gitu pun dia sanggup makannya, kalau mangga mateng pasti manis, pikirku.


Ibu yang bertanya padanya diabaikan olehnya, jadi ibu beralih bertanya padaku.


Ibu:"kok tiba-tiba kemari nak? Dari belakang pula?


Rizal:"Dia dari tadi aneh bu,"


Ibu:"mansud kamu?"


Rizal:"masak Rizal gak boleh senyum, katanya senyum Rizal jelek."


Ibu yang mendengarnya tertawa ringan lalu menoleh kearah anak lesayangannya yang tengah menikmati rujak mangga.


Ibu:"terus ada tanda apa lagi?"


Rizal:"tadi Zal jemput dia di cafe, dia minta pulang kerumah, tapi teriba dia minta di anterin kemari, katanya mau petik mangga. Dan ibu tau, tadi dia mau manjat pohon mangga coba."


Ibu:"setelah pemblokiran waktu itu, sekarang ada blokiran lagi gak?"


Rizal:"Kayak nya gak ada sih bu, memangnya kenapa?"


Ibu:".coba deh kamu beli testpack,"


Rizal:" untuk apa bu?"

__ADS_1


Ibu yang mendengar pertanyaan ku menggelengkan kepalanya.


Ibu:"Ibu maklum karena kalian baru pertama, apa kamu gak curiga istrimu bertingkah seperti itu?"


Rizal:"Maksud ibu?"


Ibu:"Dimana ada istri yang bertingkah selain istri yang lagi ngidam?"


Rizal:"Ap...apa bu? Ngidam?"


Ibu:" ibu sih hanya liat tanda-tanda nya aja, kalo mau lebih jelasnya beli testpack atau pergi ke dokter."


Rizal:"Jadi maksud ibu Hana sekarang lagi hamil? baiklah bu, Rizal akan segera membawanya ke dokter."


Aku melihatnya yang sudah menghabiskn 5 mangga dalam sekali duduk. Aku tersenyum padanya dan jawaban nya tetap sama aku tak boleh tersenyum padanya. Itu membuatku sedikit lucu. Tak pernah dia melarangku tersenyum seperti ini.


Aku masih harus memastikannya untuk periksa ke dokter. Beaok aku akan membawanya ke dokter kandungan untuk di periksa, semoga saja dugaan ibu benar.


waktu menunjukkan sudah pukul 17.00 dan aku mengajaknya untuk pulang, setelah kenyang dia dengan mangganya terlihat ada kepuasan di wajahnya. Dia berjalanbdengan menenteng 2 kantung plastik yang berisi mangga. Aku hanya dapat menggelengkan kepala melihatnya seperti anak kecil ynag membawa makanan kesukaannya.


Di mobil..


Kanda:"Sayang, besok temani mas ke dokter ya.."


Dinda:"Loh, kanda sakit?"

__ADS_1


Kanda:"Tidak,, kanda hanya ingin memastikan sesuatu."


Dinda:"Apa?" tanyanya penasaran.


Kanda:"Besok kamu akan tau sayang." aku mengelus puncah kepalanya. Karena aku teringat aku tak boleh senyim, jadi aku menahan agar aku tak tersenyum.


Aku fokus menyetir, sekali-sekali aku melihat ke arahnya yang sedang asyik menciumi aroma mangga yang sangat di sukainya sambil mengelus elus mangga tersebut. Aku yang melihat mangga itu pun rasanya ngilu membayangkan betapa asamnya mangga itu.


Kanda:"Emang mangga nya mnis ya dinda?


Dinda:"Manis banget kanda, maaf ya tadi lupa nawarin, nanti deh kalau dirumah Hana makan mangga lagi, hana ajak mas untuk makan nya."


Kanda:"Untuk kamu aja sayang, mas ambilkan mangga itu cuma untuk dinda seorang."


Dinda:"Oke kalau gitu, biar Hana makan sendiri."


Aku hanya bergidik ngeri membayangkan betapa asamnya mangga itu jika masuk kedalam mulutku..


Rizal POV END..


Author sangat suka dengan babang yang 1 ini, kira-kira beginilah babang rizal yang ada di pikiran Author, punya mata coklat, alis tebal, dan karakternya dewasa, mirip banget dengan babang ini..Sosok yang udah buat auhtor jatuh cinta...😍😍😍 eits..karakternya yah, kalo orangnya Author udah punya babang Rizal sendiri..


Maafkan istrimu ini suamiku...ahaha😅


Like an coment kakak...😘😘

__ADS_1


__ADS_2