
✏️ maaf kan author ya di episode sebelum-sebelumnya banyak typonya. Bukan author sengaja kok, tapi ya begitulah manusia banyak khilafnya. Ucapan Hana di ralat dikit ya (Hana: "Tenang aja, Hana gak akan mencium orang yang gak cinta sama Hana kok...) oke, terima kasih...😘
Sesampainya dirumah ibu...
"Assalamualaikum bu,, Hana datang ni.."
"Waalaikum salam kak, ibu di dapur masih berkutat sama rendang jengkolnya." Lida yang tengah menonton tipi menyahut.
"Ooohhh. Nih kue tadi kakak beli di toko biasa."
"Terimakasih, kok gak sama mas Surya kak?"
"Kan udah kakak bilang dia sibuk. Kamu ini harus berapa kali kakak bilangin nya.." sambil mencubit hidung Lida yang agak pesek..
Ibu berjalan dari arah dapur dengan agak tergesa,"Udah dateng nak? Ibu rinduuuu kali sama kamu." sambil memeluk Hana
"Iya, Hana juga rindu sama Ibu, itu Hana bawain kue kesukaan Ibu."
"Iya makasih ya..loh, suamimu mana?"
__ADS_1
"Mas Surya gak bisa ikut bu, dia sibuk."
Memang ikatan batin ibu dan anak itu gak ada yang bisa ngalahin ya kan, padahal aku juga gak bilang sama siapa-siapa masalah keluarga ku, tapi sepertinya ibu tau aku sedang ada masalah.
"Kamu gak kuliah dek?" Tanya Ibu pada Lida.
"Iya, ini mau berangkat bu, Lida pergi dulu ya, Assalamualaikum.." sambil mencium tangan ibu dan kakak nya.
"Waalaikum salam" jawab mereka berdua.
Ibu tersenyum melihat ku, aku mengerutkan kening pertanda aku bingung dengan ekspresi ibu.
"Kenapa bu? Jengkolnya udah mateng?"
"Nanti aja nunggu ayah sama Lida pulang sekalian makan malem."
"Ya udah istirahat dulu sana, kamu pasti capek hari ini, mukamu kusam."
Aku memegang pipiku, ah apa iya? Apa make up ku kurang tebal ya nutupin bekas habis nangis? batinku..
__ADS_1
Aku hanya tersenyum dan berlalu pergi ke kamar meninggalkan ibu. Sepertinya ibu curiga deh.. Haduhhh gimana ini kalau sampai ibu tau? bisa gawat ini.
Ternyata jam sudah menunjukkan pukul 18.00 sore, yah,,aku ketiduran dong tadi, padahal tadi aku sedang berpikir untuk mengelak dari pertanyaan-pertanyaan ibu nanti, tapi bukannya mendapat jawaban aku malah ketiduran..
Tok tok tok suara pintu kamar di ketuk, "Hana, ayuk mandi dulu, ayah sama Lida udah pulang tu, bentar lagi kita Sholat maghrib jamaah.
"Iya bu, ini Hana bangun mandi.." teriakku dari dalam.
Selepas Sholat Maghrib kami pun melanjutkan makan malam bersama, sudah lama sekali aku tak merasakan kebahagiaan seperti ini. Merasakan hangatnya makan dengan keluarga.
Setelah makan Lida pamit ke kamar hendak mengerjakan tugas-tugas kuliah yang menumpuk.
Aku, ibu dan ayah memilih ke gazebo belakang rumah untuk bercengkrama, tempat dimana dulu kami sering menghabiskan waktu sekeluarga. Ahh,,, rindunya aku masa-masa itu..
"Tak ada yang ingin kamu bicarakan nak dengan ayah dan ibu?" Ibu membuka percakapan
"Apa bu? gak ada kok.." aku berkilah
"Nak, ibu ini ibu mu, ibu tau kamu sedang ada masalah, ibu punya ikatan batin yang kuat terhadap anak-anaknya." sambil mengelus rambutku.
__ADS_1
Tak terasa airmata ku tumpah, tak terbendung lagi, aku menangis tersedu-sedu di pelukan ibu, Ayah yang melihat ikut mengelus punggungku mencoba menenangkanku.
Tak dapat aku berkata-kata, aku melepaskan semua beban ku di hadapan orang tua ku.