Terlambat jatuh cinta

Terlambat jatuh cinta
Menjelaskan


__ADS_3

Aku melangkahkan kakiku memasuki cafe, perasaanku campur aduk. Aku duduk di kursi taman belakang dan berpesan pada Lisa bahwa Aku tak ingin di ganggu.


Lama Aku duduk merenungi nasibku, kenapa selalu seperti ini? Apakah aku tak pantas jika bersanding dengan Rizal?


Sebenarnya dimana salahnya Aku? Aku menjatuhkan kepalaku di atas meja, air mata membasahi pipi mulusku, Aku memejamkan mata, rasanya capek banget hari ini, pikiran ku berputar-putar rasanya.


"Kenapa Nona murung sekali?" Tiba-tiba Rizal berada disampingku.


"Hai Mas,,," Aku mengangkat kepalaku lalu membersihkan air mataku, "Ayo duduk."


"Iya terimaksih. Kita ini seperti anak kecil, ada masalah bukannya di selesaikan baik-baik tapi malah kabur-kaburan. Kenapa kamu tadi kabur? dan kenapa kamu balikin cincin ini?" Dia mengeluarkan cincin bermata hijau itu.


"Hana gak mau menjadi orang ketiga lagi Mas, Hana cuma mau mundur daripada kejadian yang lalu terulang lagi. Hana gak mau lagi mencintai tapi tersakiti Mas, biarlah Allah yang menjaga hati Hana biar gak terasa sakitnya...hahaha" Aku tertawa tapi hatiku nyut-nyutan.


"Sebelumnya aku minta maaf sama kamu, Aku gak menghubungimu seminggu ini, Aku banyak banget urusan. Jadi aku mau menyelesaikannya satu per satu."


"Iya, Hana ngerti kok. Oh ya, Mas ada kemari ya senin kemarin?"


"Iya, tapi aku langsung pergi setelah mendengar mantan suami kamu meminta rujuk."


"Mas cuma denger sampe situ aja?


"Iya."


"Jadi apa kesimpulan yang mas dapet?"

__ADS_1


"Kamu mau rujuk lagi dengan mantan suamimu dan harus menikah dulu dengan lelaki lain? Maaf Hana, aku gak sanggup jika hanya dijadikan batu loncatan."


"Makanya Mas cari perempuan lain dan ninggalin Hana gitu aja?" Runtuh pertahananku...


"Kamu salah paham, dia Rani sepupuku, anak dari adik mama ku, dia sedang ada masalah dengan suaminya. Jadi dia menceritakan masalahnya padaku untuk meminta pendapatku.


"Oh...." Jawabku asal.


"Cuma oh aja?" Rizal menutkan alis nya.


Aku tersenyum getir padanya. Lantas apa yang harus ku katakan? tidakkah kamu mengerti perasaanku saat ini?


"Apakah Nona Hana mulai cemburu pada Tuan Rizal?"


"Kenapa gak di jawab? Apa kamu mulai cemburu?" dia menggodaku


"Apa yang harus di cemburuin ma9s? Kalo dia hanya sepupu kamu.."


"Mas???" tanyanya bingung. "Sejak kapan?"


"Kenapa? Tuan tak suka kah? Tuan kan lebih tua dari Hana, jadi boleh lah Hana panggil Mas aja,"


"Boleh...malah bagus.."


Aku tersenyum begitupun dia. Lama kami terdiam larut dalam pikiran masing-masing.

__ADS_1


"Tak ada yang mau kamu jelaskan sama Mas?"


"Apa?" Tanyaku bingung


"Tentang perasaan mu dan rencana mu dengan mantan suamimu."


"Mas tak mau bertanya dan mendengarkan Hana, untuk apa Hana jelaskan?" Aku malah bertanya balik.


"Tapi sekarang Mas tanya sama kamu.."


"Mas mau denger yang mana dulu?" Tanyaku pada Rizal.


"Bagaimana perasaan mu padaku?"


"Hana merasa gelisah waktu Mas gak kasih kabar sama Hana, Hana pikir mungkin Mas hanya bercanda aja waktu ngelamar Hana, jadi yah...sebisa mungkin Hana menetralisir perasaan galau itu.


"Jadi kamu mulai ada rasa sama Mas?"


"Mungkin.."


Rizal tersenyum kearah ku, ah...aku gak tahan dengan senyum nya itu, kenapa sih manis sekali? membuat jantungku lompat goni aja.


✏️ maafkan author yang banyak kesalahan dalam penulisan, typo berhamburan..


dukung terus novel dan authornya ya...

__ADS_1


__ADS_2