
Selepas sholat isya masih diruangan ini, di Mushollah kecil ini yang terdapat di salah satu sudut ruangan rumah papa dan mama, aku memberanikan diri ku untuk menceritakan masalahku. Tapi..
"Hana, sebenarnya ada yang mau papa omongin sama kamu."
"Ngomong apa pa?" tanyaku penasaran.
"jawab jujur sama papa, apa pernikahanmu bahagia nak?"
Deg...deg...deg...
kenapa papa tanya soal itu ya, apa papa sudah tau?
"kenapa pa? apa kelihatan kalau Hana gak bahagia ya?" tanyaku balik, sungguh Aku gugup saat ini.
"Bukan seperti itu, sepertinya ada sesuatu yang mengancam kelangsungan rumah tangga kalian, apa papa benar?"
"Pah...."
Aku tertunduk tak dapat melanjutkan kata-kataku, aku gelisah, ku lihat mamah yang mulai meneteskan air mata.
"mama kenapa nangis?"
Mama hanya menggelengkan kepala, semakin aku perhatikan semakin pula mama menjadi.. Sekarang aku yang bingung. Sebenarnya ada masalah apa? Dan sebenarnya siapa yang bermasalah? Seharusnya aku yang menangis, tapi kenapa mama yang tersedu-sedu?
__ADS_1
"Maafin mama dan papa nak..."
"Loh, kenapa mama minta maaf, memangnya kenapa ma? pa?" bergantian aku melihat mereka.
"Sebenarnya kami sudah tau masalah rumah tangga mu, tapi kami tetap diam, Papa merasa bersalah padamu nak, karena telah membiarkanmu menghadapi ini sendiri...
Aku mengerutkan keningku, siapa yang memberi tahu mereka pikirku, aku sedikitpun tak menceritakan permasalahan kami..
"Apa ayah dan ibu yang menceritakannya?"
"Apa? Jadi besan udah tau masalah kalian?" Papah terkejut
"Gimana ini pa? mama merasa bersalah sekali dengan besan kita, seolah-olah kita orang tua yang tak bertanggung jawab..hu...hu...hu..."
"jadi kenapa mama menangis? Sudahlah ma, ini sudah kehendak Tuhan..
"dari temen papa yang berada di rumah sakit, dia adalah dokter yang menangani penyakitnya papa Iren."
Flashback on...
"Din, aku lihat beberapa hari yang lalu aku lihat anakmu kerumah sakit bersama anak dari pasienku, sepertinya mereka mesra sekali. Bukankah anakmu sudah menikah?"
"Jangan bercanda kamu Bas.."
__ADS_1
"Aku gak becanda...Bahkan saat pasien kritis anakmu berlari keluar rumah sakit dan ternyata dia kembali membawa penghulu." jawab dokter Bas sungguh-sungguh.
Deg...
"Lalu apa yang terjadi?"
"Dia meminta ku dan beberapa perawat untuk menjadi saksi pernikahan anakmu dan Iren. Ternyata tak berselang lama Papa Iren meninggal dunia Din.."
"Dasar anak kurang ajar, tega sekali dia menduakan menantu kesayanganku, akan kukuliti dia hidup-hidup."
"Sabar Din, Lebih baik kalian bicarakan baik-baik, tak elok jika masalah keluarga sampai bocor di dengar orang.."
"baiklah Bas,, terimakasih atas saran dan pemberitahuanamu. Kalau tidak aku tak mengetahui jahatnya anakku. Aku pamit dulu, akan aku bicarakan dengan istriku."
"oke, hati-hati dijalan."
" Yoi broo.." jawab Papa agak gaooll
Sesampainya papa dirumah, papa berjalan terburu-buru mencari kekasih hatinya yaitu mama, saking tergesa-gesanya sampai kakinya kesandung meja, pas pula kena tulang keringnya...haiiihh sakitnya luar biasa ..
"mah...mamah...dimana? Where are yu? Ada yang mau papa omongin ini... mah??" Dengan sedikit berteriak.
"Ada apa sih pa? kenapa meringis-meringis gitu?" Tanya Mama yang baru keluar dari kamar.
__ADS_1
"papah tadi kesandung meja di depan.."sambil meringis, rupanya sakit juga pikir papa
"Kan udah dikasih mata di kaki, kenapa gak di pake matanya?" sambil berlalu mengambil kotak obat,