
Semenjak Leo menyatakan perasaan nya pada ku, dia pun dengan gencar terus mendekati ku, bertanya-tanya pada sahabat-sahabat ku, pokoknya gak ada kata menyerah untuk Leo ingin memiliki aku.
Memang, di aku akui bahwa Leo adalah sosok orang yang sangat pengertian, dia tampan, berwibawa, dia juga sosok orang yang alim, itu yang aku ketahui belakangan ini. Dia juga seorang yang bisa di bilang pengusaha muda. Tak ada yang kurang dari diri Leo.
Bahkan Leo secara terang-terangan melamar ku saat mereka di kantin. Banyak mata tertuju padanya, Rekan-rekan sejawat ku pun tak menyangka dengan tindakan Kakak tingkat kami ini.
Leo:" Lida, di depan temen-temen kamu, aku dengan jelas mengatakan bahwa aku mencintaimu, dari awal kita bertemu. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Dan saat ini aku memintamu untuk menjadi istriku, bukan pacar ku. Apakah kamu bersedia?
Aku yang begitu mendengar pernyataan cinta Leo ya sudah pasti tercengang, bukan ini yang aku mau, apakah tidak jelas penolakan ku selama ini? Di hatiku juga sudah ada orang yang mengisi. Jadi aku gak mungkin nerima cintanya, tapi aku juga bingung dengan perasaan orang disana, apakah dia mencintaiku atau tidak.
Lida:" Leo, mari ikut aku. dan Lidya tolong temani aku."
Lidya:" Baiklah."
Aku berjalan menuju taman kampus, aku gak habis pikir dengan tindakannya melamar ku di depan orang banyak. Aku hanya ingin menjawab pernyataannya tidak di tempat umum, agar tak ada yang terbebani rasa malu nantinya.
Aku duduk di bangku taman yang ada meja di depannya dan bangku juga di seberang meja, Leo duduk di depan aku dan Lidya.
Leo:" Kenapa kemari? dan kenapa ada Lidya?"
Lida:" Kita bukan muhrim, jadi aku harus sslalu membawa teman untuk bertemu laki-laki non mahram."
Leo:" Jadi apa tanggapan mu dengan pernyataan ku?"
Hhhmmmmm....Huuuffttt, Aku menarik nafas dan membuang nya perlahan.
Lida:" kak, aku minta maaf sama kakak. Seharusnya kakak tau gimana perasaan ku, aku jelas menolak kakak dari kemarin."
Leo:" Kamu menolakku karena aku mengajak mu pacaran bukan? Tapi sekarang aku memintamu untuk jadi isteri ku Lida.."
Lida:" Tapi di hatiku ada orang lain kak."
Leo:" Kamu jangan bohong Lida.."
Lida:" Aku gak pernah berbohong kak,"
Leo:" Kita bisa jalani ini setelah menikah, perlahan-lahan perasaan cinta pasti akan mincul."
Lida:" Apa kakak yakin?"
Leo:" Aku yakin pasti bisa membuat mu jafuh cinta padaku seperti aku mencintaimu. Bukankah pacaran setelah menikah lebih romantis?"
Lida:" Entah lah, Tapi aku belum yakin."
Leo:" Apakah seseorang itu sudah melamarmu?"
Lida:" Belum kak,"
Leo:" Bedarti peluang untukku besar kan?"
Lida:" Beri aku waktu kak."
Leo:"Baiklah, jika kamu mau waktu, anggap aja kita ssdang bertaaruf, jika nanti kamu berubah fikiran maka kamu bisa datang padaku dan aku akan membawa orang tuaku melamarmu."
Lida:" Baiklah. Terimakasih pengertian kakak."
Leo:" Hanya 2 minggu.."
__ADS_1
Lida:" Baiklah,"
Leo:" Ya sudah, aku kembali ke kantor dulu."
Aku hanya mengangguk saja. Setelah Leo hilang dari pandangan, aku menghela nafas kasar. Sungguh pilihan yang rumit.
Lidya:" Kalau tak suka jangan di paksa Lid.." Lidya menepuk bahuku.
Lida:" tapi tak ada celah untuk aku menolaknya. Dia lelaki yang baik. Kamu lihat kan?"
Lidya:" Tapi hatimu? Apa kamu bahagia dengan lamaran tadi?"
Lida:" Aku harus membicarakan ini dengan keluargaku dulu."
Lidya:" Ya, itu jalan terbaik Lid, aku akan selalu mendukung mu dengan segala kemamphanku."
Lida:" Oh iya, tolong nanti kamu jelaskan pada mereka apa yang terjadi sekarang, aku mau pulang dulu, pikiranku kalut, lagian aku gak ada kelas lagi sore ini."
Lidya:" Baiklah, hati-hati di jalan."
Aku mengangguk mendapat perhatian dari sahabat karibku semenjak kecil ini, dia selalu bisa menjadi sosok yang lebih dewasa dariku jika aku punya masalah. Aku bersyukur karena mempunyai sahabat-sahabat seperti mereka terutama Lidya.
Sesampainya dirumah, tak ku temukan ibu, ayah juga pasti masih ngantor. Sedangkan kak Hana dan mas Rizal sudah pindah kerumah mas Rizal.
Jadilah aku menangis terisak sendiri di kamar, tak tau apa yang harus ku lakukan. Kenapa aku tak rela di lamar oleh Leo? Apa salah nya Leo? Apa yang kurang dari Leo? Bahkan umur kami tak beda jauh.
Lalu siapa yang aku harapkan untuk menjadi imamku? Apakah dia yang disana? Apakah dia bersedia mempersuntingku? Apakah dia mencintai ku? Hah...cinta...
Padahal aku sendiri yang mengatakan kalo ada pria yang siap dan berperangai baik meminangku maka akan aku terima, tapi kenapa hatiku ragu? Apa yang kuharapkan dari dia yang disana?
Aku harus memastikannya, aku harus bertanya padanya bagaimana perasaannya padaku. Tapi sebelum itu, aku harus bilang sama ayah dan ibu. Mereka lah yang terpenting.
Ayah:" Ada apa nak? Ada masalah?"
Lida:" Yah, ada yang ngelamar Lida, orang nya baik, sudah bekerja, sopan, alim juga.."
Ayah:" Lantas kamu terima?"
Lida:" Sebenernya Lida suka sama orang lain yah,,"
Ayah:" Siapa?"
Lida:" Pak Eko."
Entah apa maksud nya tapi sekilas aku melihat ayah tersenyum mendengar aku bilang pak Eko.
Ayah:" apakah pak Eko mu sudah ada tanda-tanda melamar mu?"
Lida:" Gak tau yah, lagian pernah 2 x Lida liat dia seperti sedang taarufan dengan perempuan, dengan di temani mahram masing-masing."
Ayah:" Bisa ayah bertemu dengan orang yang melamar mu?"
Lida:" Bisa yah, tapi jangan di dumah. Lida gak mau."
Ayah:" Iya, kita ketemuan di luar."
Setelah lama kami berbincang tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Sampai lah aku di kamar ku, di tempat tidurku, ku raih hp ku dan ku buka kontak "Calon Imam" entah kenapa aku enggak mengganti nama kontak itu dan aku yakin dia memang calon imam ku.
__ADS_1
Tuuut...tuuuttt...tttuuuuttt....
Eko:" Assalamualaikum..."
Lida:" Waalaikum salam pak,,"
Eko:" Ada apa Lida? Kamu nangis?"
Lida:" Enggak pak, saya gak nangis, oh iya, bapak kapan pulang? Seharusnya 2 minggu lagi kan ya?"
Eko:" Kenapa? akmu rindu saya?"
Lida:" Pak, saya serius, kapan bapak pulang?"
Eko:" Maaf Lida, sepertinya saya gak jadi pulang 2 minggu lagi, karna pekerjaan saya cukup banyak yang harus di selesaikan disini."
Lida:" Gak bisakah bapak pulang?"
Eko:" Memangnya kenapa?"
Lida:" Perasaan bapak ke saya gimana pak?"
Eko:" maksud kamu?"
Lida:" Saya minta maaf pak, Seperti nya saya sudah jatuh cinta sama bapak. Dan saya ingin memastikan saja perasaan bapak pada saya. Maaf sebelum nya jika saya lancang."
Eko:" Saya tidak bisa menjawab peryanyaan kamu sebwlum saya kembali, apakah kamu masih menunggu saya?"
Lida:" Entah lah pak, Saya bingung.."
Eko:" Bingung kenapa?"
Lida:" Enggak, gapapa pak, Saya hanya punya waktu 1 minggu untuk menunggu bapak, tapi jika memang bapak gak bisa kembali ya gapapa. Mungkin kita memang tak jodoh."
Eko:" Maksud kamu?"
Lida:" Ada yang melamar saya pak, dia memberi saya waktu sampai minggu depan."
Eko:" Jika dia memang orang baik, maka terima lah Lida. Minggu depan kan kamu jawabnya?"
Lida:" Iya, Ya udah saya tutup ya pak, Assalamualaikum..."
Kan, apa ku bilang, pasti bapak tu nolak aku, secara wanita yang di kenalkan padanya semuanya bejilbab besar, pastti lah ilmu agamanya luas. Dan pasti lah pak Eko tertarik sama Salah satu antara mereka.
Hadits Tentang Memilih Calon Istri ini nampaknya sangat penting bagi seorang lelaki yang hendak menikahi seorang wanita. Baik secara taaruf maupun secara kedekatan kekeluargaan dan lain halnya.
“Wanita dinikahi karena 4 perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang memiliki agama, niscaya engkau beruntung.”
Ini dijelaskan dalam Hadist Riwayat Al-Bukhari (V/1958), Muslim (II/1086).
Tapi untuk apa aku menunggu lama sampai Seminggu kalau yang aku tunggu pun tak mungkin datang? Aku pun menirim pesan singkat pada Leo agar bertemu di restoran x karena ayah ingin bertemu. Dan Leo menyetujui nya.
Besoknya setelah pertemuan, tak ada juga celah bagi ayah untuk menolak niat baiknya Leo. Karena Leo memang orang yang baik.
Setelah aku membersihkan diri di kamar, aku memutuskan besok aku akan langsung memberikan jawaban pada Leo. Mungkin aku harus menerima kenyataan bahwa pak Eko memang bukan lah jodoh ku..
Ah, udah jam segini aja. mungkin aku harus tidur lebih awal sekarang mengingat aku sebagai asisten Dosen.
__ADS_1
Aku pun terbuai dalam mimpii yang indah..