
Dua bulan sudah berlalu, sekarang kehamilan ku memasuki usia kandungan 7 bulan. Dan hari ini adalah hari dimana Aku dan suami mengadakan acara tujuh bulanan, tak ada acara adat yang kentara, kami sepakat untuk mengadakan acara makan bersama saja dan melakukan upacara menyambut persalinan yang lebih dikenal dengan nama Peusijuek serta mengundang anak-anak yatim untuk duduk bersama sambil mendendang kan sholawat.
Dengan banyaknya perkembangan dan pertumbuhan penting yang dialami bayi pada usia 7 bulan dalam kandungan, maka dilaksakanlah peringtan 7 bulanan supaya bersama-sama mendoakan kesehatan, keselamatan dan kelancaran kelahiran sang bayi serta sang ibu yang mengandungnya.
Selain itu, usia kandungan yang telah menginjak usia ke 7 bulan juga memiliki pantangan tesendiri bagi sang ibu hamil atau ayah biologisnya baik secara agama maupun secara adat istiadat yang berlaku di masyarakat.
Sebelum acara makan dimulai, dilakukan tradisi peusijuk atau tepung tawar kepada pasangan suami-istri. Acara peusijuk dipimpin oleh tetua kampung atau keluarga, dengan membaca doa dan shalawat nabi. Pasangan suami isteri didoakan agar mendapat kemudahan dalam proses persalinan.
Bahan-bahan yang menjadi perlengkapan peusijuk adalah satu talam ketan kuning dengan tampo (penganan pisang yang dilumatkan dengan tepung beras), satu baki air, satu ikat dedaunan untuk tebar air (on sijuek), dan satu genggam padi dan beras.
Dedaunan yang digunakan berasal dari jenis rumput khusus yang dicabut dengan akarnya (naleung sambo), ditambah dengan daun pandan, dan batang pinang kecil. Di dalam baki air juga dicelupkan cincin emas. Cincin itu ditempelkan pada kening dan dada pasangan sembari didoakan. Cincin adalah simbol harta, bahwa ia harus dicari dengan pikiran (rasional) tapi selalu harus mempertimbangkan aspek moral dan etis (spiritual). Pikiran dan hati harus selalu berkoneksi ketika mencari rezeki (mita hareukat).
Dalam agama Islam tidak ada syariat yang mewajibkan ataupun mengatur adanya peringatan 7 bulanan ini. Pada masa Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam tidak mengenal istilah peringtan 7 bulanan dan tidak ada perintah atau anjuran tentang hal tersebut.
Acara 7 bulanan ini memang mulai dilakukan oleh para umat dari sahabat-sahabat setelah Nabi Muhammad dan para wali yang saat itu merantau untuk menyebarkan agama Islam di berbagai daerah dengan berbagai adat istiadat serta agama yang dianut oleh masyakatnya. Untuk menghormati adat yang sudah ada di daerah tersebut mereka menyatukan atau menyesuaikan antara adat istiadat yang ada dengan doa-doa, sholawatan dan surat dalam al-Qur’an.
Menurut Madzhab Syafi’i, acara syukuran dengan membagikan perjamuan atau hidangan makanan dan minuman kepada para tamu undangan adalah sunah selama hal tersebut diniatkan untuk menunjukkan rasa syukur akan nikmat Allah subhana hua ta’ala dan sebagai bentuk berbagi kepada saudara atau para tamu undangan. Dimana dalam proses acara tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk saling memepererat tali silaturahmi antara tamu undangan.
Mengenai hal ini, Nabi Muhammad Sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Lau du’iitu ila kuraa la ajabtu
artinya:
“Seandainya aku diundang untuk jamuan makan sebesar satu paha belakang (kambing), pasti akan aku penuhi” (HR. Bukhari)
Selain itu, acara syukuran atau peringatan 7 bulanan yang memberikan suguhan kepada para tamu undangan juga termasuk sedekah yang merupakan perkara mulia.
Lidya:" Semoga jadi anak Sholeh ya mak,, udah tau jenis kelamin nya?"
Lida:" Rahasia..."
Lidya:" buat kejutan ya?"
Lida:" Iya donk... Udah makan? makan dulu gih,"
Lidya:" Iya bentar lagi.."
__ADS_1
Lida:" Aku kedepan dulu ya.."
Lidya:" Iya..."
Aku berjalan keruang tamu yang hanya ada beberapa orang saja karena acara sudah selesai. Ada Mira yang sedang berbincang dengan Ridha, Di sebelah nya juga ada Kak Rivan dan Bang Hen?? kok bisa deket sama Ridha ya? padahal Kece yang laen lagi ngumpul duduk di teras,
Ridha:" Kakak Ipar, duduk sini gabung.."
Lida:" Biasa aja deh Lid.. kok kalian berempat disini?"
Ridha:" Ngobrol aja.."
Hendra:" Sekalian Pdkt dek Lida.."
Lida:" Sama siapa?"
Tanya ku penasaran, ku lihat bang Hen malah senyum-senyum, begitupun dengan Ridha, apa jangan-jangan mereka ya? di tambah lagi kak Rivan dan Mira juga memandangi mereka berdua..
Lida:" Di larang pandang-pandang terlalu
dalam bang Hen... Kalo udah siap langsung aja, lama-lama terlambat nanti..."
Hendra:" Mau minta restu dulu nih sama calon mertua.."
Lida:" Ya udah, Lida panggilin dulu ya Ayah sama Bunda..."
"Jangan...." kompak mereka melarang ku untuk memanggil ayah dan bunda...
hehehe
Lida:" Kompak bener?"
Ridha:" Kamu sih, gak hari ini juga kali Lid,,"
Lida:" Iya, Aku tadi cuma bercanda doank kok... hihihi"
Hendra:" Dek Lida buat abang senam jantung.."
__ADS_1
Hahaha...lucu...lucu... seorang bang Hen yang bisa di bilang slengekan dan nyeplos bisa dag dig dug juga dia mau ketemu calon mertua..wkwkwk
Lida:" Kak Rivan kapan lagi mau lamar sahabat aku yang cantik ini?"
Tanya ku sembari memeluk Mira yang tersipu mendengar ucapanku.
Rivan:" Udah mulai kok Lid, tinggal nyusun waktu aja untuk pulang ke kampung halaman Mira, mau ngelamar dia.."
Lida:" Alhamdulillah.. ada kemajuan. Langsung Nikah kan? gak tunangan lagi?"
Rivan:" Enggak lah, liat Eko mau punya anak kakak jadi pengen juga punya anak,,"
Lida:" Nikah dulu lah kak,,"
Rivan:" makanya itu,, nih lagi cari waktu kosong nih, masih banyak kerjaan di kantor.."
Mira:" Ya udah gapapa, pelan-pelan aja, lagian aku gak akan berpaling kok dari kamu mas..."
Hendra:" Ce ileeee... meleleh hati abang dek..."
Sukses kak Rivan mendaratkan getokan cantik di kening bang Hen..
✏️✏️🙄🙄...???
Subhanallah sekali ya,, udah di iket juga, tapi lepas imaaji nya..😭😭
Aku kudu piye?? 😂😂
Selamat membaca..maaf jika banyak Typo kakak..mohon dukungannya ya...
Lida:"kayak nya ada bau-bau mau tamat lah ini ya?"
Green:"Mmmm.... anu...mmmm itu... aaaaa... apa ya? Gimana ya bilang nya?n🙄🤔
Rudi:" Jangan kabur dulu,, aku gimana nasib nya?"
Green:" Tapi kalo jodoh gak kemana Rud,, santai aja lahhh.... 😁😁"
__ADS_1
Rudi:" No no no.. no...!!"
Green:" 🙏🙏"