
Aku teduduk lemas di pinggir ranjang. Dia yang semakin menjadi tangisnya, aku tak bisa menghentikannya, perasaanku campur aduk sekarang. Sebegitu beratkah ujian yang Allah beri padaku? Apakah ini semua karma atas perbuatanku pada Hana?
"Selamat, kamu sudah berhasil membuat semuanya menjadi kacau. Selamat karna doa mu di kabulkan sama Allah, kamu gak perlu berulang kali kehilangan anakmu, tapi dalam seumur hidup kamu akan susah punya anak. Apa kamu puas sekarang?
"Maafkan aku Mas, maafkan aku. Aku akan berusaha untuk ikut program kehamilan agar kita bisa punya anak.."
"Apa kamu yakin? kamu tau kemungkinan 5% persen itu kecil sekali iren. Aku menyesal telah menceraikan Hana. Sungguh aku menyesal."
Iren hanya bisa terisak, menangisi segala kebodohan yang telah dia lakukan.
"Sekarang aku hanya berharap kamu bisa memperbaiki kelakuanmu untuk bisa diterima dalam keluargaku. Karena mu aku menceraikan Hana dan tak bisa lagi kembali padanya. Itu sungguh membuat kedua orang tuaku Murka."
"Iya, aku janji mas.."
__ADS_1
Beberapa hari di rumah sakit akhirnya Iren di perbolehkan untuk pulang. Ada panggilan telepon dari pengacaraku bahwa Hana sudah berhasil menggugatku untuk bercerai secara hukum. Dan aku tau bahwa dalam beberapa hari lagi dia sudah bergelar janda.
Bodohnya aku melepaskan orang yang paling penting. Kenapa aku baru sadar sekarang bahwa dia penting dirumah ini? Aku masuk ke kamar yang biasa dia tempati, aku masih melihat foto-foto yang terpajang di dinding kamarnya, hanya foto-foto ini yang tidak di bawa pergi olehnya.
Tling...
Ku buka pesan di hp ku, ternyata Hana, dia bilang dia rindu padaku? Haha.. bodohnya aku, orang sebaik ini kenapa aku lepas begitu saja? Aku tak dapat membalas pesannya, terlalu malu untukku mengakui bahwa aku punya perasaan padanya. Apa gunanya lagi kalau kami gak bisa kembali? Akhirnya aku menangis mengingat semua perbuatanku padanya dulu.
Jum'at sore aku berencana menemuinya di cafe tempat biasa dia bernyanyi, namun hari ini aku tak mendapatinya datang ke cafe, aku pulang lagi dan besok aku akan kembali manatau dia akan berada disitu.
"Maaf mbak, apa wanita yang sering bernyanyi disini tidak datang hari ini? Saya sudah menunggunya 2 hri tapi dia tak nampak."
"Maaf,wanita yang mana ya pak?" Jawab Lisa yang di tanyain
__ADS_1
"Dia sering bernyanyi disana sendiri pakai gitar."
"Oh, mbak Hana?"
"Mbak tau dia kan? Apa hari ini dia tidak datang untuk bernyanyi?"
"Iya, Mbak Hana gak datang dari kemarin Pak, dia sedang Liburan sekalian meninjau lokasi untuk pembangunan cafe baru,"
"Apa? cafe baru?"
"Iya pak, Mbak Hana itu pemilik Green cafe ini, Nah, lokasi yang dia kunjungi sekarang untuk membangun cabang ke 6 cafe ini."
"Hana? Pemilik cafe ini? Saya gak salah denger?"
__ADS_1
"Enggak, Bapak gak salah dengar kok. Bahkan sudah banyak media yang menundangnya untuk wawancara dan tampil sebagai bintang tamu, salah satunya Radio Jagadara yang sangat terkenal itu.
Aku terdiam mendengar penuturan Lisa yang ternyata dia adalah Asisten pribadi Hana. Sehebat itukah dia?