Terlambat jatuh cinta

Terlambat jatuh cinta
Pertama masak


__ADS_3

Surya POV on..


Aku merasa sepi dirumah ini, biasanya ada Hana yang menyiapkan sarapan untukku, Ada Hana yang menyiram bunga saat aku pulang kerja, bahkan biasanya ada suara dia bernyanyi dengan merdunya. Tapi sekarang semua berbeda, semuanya berubah. Aku ingin menyesali perbuatanku, tapi jika Aku menyesalinya pun Hana tak akan kembali padaku.


pekarangan ini yang biasanya rapi tapi sekarang malah banyak rumput yang sudah tinggi-tinggi, semua tanaman kesayangan Hana tak terawat lagi, bahkan ada yang hampir mati karena tak pernah disiram.


Terkadang akupun emosi juga pada Iren tanpa sebab, tidak seperti Hana yang yang bisa memilah kata dan membujuk, Iren hanya bisa membantah kata-kataku dan akhirnya menangis


Aku kesal, kenapa perasaan ku pada Iren berubah? Bahkan jika Aku mengingat kembali dia tega membunuh buah hati kami yg mengakibatkan dia sulit hamil, aku rasanya mau melampiaskan seluruh amarahku.


Sungguh aku benar-benar terlambat menyadari perasaanku.

__ADS_1


"Kamu gak masak? Aku tau kamu juga kerja, tapi apa kamu gak bisa prioritaskan aku jadi yang pertama?" Aku kesal pada Iren.


"Hari ini kita makan diluar aja dulu ya Mas, terus nanti Aku belajar masak untuk kamu." Jawab Iren santai.


"Coba Hana ada disini, pasti aku gak kelaparan begini." Aku menyindir Iren.


Setelah aku berkata begitu, kulihat raut wajah Iren berubah jadi sedih. Dan aku tidak peduli. Yang aku mau dia bisa seperti Hana. Aku juga gak tau kenapa sekarang terlalu banyak tuntutanku pada Iren.


Pagi ini aku buru-buru hendak berangkat ke kantor, setelah sholat subuh Aku bergegas untuk pergi, rencana hendak makan diluar, tetapi saat aku keluar pintu kamar, aku mendengar suara spatula sedang beradu dengan kuali. Akupun penasaran sehingga Aku mendekatkan diri ke dapur.


Ternyata Iren sedang memasak, dan tampilannya sangat lucu menurutku, dapur berserakan. Lama aku memperhatikannya hingga dia berhasil membuat makanan pertamanya dirumah ini. Telur Orek.

__ADS_1


Aku duduk dimeja makan, dan dia menyuguhiku telur buatannya. Ketika aku mencobanya, ughh...Perutku langsung mual. Tanpa banyak berkata, aku berdiri dari tempat duduk dan segera pergi ke kantor tanpa memperdulikan dia yang mematung heran melihat tingkahku.


Dia memanggilku berkali-kali tapi Aku tetap melanjutkan jalanku menuju mobil yang sudah aku panaskan.


Aku pergi tanpa pamit padanya, tak ada ucapan sayang, tak ada cium kening seperti biasa. Ah iya aku lupa, apa dia tidak bekerja hari ini? Biarlah dia. Kalau menunggunya bersiap pasti akan memakan waktu yang cukup lama batinku.


...........


Siang ini aku mencoba pergi ke cafe Hana, setelah sampai disana aku menemukan sosok itu sedang bersama seorang wanita tua, aku memperhatikan mereka, Aku tak pernah tau kalau Hana punya nenek. Ternyata sikap Hana itu manja sekali, bahkan dia sampai bergelayut manja.


Seandainya saja dia bergelayut padaku, oh sungguh aku sangat bahagia sekali. Aku hanya mampu memandangnya dari kejauhan saat ini, sesekali aku berfikir apakah bisa dia kembali padaku? oh Tuhan...tunjukkan lah jalan Mu, aku ingin menebus semua dosa yang telah Aku perbuat dengan Hana. Tapi aku juga tak ingin menyakiti hati Iren.

__ADS_1


Aku sadar aku bersikap tak adil selama ini pada Hana, dan setelah ku pikir-pikir sepertinya aku juga melakukan hal yang sama pada Iren. Ah... bodohnya aku, mau berapa banyak lagi wanita yang akan aku sakiti?


__ADS_2