Terlambat jatuh cinta

Terlambat jatuh cinta
KPM


__ADS_3

Eh eh eh... Baru kemaren PPL nya ya kan? ni malam udah KPM? waahhh...kampus Lida Gercep bener ya kan?


Green pun mau lah kalo bisa gitu..hehehe


Lida:" mana bisa green, kampus ini khusus di buat untok kami-kami aja, untuk mu tak bisa.."


Green:" Emangnya kenapa?"


Lida:" Secara kampus begini cuma ada di Novel kale... Elu mah kagak masuk kemari..."


green:" Iyalah green tau. anak kecil gak sopan ngomongnya."


Lida:" Iya lah orang tua..."


Green:" LIIIIIDDDDDAAAAAAA.........!!!!!"


Lida:" Kabuuuuuurrrrrrrrr....🚡🚡


..........


Aku berencana menghubungi pak Eko lagi, tapi sampai hari ini pun jawaban nya tetep sama... dapet gelas cantik kalau sekali lagu missed call. Hadeee... dapet operator darimana sih pak Eko itu.


Hari-hari ku jalani, demi mendapatkan beasiswa ke Jepang dan demi bisa menemui orang yang udah gantung perasaan aku. Liat aja nanti kalo ketemu ya pak Eko..


Alhamdulillah, materi semester 7 dan 8 udah banyak yang aku ambil di semester bawah dulu. Jadi untuk semester ini aku udah mulai plong lah, gak terlalu banyak beban pikiran.


Tinggal yang praktek aja yang harus aku jalani, Sebentar lagi semester 8, waktunya untuk KPM (KULIAH PENGABDIAN MASYARAKAT), udah sejak 2 hari lalu di buka pendaftarannya. KPM adalah salah satu syarat untuk mendaftarkan Proposal pengajuan skripsi.


Aku dan para kece badai beramai-ramai mendatangi kantor akademik untuk daftar. Mudah-mudahan bisa dapet 1 tempat. Tapi kalo sama-sama mereka terus sama aja donk gak keluar dari zona nyaman.


Aku juga pengen lah dapet temen dari fakultas lain. Hmm.. pengumuman tempat KPM akan di umumkan 2 minggu lagi.


.......


Hari ini pengumuman lokasi KPM pun di terbitkan, kami para kece bersama-sama melihat pengumuman, ternyata cuma sama Lidya dan Rudi aku se lokasi, Aku bingung, kok bisa pasangan itu di tempatkan di tempat yang sama? tapi bagus lah, Setidaknya ada yang jagain aku.


Besok kami sudah harus berkumpul di aula kampus, berkumpul sesuai dengan partner KPM, sudah ada di kasih tanda dengan papan dimana kelompok kami masing-masing harus berdiri. Kami terdiri dari 10 orang, 3 dari jurusan Komunikasi, 3 dari tarbiyah, 2 dari Syariah dan 2 dari Teknik.


Sebelum berangkat kami di berikan arahan oleh supervisor, apa yang harus dan tidak boleh di lakukan di tempat yang baru kami datangi. Setelah pak Suvi selesai, kami pun berkenalan 1 sama lain. Ada Aku, Lidya, Rudi, Willy, Sigit, Panji, Nur, Ridha, Sri dan Nita. Ada 4 laki-laki dan 6 wanita.

__ADS_1


Kami berangkat menggunakan Bus, menuju lokasi KPM. Kami mendapat Lokasi KPM di Desa Tenggulun, kec. Tenggulun. Akses ke desa ini lumayan di bilang mudah, karwna jalan yang di lalui sudah termasuk bagus, hanya saja jauh dari kota, jauh banget, dan jika kita tak mempunyai kemdaraan pribadi, maka pemerintah sudah menyiapkan DAMRI untuk kendaraan angkutan massal jika orang-orang ingin pergi ke kota.


Cuma bayar 5rb rupiah untuk kita bisa sampai di kota, dan begitu pun sebaliknya, jika kita ingin menuju ke Tenggulun, maka kita bisa naik Damri dari terminal, biasanya jam 9 Damri berangkat dari terminal menuju Tenggulun. Jika yang dari Tenggulun Jam 8 Damri berangkat.


Begitu sih penjelasan dari pak Kades, karena sekarang kami sudah berada di rumah pak kades. Kami para wanita tidur di rumah anak pak Kades yang berada di rumah sebelh Pak Kade, sedang kan para pria tinggal di rumah pak Kades.


Mukmin adalah nama pak Kades sedangkan nama ibu Kades adalah bu Ras, gitu lah panggilannya.


Kami bercengkerama bersama sebelum esok melaksanakan rugas kami melayani masyarakat Desa tenggulun. Untuk 2 bulan ke depan kami berada di desa Ini, jika di lihat dari rumah-rumah warga, aku pastikan bahwa ini adalah desa yang maju, karena sudah banyak rumah warga yang di bangun dari beton.


Untuk hari pertama ini kami berkeliling kampung dan berkenalan pada warga sekitar termasuk perangkat desa.


Setelah puas kami berkeliling, kami di tunjukkan 1 tempat yang indah sekali, aliran sungai yang jernih nya luar biasa, kami menyebutnya DAM, itu seperti pintu air, untuk memantau air jika banjir melanda. Tapi jika musim kemarau seperti ini, maka DAM di jadikan tempat rekreasi.


Banyak juga warga dari luar desa yang datang menikmati pemandian ini, bagaimana tidak, karena sungai ini adalah terusan dari sungai yang ada di gunung. Masih dekat-dekat sama bukit barisan lah..


Malam nya kami menyusun rencana laporan KPM yang di pimpin Rudi sebagai ketua kelompok. Setelah rapi tersusun kami langsung beristirahat untuk persiapan hari pertama kami mengajar di TK setempat.


Kebetulan kami mendapat 2 kamar dan aku beserta Lidya dan juga Ridha tidur di kamar yang sama. Setelah kami berbenah, aku sedikit melamun, mengingat bagaimana aku bisa berniat untuk menyusul Pak Eko ke jepang? Memang kalau rejeki gak kemana, tapi kan aku perempuan? Kok jadinya aku mikir lagi ya, sebarusnya gayung yang mendatangi sumur, dan bukan sebaliknya.


Lidya:" kamu kenapa dari tadi melamun aja?"


Lidya:" Jangan bohong deh Lid, aku tuh tau kamu. Kita sahabatan dari kecil."


Ridha:" Waw,, keren banget ya kalian, udah sahabatan dari kecil, awet banget ya sampe sekarang.."


Lidya:" Iya, dari sekolah dasar kami memang bersama, sampai kuliah juga, tapi beda jurusan."


Ridha:" Semoga aku juga bisa akrab ya sama kalian."


Lida:" Iya Ridha, Kita kan temen.."


Lidya:" Jadi kenapa kamu melamun?"


Lida:" Emmm.. anu,, salah gak kalau aku nyusul ke Jepang?"


Lidya:"Mau ngapain?"


Lida:" Aku mau mastiin perasaan dia mak.."

__ADS_1


Lidya:" Cuma itu?"


Lida:" Ya sekalian aku ambil beasiswa disana,"


Lidya:" Kalau tujuan mu kuliah disana aku sih setuju, tapi kalau alasan mu kesana hanya untuk memastikan dia aja sebaik nya gak usah. Kamu itu perempuan, gak baik ngejer laki-laki kayak gitu.."


Lida:" Tapi kan aku cuma mau mastiin aja Lid?"


Lidya:" Terus kalo udah kamu pastiin dan jawaban ya mengecewakan apa kamu sanggup terus berada disana?"


Lida:" Iya juga sih ya.. jadi aku harus gimana?"


Ridha:" Mmm.. boleh aku kasih saran?"


Lida:" Boleh Rid.."


Ridha:" Menurut aku, yang di katakan Lidya itu bener, gak seharusnya kamu kesana, terkadang apa yang kita anggap baik itu malah buruk untuk kita, Kita ini sebagai perempuan, kita harus bisa menjaga marwah kita sebagai perempuan. Aku tau kamu pasti ingin sekali jawaban dari yang di Jepang. Tapi pasti kamu juga gak lupa kan siapa yang seharusnya kamu kejar dahulu??"


Lida:" Astaghfirullah al Adzimmm... Aku lupa, aku udah terlena dengan bujukan syaitan, ya Allah, ampuni hambaMu ini yang udah lalai padaMu..."


Ridha:" Berserah diri aja sama Allah, jika memang dia jodohnya kamu, maka dia akan kembali padamu. Kamu harus yakin dengan yang menciptakan hati, bagiNya nerubah takdir seseorang adalah semudah membalikkan telapak tangan. Tapi dengan catatan kamu sendiri yang merubahnya, Allah hanya merestui nya.."


Lidya:" Ridha benar, mungkin beberapa bulan ini kamu udah di butakan oleh cinta ya? Makanya jadi nekat?"


Lida:" Hehehe...mudah-mudahan Allah menjodohkan kami ya.. Amiiinnn"


"Amiiiin..." jawab mereka bersamaan.


πŸ€—βœοΈβœοΈ Author lagi nih...


Terimakasih kepada kakak semua yang udah bersedia memberikan jempol nya untuk green. jujur episode ini green hampir nge blank, gak tau apa yang mau di tulis, tapi ada kakak yang udah buka pikiran green kalo gak seharusnya perempuan itu ngejar2 laki2. Apalagi sampe ke negri sakura sana ya?hehe😁


Maaf kakak, Green lupa nama nya,,.Tapi green terimakasih sekali ya..


Untung lah Lida punya sahabat kayak Lidya yang bisa nasehatin ya kan? Ditambah lagi dapet temen baru kayak Ridha yang berpikiran dewasa.. klop banget ya mereka.


Oh ya, Lida tuh mau lanjut s2, tapi karena saran dari sahabat nya, jangan ke jepang, apakah Lida harus turutin dan kuliah di tempat lain, atau Lida harus tetep ke Jepang ya?πŸ€”πŸ€”


Episode Hana dulu green pernah bilang kalo saran dan kritik kalian semua itu bisa jadi inspirasi untuk green, jadi jangn malas malas ya tok kasih jempol, komen nya..kalian adalah moodbooster selagi green down..😘😘

__ADS_1


Terimakasih kakak2 semua yang sayang sama green dan yang paling green sayangi..


__ADS_2