
Author POV
Sudah hampir 1th usia Naira Ghania Azzahra, anak cantiknya Hana dan Rizal, mereka sangat senang dan penuh dengan kebahagiaan. Apalagi oma yang memang sangat menyayangi Naira, walaupun oma tak lagi selincah dulu, tapi oma masih bisa mengenali cicitnya. Sungguh Hana bahagia memiliki keluarga kecil yang sangat romantis.
Dan tepat ketika usia Naira menginjak 1 tahun, oma berpulang ke Rahmatullah karena memang oma sudah tua, dan ternyata oma memiliki riwayat hipertensi. Jadi kepergian oma membuat semua orang merasa bersedih. Terutama Rizal yang memang hanya tinggal punya oma seorang.
Sekarang rumah itu hanya di huni oleh mereka bertiga, walaupun oma sudah tidak ada, tapi suasana dirumah tak pernah sepi karena Naira kecil sudah lancar berbicara di usianya yang baru 1 tahun. Sungguh kemajuan yang sangat pesat. Dengan segala cuitannya yang membahana diseluruh ruangan terkadang membuat Hana kewalahan menjawab setiap pertanyaan dari Naira kecil.
Ayah dan Ibu Hana juga sering berkunjung kerumah Rizal untuk melihat cucu mereka, terkadang saking mereka rindunya mereka membawa Naira kecil menginap di rumah mereka, atau mereka yang akan menginap di rumah Rizal. Tentu saja Lida juga sangat menyayangi gadis kecil itu. Tak henti-hentinya mereka bermain kalau Lida sedang tak ada kegiatan kuliah.
__ADS_1
Sungguh Naira kecil sangat membuat keluarga itu hidup dengan keceriaannya dan keluguannya.
Hana:"Mas, makasih ya udah hadir di hidup Hana, semuanya jadi lebih berwarna semenjak kamu hadir."
Rizal:"Mas juga terimakasih sama kamu sayang, karena udah memberikan mas kebahagiaan yang luar biasa dengan menghadirkan si kecil Naira di tengah-tengah keluarga kita. Sayang oma tak dapat bersama kita lebih lama lagi."
Hana:"Sudah mas, jangan bersedih, kita doakan saja supaya oma tenang disana." Hana mengelus punggung suaminya.
Rizal:"Bagus dong, rumah kita jadi rame,"
__ADS_1
Rizal mengecup kening istrinya lalu beranjak dari tempat tidur untuk turun ke bawah bersama dengan Hana.
Hana berhenti si ujung tangga melihat meriahnya ayah dan ibu beserta adiknya yang sedang bermain dengan Naira kecil. "Ya Allah, terimakasih karena Engkau memberikan keluarga yang terbaik seperti mereka, memberikan suami yang sangat sayang padaku dan sangat pengertian. Dulu walaupun aku berusaha keras agar mendapatkan cinta suami, tapi aku tak pernah mendapatkannya, dan sekarang Engkau menggantikan dengan yang lebih baik. Terimakasih ya Allah."
Setelah berdialog dengan dirinya sendiri Hana pun ikut bergabung dengan keluarganya untuk bermain sebentar sebelum mereka makan malam.
Sementara itu dirumah Surya, dia dengan sangat gelisah menenangkan buah hatinya yang berusia 9 bulan. Batita itu menangis mencari ibunya, sambil terkadang anak itu menyebut "ma...ma..mam...mam...." mungkin dia lapar batin surya, jadi dia pergi ke dapur untuk membuatkan susu untuk jagoan kecilnya.
Selesai membuat susu dengan tergesa dia kembali ke kamar untuk memberikan susu pada buah hatinya yang di tinggalnya di box bayi. Surya tak pernah keberatan mengurus sang bayi sendiri, karena dia sangat menyayngi istri dan anaknya.
__ADS_1
Surya sudah terbiasa melakukan tugas sebagai ibu selama Iren masih belum sadar dari koma nya. Untuk 3 bulan pertama kelahiran putra nya dia sangat kewalahan, sehingga dia menyewa babysiter untuk menjaga buah hatinya ketika dia bekerja.
Dulu sebelum berangkat ke kantor dia selalu menemui isterinya terlebih dahulu dan mengajaknya mengobrol sejenak, begitupun saat pulang kantor, dia sempatkan untuk singgah ke rumah sakit menjenguk isterinya.