Terlambat jatuh cinta

Terlambat jatuh cinta
Masih sayang


__ADS_3

"Assalamualaikum...."


"Waalaikum salam... kalian udah pulang?" Ibu menyambut kedatangan kami.


"Udah bu, capek nih,," Aku langsung masuk kedalam rumah.


"Nak Rizal masuk dulu yuk, istirahat dulu. perjalanan jauh kan?"


"Iya bu, Assalamu'alaikum.."


"Waalaikum salam... Silahkan duduk nak, sebentar ya, ibu ambil minum dulu"


"Terima kasih bu,,"


Setelah meletakkan barang-barang di kamar, Aku turun lagi kebawah menemui Rizal, ku lihat dia menyandarkan kepalanya di sandaran sofa. Mungkin dia terlalu lelah, pikirku,,


"Ini diminum dulu nak," Ibu datang dari dapur membawa 3 gelas es jeruk..


"Iya bu, makasih ya. Ayah mana bu?" Tanya Rizal.


"Ayah mah biasa hari minggu gini pergi mancing di kali.."


"Oh ya?? Kapan-kapan bisa dong ya ngajakin ayah mancing bareng.." Rizal antusias


"Kamu suka mancing juga?" Aku yang penasaran.


"Iya, turunan dari Almarhum Ayah.."

__ADS_1


"Ooo..maaf, Ayah udah gak ada?" tanya Ibu perlahan.


"Kedua orang tua saya sudah gak ada Bu, sudah meninggal karena kecelakaan lalu lintas beberapa tahun lalu." Jawab Rizal sendu


Ibu menutup mulut "maafin ibu nak, ibu gak sengaja.."


"Iya bu, gapapa kok, oh iya, saya pamit pulang dulu ya, mau istirahat, besok harus masuk kerja. Assalamualaikum bu.." dia menyalim ibu.


"Waalaikum salam,,"


Aku mengantarnya sampai ke mobil, Aku masih tak percaya dengan apa yang di lakukannya selama kami liburan. Sikap nya kembali ke bentuk semula..haha


"Terimakasih Tuan sudah meluangkan waktu mengajakku liburan." Aku tersenyum padanya.


"Untuk Nona apapun akan Tuan lakukan.." Jawab Rizal mengerlingkan matanya.


"Kalau begitu kamu hati-hati di jalan Zal.."


" Apa sih.."


Haha.... ada-ada aja rayuannya. Mobil menjauh dari pekarangan rumahku, aku masuk kembali dan melihat Lida juga Ibu terkikik geli di sofa, akupun penasaran dan mendekat pada mereka, oh,, ternyata lagi nonton konten, pikirku. Tapi samar-samar aku mendengar lagu yang dinyanyikan Rizal, jadi aku berlari ke arah mereka dan langsung merebut Hp Lida, kan bener,,, ternyata dia merekamnya..


"Dek, kan kakak malu tau..."


"Rupanya anak ibu sudah berpaling ya..." Ibu mulai menggoda ku.


"Ibu....Hana kan malu..kamu pun dek kenapa kamu rekam coba?" aku sedikit manyun

__ADS_1


"Itu namanya dokumentasi kak, suatu saat pasti diperlukan. Ya kan bu?"


"Iya tu, ternyata anak ibu yang janda ini sudah di lamar ya? kapan nih calon mantu ibu dateng ngelamar kemari?


"Bu, Hana tuh masih sayang sama mas Surya, jadi belum bisa sepenuhnya terima cintanya Rizal,"


"Kamu itu harus muv on Hana, jangan terlalu bawa perasaan begini, Ibu gak mau anak Ibu yang cantik dan perawan ini tersakiti lagi hatinya."


Aku terdiam mendengar penjelasan ibu, tapi kan cinta emang gak bisa di paksakan... Sekarang aku mulai bingung, gimana ya perasaan Mas Surya sama aku?


Karena lelah, aku memutuskan untuk naik ke lantai dua menuju kamarku, meninggalkan Ibu dan Lida yang masih konsentrasi dengan lamaran di layar hempon Lida. Aku hanya bisa berdecak kesal karena mereka tak mengerti perasaan ku.


tring tring tring...


Suara dering hp ku, ternyata Lisa yang menelepon.


"Ya halo, kenapa Lis?"


Lisa:"Mbak besok masuk kan?"


"Aku usahain deh, kenapa?"


Lisa:"Dua hari yang lalu ada yang mencari mbak, katanya besok mau kemari lagi mau jumpain Mbak."


"Siapa ya?"


Lisa:"Saya lupa tanya nama nya Mbak, mbak liat aja beaok deh."

__ADS_1


"Oke."


Aku menutup telponnya, siapa ya kira-kira yang mencariku?


__ADS_2