
Sebulan sudah aku menjalani hubungan dengan Mas Rizal, dan tiap harinya Aku merasa bahagia. Dia sering kerumah, tapi Aku belum pernah di ajak kerumahnya.
Bukan karena dia tak mau, tapi Aku yang belum siap bertemu keluarganya.
Pagi ini aku dan Lida pergi kepasar ingin membeli keperluan memasak, Aku ingin mencoba menu baru, dan kenapa aku gak belanja di supermarket, itu karena harga di pasar lebih terjangkau. Bukannya aku pelit, tapi aku lebih suka berinteraksi dengan pedagang-pedagang yang ada di pasar, karena mereka lebih kekeluargaan menurutku.
Sejenak setelah aku membayar belanjaan, kulihat seorang nenek yang di tabrak pembeli yang lain, dan itu membuatnya jatuh terduduk.
"Dek, kakak kesana dulu ya, mau bantu nenek itu dulu, kasian gak ada yang nolongin." Ucapku pada Lida dan segera berlalu.
Aku berlari menuju nenek itu berada tanpa menunggu jawaban Lida, dan barang belanjaan ku, ku berikan pada Lida.
"Nenek gapapa? Sakit nek? yuk kita kerumah sakit kalau ada yang sakit.." kataku cemas.
"Nenek gapapa cu, terimakasih sudah menolong nenek."
"Nenek kemari sama siapa?" Aku melihat sekeliling tak ada yang peduli dengan nenek ini.
"Nenek sama si mbok, tapi mbok Nah lagi beli sayur di daerah sana," Nenek menunjuk tempat yang agak jauh dari tempat kami berdiri.
"Ayuk sini Nek, kita duduk dulu, sekalian nunggu mbok Nah."
__ADS_1
Aku mengajak Nenek duduk di bangku yang disediakan warung di sebelah kami.
Aku membayar minuman untuk Nenek, kulihat dia sudah cukup berumur tapi masih lincah, masih gesit.
"Umur kamu berapa?" Tanya Nenek itu padaku.
"Saya 24 th Nek, oh, kenalin nama saya Hana."
"Iya, panggil saja saya oma, karena cucu saya manggilnya juga oma.
"Iya Oma..."
"Kamu punya pacar?"
"Kalau gitu kamu mau gak Oma jodohin sama cucu Oma?
"Hah? Maaf Oma, tapi..."
"Sudah, sudah Oma ngerti, kamu malu kan? tenang aja, cucu oma baik kok. Nanti oma kenalin ya sama si Zal cucu Oma,"
"Iya Oma,,"
__ADS_1
Aku terpaksa mengiyakan kata-kata oma, padahal aku mau menjelaskan kalau aku emang gak pacaran, tapi aku udah di lamar. Haddddeeeeeehhh pusing kepala Hana... kataku dalam hati..
Ketika o6ma meminta alamat dan nomor hp ku, aku memberikan kartu nama padanya. Ku kira Oma bercanda. Jadi aku tak terlalu memikirkan ajakannya.
Seminggu setelah perkenalanku pada oma, oma mengajakku bertemu, jadi aku mengundangnya ke cafeku untuk makan siang dan Oma sangat senang dengan hal itu.
Jadilah siang ini Oma datang dan aku mengajaknya kehalaman belakang tempat favorit ku saat makan siang. Oma terlihat senang sekali dan menikmati suasana disini.
Aku senang jika o6ma senang. Entah kenapa serasa aku sudah memiliki ikatan yang kuat dengan Oma. Aku sudah menganggap oma seperti nenekku sendiri.
Lama kami berbincang, sampai telpon Rizal ku abaikan. Entah sudah panggilan keberapa baru mengangkatnya ketika aku pamit ketoilet dan tak sengaja mendengar hp ku berbunyi.
Rizal:"Kenapa lama sekali angkat telponnya sayang?"
"Hana.lagi ada urusan mas, lagi ada tamu penting datang ke cafe."
Rizal:"Ya sudah, mas mau ngabarin kalo hari ini mas berangkat ke luar kota ada pekerjaan mendadak,"
"Iya, kamu hati-hati disana ya Mas, Inget...kamu itu udah punya Nona Hana."
"Iya sayang, kamu selalu jadi prioritas ku.. Kalo gitu aku pergi dulu. Assalamualaikum.."
__ADS_1
"waalaikum salam..."