Terlambat jatuh cinta

Terlambat jatuh cinta
Kelahiran...


__ADS_3

Hari yang di nanti pun tiba, dimana aku mulai merasakan kontraksi,, mules-mules yang jarang sampai mules teratur setiap 5 menit sekali.


Segera mas Eko membawa ku ke rumah sakit, setelah sampai, dia menelepon ayah dan ibu juga ayah dan bunda agar segera ke rumah sakit, dan mereka tiba tak lama setelah mas Eko telpon dengan segala keperluan yang di butuhkan, kak Hana juga dateng memberikan semangat padaku.


Ketika di periksa dokter masih bukaan 3, masih ada 7 bukaan lagi supaya sempurna, kehamilan kembar lumayan beresiko, tapi aku yakin aku bisa melahirkan normal, aku selalu berpikiran positif, tak ada tangis yang mengiringi,,


Kenapa? Karena emang gak ada yang perlu di tangisi, namanya juga sakit, ya gitu lah sakit nya, Insyaallah masih bisa di tahan kok, untuk mempercepat pembukaan, aku coba berjalan, berjongkok, apapun yang bisa ku lakukan untuk mengalihkan rasa sakit mules yang datang, tapi gak bisa juga, karena emang udah kodratnya melahirkan itu mules-mules dulu ya di nikmati aja ya kan..


Lida:" Dok,,masih lama ya?"


Dokter:" Baru bukaan 3,, tahan ya,,,"


Lida:" Alhamdulillah,,,"


Dokter:" Jangan putis baca doa nabi Yunus Lida, supaya di mudahkan persalinan nya.."


Lida:" Iya dok,,"


Aku merapalkan doa nabi Yunus dalam hati, setiap langkah kaki ku berjalan..


"La Illa ha Illa anta Subhanaka Inni Kuntum Minal Dzolimiiin.. Faztaiz billahi minal Syaitonirrajim.."


Aku berjalan mondar mandir dalam ruangan, bahkan kadang aku berjalan-jalan di lorong rumah sakit,, ya gak jauh-jauh, takut tiba-tiba nanti si kembar ngajak keluar..


Aku kembali masuk ke kamar, ku lihat kak hana sedang mainin hp nya, ku dekati dia..


Lida:" Kak, foto donk... Adududuhhhh."


Hana:"Kamu ini udah mules-mules masih aja eksis minta foto.."


Sontak perkataan kak Hana membuat yang ada di ruangan menjadi tertawa..


Aku meringis merasakan kontraksi yang luar biasa...


Lida:" Cepet kak, fotoin..."


Hana:" Ya udah gaya cepet..."


Aku memasang senyuman terindah ku dengan mengangkat 2 jari telunjuk dan tengah membentuk peace... Ketika hitungan ke 3 pas pula mules nya dateng, jadi hasilnya adalah wajah ku yang nyengir karena merasakan mules luar biasa...


Lida:" Dok...masih lama lagi ini?"


Dokter:" belum lagi,,"


Lida:" Coba donk dokter cek, udah bukaan berapa ini? Rasanya kayak mau buang air kecil ni dok.."


Dokter memeriksa dan dia bilang masih bukaan 7, rupanya lumayan lama juga ya proses nya, aku berbaring di tempat tidur, dan disarankan untuk miring ke kiri guna mempercepat bukaan, uwiiiihhh,, kalo itu sakit nya liar biasa, bahkan sendi-sendi ku pun gak tahan untuk menerima mules nya,,


Lida:" Dok,, kayak nya anak nya udah ngajak keluar ini,, "

__ADS_1


Dokter:" Belum Lida, jangan mengejan dulu ya, nanti ketika sudah pas waktunya baru ngeden, kalo sekarang mengejan nanti Lida kehabisan tenaga,,,"


Lida:" Tapi mereka udah ngajak mengejan ini dok,,,"


Dokter:" Sebentar, tahan dulu Lida..."


Lida:" Aduuh dokter,,, mau keluar ini,,, Allahu Akbar..."


Dokter :" Oh,,, udah sempurna pembukaan nah, ketubannya udah Pecah ini Lida, bisa bantu dorong ya pak suami nya,, kalo bapak gak tahan boleh keluar,,"


Lida:" Enggak, biar suami saya disini aja dok,,biar tau rasa nya melahirkan.."


Eko:" Iya sayang,,mas disini aja kok gak kemana-mana,, sekarang kamu harus kuat ya...mas bantu disini.."


Dokter:" Boleh mengejan sekarang Lida..."


Dengan sekuat tenaga aku mengejan, rasa nya hampir habis tenaga ku,, tapi ketika dokter bilang bahwa sebentar lagi aku bisa melihat anak kembar ku di dunia, maka aku pun semakin semangat untuk mengejan kembali, ku kumpulkan lagi tenaga ku untuk bisa melahirkan anak-anak ku,,"Allahu Akbar..." dengan sekali tarikan nafas..


"Oweeekk...oweeekk..." Alhamdulillah... Anak pertama ku lahir,, selang 5 menit kemudian, aku mulai merasa kontraksi lagi, dan alhamdulillah anak kedua pun lahir,,


Rasanya capek sekali, ngantuk sekali, seakan aku sudah bekerja sangat berat,,


Dokter:" Lida jangan tidur, tahan mata nya supaya jangan tertutup ya.."


Lida:" Tapi Lida capek kali buk, ngantuk juga.."


Mas Eko pun seru mengajak ku bercerita, aku memeluk kedua buah hatiku yang baru saja ku lahirkan, tapi rasanya ada yang aneh dengan anak keduaku,,


Lida:" Dokter, dokter, tolong dok,,"


Dokter:" Kenapa Lida? ada apa?"


Lida:" Lihat anak kedua saya,, kenapa badannya biru?"


Dokter:" Astaghfirullah...suster, suster,, cepat siapkan alat... Kita akan cek kondisi bayi kedua bu Lida.."


Lida:" Mas,, anak kita kenapa? Ada masalah apa?"


Eko:" Sabar ya sayang,, mudah-mudahan gak ada apa-apa.. Sekarang kamu tenang, anak kita yang ini juga butuh kamu,,"


Suster segera mengambil alih anak pertamaku, dan membersihkannya, setelah itu mas Eko meng adzankan nya.


Aku menggendong anak ku, mencoba memberikan ASI pada nya sebagai pembelajaran awal, tapi tetep aja aku masih kepikiran anak kedua ku, aku ingin melihat nya,,


Setelah anak pertama ku di bawa juga ke NICU, aku memaksa untuk bertemu dengan anak kedua ku, aku pun di dorong menggunakan kursi roda ke ruang NICU, Kulihat banyak kabel terpasang di badannya, kenapa anakku? Batin ku...


Aku mencium nya,, ingin memeluknya tapi tak bisa, aku hanya bisa menangis melihat dia yang terbaring lemah dengan badan biru, bibirnya biru, bahkan kuku nya juga biru... Ketakutan melanda hati...


Setelah kami kembali keruangan ku, begitu juga bayiku yang pertama, aku memeluknya, sungguh sanagt lucu malaikat kecilku,,.

__ADS_1


Dokter masuk dan memberi tahukan pada kami seletah melewati serangkaian pemeriksaan, ternyata anak kedua ku mengalami gagal jantung,, sehingga membuat seluruh badannya biru..


Bagai petir di siang bolong yang menyambar pendengaran ku, aku menangis, melihat,bayiku yang sedang berada di dekapan ku,,


Lida:" Sayang,, adik mu sakit,, kita doakan yang terbaik ya nak..."


Aku menangis,,sedih, tapi itu kuasa Allah, aku gak bisa berkata apa-apa lagi, mereka yang sedang menunggui ku memberikan banyak dukungan dan menguatkan aku,,


Eko:" Sayang,, jangan sedih ya, apa pun yang terjadi semua sudah jadi takdir Allah, kamu pun gak boleh bersedih yang berlebihan, karena kamu masih punya satu bayi lagi yang juga sangat membutuh kan perhatian kamu, jangan karena kepikiran kamu gak bisa memberikan ASI eksklusif, kalau ASI kamu gak keluar nanti sayang si adek gak bisa minum ASI kamu sayang..."


Lida:" Iya mas, Insyaallah Lida kuat kok, tapi kenapa bisa mas? Padahal kan selama aku hamil gak ada tanda-tanda ketidak normalan..."


Eko:" Mas juga gak tau sayang, mungkin memang sudah jadi takdir Allah, kita gak pernah tau,,"


Ini adalah hari kedua ku di rumah sakit, setelah memberikan ASI pada si kakak, aku dengan di dorong di atas kursi roda oleh suami ku, datang menjenguk anak ku yang sedang dalam inkubator, ku lihat dia tersenyum padaku, aku memegang tangannya, melihatnya sakit seperti ini, hatiku terenyuh sskali, seakan ada ribuan jarum yang menusuk relung hati ku, sakit...


"aaakkk.." suara kecilnya seakan memanggilku.. Tangan kecil nya menggenggam jari telunjukku.


Lida:" Iya sayang,,, bunda disini liat adek,, sehat ya nak, kakak nungguin adek, ayah sama bunda juga.. Bunda pengen kali gendong adek..."


Seakan mengerti perkataan ku, dia tersenyum dan tak lama menutup mata, kurasakan jemarinya mulai mengendur, deg...... Kenapa ini? monitor menunjukkan garis lurus dengan suara tiiiiiiiiiiiiittttttt....


Mas Eko segera memanggil dokter, dan dokter masuk dengan beberapa perawat,


Setelah melakukan pengecekan, dokter berkata pada kami, "Innalilahi wa inna ilahi rajiun..."


Duar....suara petir sdalam hatiku, tepat menusuk jantungku, baru saja anak yang mengerti dengan ucapanku tersenyum padaku, sekarang dia sudah tiada,, aku terdiam. Mas Eko coba menguatkan aku, suapay aku tidak syok.


Ibu mana yang tega melihat anak nya tiada? Ibu mana yang tak sedih melihat anak nya tiada? Ibu mana yang rela jika anak nya tiada? Tidak ada, tak ada seorang ibu pun yang rela anak yang baru saja di lahirkan harus berpulang ke rahmatullah, tapi ini sudah menjadi takdir, tak ada yang bisa menghidupkan nya lagi kecuali keajaiban Allah,


Eko:" Ikhlaskan sayang,, mungkin dia lebih baik di sisi sang Pencipta, dia bahagia disana.. Apa yang di titipkan Allah akan di ambil lagi oleh pemiliknya."


Lida:" Iya mas,, Insyaallah Lida Ikhlas..."


Eko:" Lagian kamu juga punya si kakak yang masih butuh perhatian mu, jangan karena terlalu memikirkan kehilangan si kakak hadi terabai sayang..."


Lida:" Dokter, boleh saya peluk anak saya untuk yang terakhir kali?"


Dokter:" Silahkan,,"


Dokter memberikan anakku yang sudah tiada lagi, aku memeluknya, tak tertahankan air mataku mengalir deras, dengan tidak bersuara aku memeluk bayiku, menciumi nya dengan penuh kasih sayang, kembali aku memeluknya erat,, seakan aku tak rela jika dia pergi begitu cepat, rasanya aku tak rela, tapi aku harus ikhlas melepas kepergian buah hatiku, ku genggam tangan nya, ku cium jari jemari nya, anakku.....


Hanya 1 hari aku bisa memelukmu Adinda Annisa... Semoga kamu berbahagia disana nak, mendapatkan tempat yang sebaik-baiknya.. Ayah, bunda dan kakak mu akan selalu mendoakan kamu,,


Aku harus kuat, karena masih ada satu anak lagi yang masih butuh perhatianku, si kakak Ayunda Annisa.. Di antara kebahagiaan terselip kesedihan yang mendalam, tapi aku gak boleh terlarut dengan kesedihan, karena Ayunda juga butuh perhatianku, bener kata mas Eko, aku gak boleh terlalu lama bersedih."


Setelah 3 hari dinyatakan aku sudah bisa pulang kerumah, sampai di rumah ramai yang menyambut kepulangan ku, semua sahabat ku, keluarga ku, mereka memberikan dukungan masing-masing kepadaku, agar aku jangan terlalu bersedih.


Aku hanya bisa tersenyum pada mereka, hatiku cukup aku yang tau, kesedihanku cukup aku yang rasakan, sebisa mungkin aku juga menghilangkan kesedihan ini, karena rentan bagi ibu nifas untuk stress.

__ADS_1


__ADS_2