Terlambat jatuh cinta

Terlambat jatuh cinta
Perjalanan


__ADS_3

Jum'at pagi...


Assalamualaikum...


Suara orang mengucapkan salam terdengar dari pintu depan, aku bergegas membukakan pintu,


Waalaikum salam...


"Hai..." Sapa Rizal melambaikan tangan padaku.


Aku tersenyum melihatnya,sungguh pria yang tampan, menggunakan baju kaos oblong dilengkapi jaket kulit, celana lee ponggol dan... sandal?? Dia mau kemana sih pake sandal? sedikit terkejut aku, kenapa pakaiannya begini?


"Kita akan ke pantai..."


Seolah dia tau apa yang ada di otakku tanpa aku bertanya.


"Ayo masuk.." Aku mengajak nya masuk ke ruang tamu.


Dia mengikutiku menuju ruang tamu,


"Silahkan duduk dulu, aku panggil ayah dan ibu dulu."


Dia hanya mengangguk.


Aku berjalan menuju taman belakang, memanggil ayah yang sedang memberi makan ikan di kolam dan ibu yang sedang merawat tanaman-tanaman kesayangannya.


"Yah, Bu, Rizal udah dateng tuh mau jemput Hana dan Lida,,"

__ADS_1


"Oh, mantu ibu udah dateng? mana-mana orang nya, ayo yah, cepet, ibu mau liat mantu ibu nih," Ibu heboh sendiri.


"Ibu apaan sih...Mantu apaan??Hana gak ada hubungan apa-apa sama Rizal." Aku menjelaskan pada Ibu


"Ayo bu, ayo cepat.."


Ayah sama aja deh kayak ibu, entah siapa yang sebenernya kebelet kawin ini...hahaha


Aku berjalan menyusul mereka yang telah sampai di pintu belakang karena ketidaksabarannya ingin bertemu Rizal.


Sampai di ruang tamu, ternyata Rizal sudah ngobrol sama Lida yang udah siap dengan pakaian pantainya, Kaos oblong panjang, celana lee dan gak lupa topi pantainya..


"Oh...ini dia rupanya calon mantu ibu??Wah..tampan ya yah..." Kata Ibu pada Ayah.


Ayah mengangguk setuju. Rizal bangkit dari duduknya lalu menyalami tangan Ayah dan Ibu,


Ayah dan ibu kompak menjawab salam Rizal bersamaan,


"Hei tuan Rizal, sejak kapan ayah dan ibuku jadi orang tuamu?" Tanyaku kesal.


"Sejak setelah aku melamarmu nona," Rizal menjawabnya enteng.


Ayah dan ibu yang mendengar nya tersenyum penuh makna, bukannya marah, batinku...


"Yah, Bu, Rizal mau minta izin bawa anak-anak kesayangan kalian liburan sekalian tinjau lokasi untuk cafe Hana nanti, boleh?"


"Boleh, asal kalian tau batasan." Jawab Ayah semangat.

__ADS_1


"Ayah, emangnya kami mau ngapain? Kami cuma liburan kok, ada Lida juga. Jadi mana bisa ngapa-ngapain." kataku manyun


"Ooooo...jadi kalau gak ada Lida kalian bisa ngapa-ngapain gitu?" Kata Lida meledek.


"Ya gak gitu juga kali dek, kalo gak ada kamu kakak juga gak mau pigi bedua." jawabku emosi


"Ya udah, udah siang ini, nanti kelamaan dijalan kalian, cepet pergi sana."


"Iya bu,"


Kami pun pamit pada ayah dan ibu lalu naik ke mobil Rizal menuju tempat dimana akan dibangun cafeku nanti. Sepanjang perjalanan ada saja pembicaraan kami, termasuk Lida yang duduk di kursi belakang yang memang dia orangnya lemesh banget mulutnya.


"Mas Rizal kapan nih mau ngelamar kak Hana?" tanya Lida tiba-tiba.


"Secepatnya, asal nona Hana siap maka Tuan Rizal akan datang melamarnya menggunakan kuda putih."


"Gayamu Zal, gak tahan aku dengernya, sungguh." jawabku santai kayak di pantai.


"Setelah menikah nanti akan lebih banyak lagi gaya yang akan aku tunjukkan, jodoh mau gaya yang mana?"


Aku tersipu malu mendengar ucapannya, sehingga membuatku membuang muka sambil menutup mulutku yang tak bisa berhenti tersenyum.


"Yeeee, ada kepiting rebus lagi malu tuh..."


Sontak Rizal melihat kearah ku yang membuatku lebih malu lagi. Awas kamu ya dek...dalam hatiku...


✏️Mohon dukungannya sayang-sayangnya author....

__ADS_1


__ADS_2