Terlambat jatuh cinta

Terlambat jatuh cinta
ON THE WAY


__ADS_3

Aku terkejut melihat orang yang datang menjemputku, kok bisa ada dia juga, pikir ku, ini maksud nya semua apa coba?


Lida:" Kok kamu mak?"


Lidya:" Jadi siapa lagi mak? Yok turun, tapi tutup mata dulu."


Lida:" Maksud nya apa?"


Lidya:" sini, pake ini.."


Lida:" Ini dasi mas Eko? Kok kamu bisa sama mas Eko?"


Lidya:" Udah..nanti aja tanya nya, yang penting sekarang kamu ikut aku dulu.."


Lida:" kemana?"


Lidya:" Ikut aja, jangan banyak protes, udah cantik juga."


Lida:" Cieee...kalian mau kasih kejutan ke aku ya?" aku tersenyum sambil Lidya twrus mengikatkan dasi suami ku menutup mata ku.


Lidya:" udah deh, jangan buat kajutan kami tuh gak guna dengan pikiran kamu yang bisa nebak.."


Lida:" hahaha...iya iya,,, aku pura-pura gak tau aja ya.."


Lidya:" nah, diem gitu aja kan bagus.."


Aku berjalan dengan mata tertutup, masih penasaran juga kemana Lidya akan membawaku, lama aku berjalan, mendengar suara banyak orang berlalu lalang, dengan mata tertutup seperti ini sungguh perjalanan ku meraba-raba, aku takut jatuh walaupun nyata nya aku di tuntun Lidya, tapi kemana dia akan membawa ku?


Setelah melewati ruangan yang dingin, aku merasa sekarang sudah berada di luar, karena terik matahari tepat menyinari kepala ku rasanya. Dan rasanya panas sekali.. Aku berjalan, terus berjalan sampai Lidya bilang berhenti.


Lida:" Udah bisa aku buka belom?"


Lidya:" Kita belom sampek sayang..."


Lida:" Emang nya kita kemana lagi? Kok udah berenti,,"


Lidya:"Hati-hati melangkah, kita naek tangga.."


Lida:" kamu gak maksud jatohin aku dari atas gedung kan mak,?"


Gilak aja aku kalo di jatohin kesana, mati lah aku, dan bisa jadi kasus pembunuhan ini,,


Lidya:" mau nya aku sih gitu, tapi mengingat kamu belum ngasih aku jodoh jadi ku urungkan niat ku,, hahaha"


Lida:" bisa aja lu mak. Masih lama gak nih tangga nya?"


Lidya:" Ini yang terakhir. Awas kepala, tunduk dikit.."


Lida:" Kemana sih kita? Kok jalannya agak sempit,?"


Lidya:" bentar lagi sampe mak,"


Aku tetep ngikutin kemana petunjuk Lidya, tapi kan gak mungkin aku di sesatin sama suami ku..

__ADS_1


Lidya:" Silahkan duduk tuan putri..."


Lida:" Sofa?"


Lidya:" iya, nyaman kan?"


Lida:" berarti kita udah sampek?"


Lidya:" Sebenernya belom, masih jauh, tapi kamu istirahat aja dulu.."


Lida:" berarti udah bisa di buka kan penutup matanya?"


Lidya:" Bentar, kalo aku kasih aba-aba buka penutup mata tapi jangan buka mata dulu ya.."


Lida:" kenapa gitu?"


Lidya:" banyak tanya deh mak, ikutin aja sih.."


Lida:" iya iya.."


Lidya:" Ya udah, buka dasi nya..."


Aku pun membuka dasi nya, tapi tetep menutup mata seperti yang di bilang Lidya,


Lidya:" aku hitung sampe tiga ya... 1...2....


Aku bersiap buka mata tapi dia malah menghentikannya..


Lidya:" eit...tet tetetetetetet.....bentar-bentar..."


Hening.....gak ada suara sedikitpun, kemana Lidya? Batin ku,


Lida:" Lid... Lid... Mak,, jangan nakutin aku lah,, aku buka nih mata aku ya..."


Tanpa menunggu lagi aku buka mataku, betapa terkejutnya aku sudah berada di pesawat? Tapi masak cuma ada beberapa bangku aja? Mewah pula,,, jadi aku melirik ke belakang pintu masih terbuka, aku melangkahkan kaki keluar, menuruni tangga.. Ku lihat apa yang ku naiki..


Ini....in...ini.... Ini jet pribadi? Punya siapa? Aku terpelongo... Gak,, gak mungkin Lidya ninggalin aku sendiri di sini, aku coba lagi naik dan masuk ke dalam, ku lihat lagi, tempat aku duduk tadi, ada sebuah catatan,


"buka pintu dan masuk terus sayang.."


Ini pasti dari mas Eko.. Aku lihat ada pintu tengah, mungkin menghubungkan ruangan ini dengan yang di depannya, jujur aku tak pernah naik jet pribadi sebelumnya, diruangan ini ku lihat mungkin bisa menampung 10 orang disini, entah lah kalo di ruang yang selanjut nya.


Aku berjalan ragu untuk membuka pintu tersebut,, aku deg-degan,, apa yang ada di depan sana ya? Dengan mengucapkan bismillah aku beranikan diri untuk menggapai gagang pintu dan...


Ceklek.....


Ku buka pintu perlahan, lalu dengan sedikit dorongan ku buka semua pintu dan apa yang ku lihat,, sungguh aku gak bisa percaya..


"SURPRISEEEEEEEE........." teriakan menggelegar dari semua kece badai, formasi lengkap cuk,, Ada bang Hen, Bang Sam, Uzi yang notabene nya sibuk katanya, ada Rudi yang kabarnya masih di Ausi, Mira, Fajri beserta bang joko dan dek Zaky, Mada beserta sang suami dan si beby yang berusia 5 bulan kalo gak salah, Evan, bahkan ada tambahan, kak Rivan, kak Hana, kesayangan ku Nanai, mas Rizal, ayah, ibu, ada ayah dan bunda, gak lupa juga Ridha,, ada Dinda juga... Gak ku sangka... Dan ini semua membuat ku terperangah, hanya aja ada yang kurang...


Kemana tersangka utama....


Sam:" Jangan bengong disitu kali Lid,, sini gabung,,,"

__ADS_1


Hendra:" Iya dek Lida, jangan lah tebengong liat kami, sengaja ini dateng kesini dwmi dek Lida.."


Rudi:" Aku rela pulang loh Lid demi kamu..."


Mada:" Nih keponakan baru mu, gak pengen gendong??"


Mira:" Hei...jangan melamun mak... Kesambet ntar gak jadi terbang kita.."


Ibu:" Dek,, sini,,"


Naira:" Ontiiiiii.....cini cini cama nanai,,"


Aku masih tak bergeming dari tempat ku berdiri sampai Lidya menarik ku untuk duduk di tengah-tengah mereka, masing-masing mengucapkan selamat ulang tahun pada ku dan memanjatkan doa yang terbaik pada ku, tapi aku masih gak melihat suami ku, dimana dia?


Ketika aku sedang menerima ucapan selamat, tiba-tiba suasana hening dan ku dapati mas Eko datang dengan membawa Cake coklat yang besar yang cukup untuk di makan semua orang yang ada disini,,


Eko:" Sayang... Selamat bertambah usia, semoga kita cepet dapet momongan ya..."


Aku malah menangis mendengar ucapan mas Eko, rasanya sedih plus terharu banget, sedih karena sampai sekarang aku belum bisa memberikan mas Eko keturunan, dan terharu karena kejutan yang begitu manis ini, serta aku terharu dengan hadiah yang di berikan mas Eko padaku, bukan menaiki jet pribadi seperti ini, tapi karena dia telah membawa seluruh sahabat dan orang-orang yang aku sayang di hadapan ku,.


Sahabat-sahabat yang paling aku rindukan, yang sudah hampir 2 tahun gak pernah berkumpul dengan formasi lengkap. Aku sampai gak bisa berkata-kata, betapa hebat nya suami ku dalam hal menyenangkan hati isteri nya.


Eko:" Kamu gak suka hadiahnya? Gak suka kejutannya? Kenapa kamu menangis sayang?"


Mas Eko memberikan kue pada pramugari dan langsung memelukku.


Lida:" terimakasih mas,, terimakasih.."


Eko:" Untuk apa?"


Lida:" karena mas udah mempertemukan Lida dengan mereka semua..."


Eko:" Sesuatu yang pantas yang memang pantas untuk kamu dapatkan sayang,,"


Aku memeluknya haru, menumpahkan semua kebahagiaan ku pada nya,


Sam:" Inget yang jomblo dong Lid,, ah kan baper kami ni,,,"


Hahahaha,, tanpa ku sadari ucapan bg Sam buat aku melepas pelukan ku pada mas Eko dan ikut tertawa bersama yang lain.


Sungguh aku bener-bener merasa bahagia karena kebersamaan ini, kebersamaan yang paling aku rindukan, rindu sekali,, melihat mereka semua,, aku harus terus bersyukur karena suami ku sangat menyayangiku,, aku juga bersyukur sekali karena Allah sudah memberikanku kesempatan untuk merasakan kebersamaan ini..


Lida:" Jadi kita mau kemana ini yank?"


Eko:" Jepang.." Jawabnya datar...


"JEPANG???!!"


Teriak mereka serempak, loh, kok malah pada tekejut..atau jangan-jangan...


Lida:" Jadi kalian juga gak tau mau kemana?"


Mereka kompak menggelengkan kepala,, aku melirik kearah mas Eko, sedang yang ku lirik hanya menggidikkan bahu..

__ADS_1


Sungguh, lelakiku banyak kejutan...


__ADS_2