
Aku masih gak habis pikir dengan kata-kata Iren, kenapa dia begitu ya? Wajah pucatnya tidak seperti dia baik-baik saja, tidak seperti orang yang punya sakit biasa-biasa saja.
Wajah nya terlalu tyrus, badannya kurus, tak seperti Iren yang aku tau dulu, bahkan terakhir kali dia datang ke ke pesta pernikahanku dia tidak segitu kurusnya. Dia hamil 3 bulan? Akhirnya aku bersyukur sekali berarti rumah tangga mereka baik-baik saja.
-_-_-_-_-_-
Rizal POV
Akhirnya hari yang di tunggu-tunggu datang juga, Hana akan melahirkan, Ya Allah aku udah gak sabar menantikan kehadiran anakku kedunia ini. Sekarang aku lagi panik membawa Hana kerumah sakit, dia sedang menahan sakitnya di temani Oma di bangku belakang. Dan aku juga sudah mengabari Ayah dan Ibu agar swgera kerumah sakit.
Oma:"Tahan sayang, sebentar lagi kita sampai.."
Hana:"Insyaallah oma, Hana kuat.."
Oma:"Perbanyaklah membaca do'a nabi Yunus nak, biar di beri kemudahan oleh Allah,,"
Ku dengar Hana melafaz kan doa nabi Yunus yang di sarankan Oma. Aku pun tak kalah gemetarnya, sepertinya sakit sekali melihat istriku yang mules-mules mau melahirkan. Tapi dia tetap tenang, tak sedikitpun dia berteriak kesakitan seperti kebanyakan ibu-ibu yang mau melahirkan.
Aku segera membawa istriku ke IGD rumah sakit untuk segera mendapatkan penanganan. Lalu Suster membawanya keruang bersalin.
Aku menangis, melihat istriku berjuang. Karena masih bukaan 3 kata dokter dan dia berpotensi untuk melahirkan normal, jadi dokter menyarankan untuk menunggu samapai bukaan sempurna. Masih ada waktu untukku menunaikan sholat Dzuhur. Jadi aku pamit pada Hana untuk melaksanakan kewajibanku. Aku berdoa pada Allah agar Hana di befikan kelancaran saat persalinan, semoga di mudahkan untuk anak ku melihat dunia. Selesai sholat aku kembali keruang istriku yang di temani oma, dia terlihat pucat, dokter bilang dia sudah masuk bukaan 9 dan sebentar lagi anak kami akan keluar, oma di persilahkan menunggu di luar, sedangkan aku di minta menemani istriku yang sedang mengejan.
__ADS_1
Aku melihat perjuangannya mengejan, begitu banyak keringat di dahi nya, ku hapus dengan tissu yang ada, ku genggam tangannya, Dia berusaha sangat keras untuk mengejan, membuatku mengalirkan air mata, sebeginikah sulitnya melahirkan hingga mempertaruhkan nyawa? Baru aku tau perjuangan wanita melahirkan itu seberat ini, aku tak pernah menyangka sebelum aku melihat langsung.
Dokter:"Ibu silahkan ikutu instruksi saya ya, tarik nafas dalam...buang,, setelah tarik nafas, jika anak sudah mendorong maka ibu bisa mengejan ya bu.."
Istriku mengangguk tanda mengerti. Lalu seketika itu dia mengejan sekuat tenaga, sampai keluar urat di dahinya dan membuat wajahnya merah padam, dia menggenggam sangat erat tanganku seolah mengalirkan rasa sakitnya padaku.
Dokter:"Sebisa mungkin bapak jangan menangis ya pak, beri dorongan pada ibu nya untuk tetap semangat, jangan jadi lemah ya pak."
Aku pun mengangguk tanpa menjawab.
Rizal:"Sayang...kamu yang semangat, sebentar lagi kita bisa menggendong anak kita.."
Dokter:"Bu,rambutnya sudah kelihatan, sedikit lagi, dengan sekali dorongan lagi anak ibu akan keluar bu..ayo bu, sedikit lagi..."
emmmmmnnnnggggguuuhhhhh...
Oeeekkkkk,,,,oeeeeekkkkk....oeeeekkkk..
Alhamdulillahirabbil'alamin...
Anakku telah lahir..
__ADS_1
Rizal:"Sayang, anak kita sudah lahir..."
Ku kecup kening istriku yang sedang terengah-engah karna keletihan.
Rizal:"Terimakasih sayang.."
Aku menggenggam tangannya erat, ku lihat suster memandikan anakku, dan dokter langsung membersihkan istriku.
Dokter:"Selamat pak,, anak anda lahir sehat dan selamat. Bayi anda berjenis kelamin....."
โ๏ธโ๏ธBersambung dulu yah,, tiba-tiba author sakit kepala..๐ค dan gak bisa lanjut lagi nih. tunggu lanjutannya ya dengan sabar sampe author reda sakkit kepalanya.
Kenapa author minta komen2 kakak sayang semua,itu karna terkadang apa yang kaka bilang di komen bisa juga jadi inspirasi buat author.. makanya semua komen kakak sebisa mungkin Green balas..
Seperti ada kedekatan antara kita...
Eciyeeeee..๐๐ uhuyyyy..
Ehem ehem...
Aku Padamu semuanya....๐๐
__ADS_1