Terlambat jatuh cinta

Terlambat jatuh cinta
Surat


__ADS_3

Hari kelulusan pun tiba, Seperti yang sydah di rencanakan Fira, dia akan berangkat setelah mendapatkan hasil, tujuannya adalah ke Singapura. Dia akan melanjutkan Study nya disana, sekalian melupakan rasa nya untuk Uzi, bahkan sampai saat ini Uzi pun belum mengetahui apa yang Fira rencanakan, karena Fira tak pernah mengatakan apapun pada Uzi.


Ketika sudah waktu nya berangkat, Fira pamit pada keluarganya, dan di menitipkan sebuah surat pada mama nya untuk di berikan pada Uzi,


Mama:" Kamu yakin nak, dengan keputusan ini?"


Fira:" iya ma, Fira yakin kok.."


Mama:" Tapi kenapa Uzi gak tau kamu mau ke Singapura?"


Fira:" Fira sengaja gak kasih tau dia ma,, Fira gak mau nanti selalu terkenang dia, "


Mama:" Kamu menghindari dia kan?"


Fira:" Gak ada yang tau hati Fira selain mama.."


Fira memeluk mamah nya erat, seakan dia ingin menumpahkan rasa sedih nya di pelukan sang mama. Tapi dia harus kuat, dia tak ingin di anggap lemah yang tak bisa jauh dari orang tua.

__ADS_1


Tak lama, pesawat yang di tumpangi Fira pun lepas landas, membawa Fira terbang menuju Negara tempat dia akan melanjutkan studi nya.


Sementara itu, Uzi yang bingung menatap rumah Fira, mengerutkan kening, tak biasa nya rumah itu sepi, dan sudah beberapa hari ini dia tak bertemu dengan Fira. Ada sedikit rasa kehilangan di hati nya, mungkin karena aku sudah terbiasa dengan dia kali ya..batin Uzi.


Hendak beranjak dari tempat dia berdiri, masuk ke halaman mobil putih yang di tumpangi orang tua Fira, jadi Uzi pun menunggu mereka turun..


Mama:" Eh, Uzi? ngapain?"


Uzi:" Gak ada ma, mama dari mana?"


Mama Fira tertegun mendengar pertanyaan Uzi, papa Fira yang berjalan mendekat pun membuka suara mendengar pertanyaan itu.


Uzi:" Kemana?"


Papa:" Ke Bandara.."


Uzi:" Bandara? maksud papa?"

__ADS_1


Papa:" Loh, kamu gak tau? Fira gak bilang sama kamu? Dia kuliah di Singapura sekarang, dan tadi kami antar dia mau ke singapura."


Uzi:" Apa?? Kok Fira gak kasih tau Uzi sih?"


Papa:" Loh, emang kalian ada masalah apa? biasanya nempel terus kayak amplop dan perangko . "


Uzi terdiam, dia merasa marah pada Fira, kenapa hal sepenting ini dia gak di kasih tau,


Mama:" Ini ada titipan dari Fira Zi..."


Uzi:" Apa itu ma?"


Mama:" Surat layak nya ini.."


Uzi mengambil surat itu dan segera pamit pulang kerumah nya, dengan tergesa dia masuk kedalam kamar, mama nya yang melihatnya pun geleng kepala ketika bertanya pada nya tapi tak mendapat respon, jangan kan menjawab, menoleh pun tidak.


Uzi masuk kamar lalu mengunci pintu kamar nya, sedikit tergesa dia duduk di meja belajar nya, dengan nafas yang masih sedikit tersengal dia perlahan menatap surat itu sebelum akhirnya merobek sampul surat.

__ADS_1


Hati nya deg-deg ser ketika melihat sederet tulisan Fira di kertas itu, hingga air matanya meleleh, tak terbendung, mengalahkan ego nya yang bilang kalo dia hanya menganggap Fira sebagai sahabat, tak lebih.


__ADS_2