
Sesampainya aku di cafe, aku langsung menuju kantorku, tak lama pintu di ketuk dan Lisa masuk mengatakan bahwa orang yang mencariku sudah datang, Aku menyuruhnya untuk menemuiku disini.
Toktoktok...
"Masuk..."
Aku tak menoleh karena masih sedikit memeriksa pembukuan Cafe, dia mendekat dan langsung duduk di kursi depan mejaku. Aku terkejut dengan kedatangannya.
"Mas Surya? Jadi kamu yang cariin Hana?" Tanyaku yang sedikit terkejut.
"Iya, aku cari kamu udah 3 hari, baru bisa ketemu disini." Jawabnya sambil tatapan mata nya tak lepas dariku
"Kenapa gak kerumah Ibu aja Mas?"
"Aku sudah tak punya muka untuk kerumah Ibu, jadi aku kemari mencarimu. Ternyata kamu pemilik Cafe ini?"
"iya mas..."
"Kenapa kamu gak pernah bilang?"
"Kita gak pernah dekat Mas, jadi untuk apa Hana cerita? Mas tau darimana Hana pemilik Cafe?"
"Dari Lisa dan dari Mama"
"oh..."
Lama kami berdiam-diam diruangan ini, masing-masing memikirkan hal yang tak tau apa yang dipikirkan..
"Aku kemari mau minta maaf sama kamu Hana, atas semua yang udah aku lakuin. Aku jahat, aku bodoh."
__ADS_1
"Sudahlah Mas, itu semua sudah berlalu."
"Tapi aku udah terlambat untuk jatuh cinta sama kamu Hana, perasaanku hadir ketika kamu pergi, rasa itu mulai tumbuh untuk kamu"
"Memang kamu terlambat Mas, kenapa sekarang? Kenapa disaat kamu udah ceraikan Hana? Hana sedih tau, Hana masih cinta sama Mas," kataku lirih
"Maafkan aku yang terlambat menyadarinya Hana, maafkan aku."
"Mas,,Hana sudah maafin mas kok, tapi bagaimanapun ceritanya, kita tak bisa kembali lagi. kita sudah berpisah, kamu juga sudah punya Iren tanggung jawabmu."
"Masa depan mas dengan Iren kesempatannya kecil." katanya lemah
"Kenapa mas?" Tanyaku penasaran
"Karena kejadian kemarin, Iren mengalami kerusakan pada Rahimnya, sehingga untuk kami punya anak sangat sulit. kemungkinannya hanya 5%."
Aku mencoba menghiburnya, menyemangatinya agar dia tak berlarut dalam kesedihan. Aku mengerti perasaan Iren yang akan sulit mendapatkan keturunan, karena aku juga wanita, apalagi suami yang dicintai pasti akan kecewa dengan hal seperti itu.
"Hana..." Panggil Mas Surya.
"Hmmm??" Aku menoleh padanya
"Apa kamu masih cinta sama mas?"
"Kenapa mas tanya seperti itu?
"Mas hanya ingin tau perasaan kamu sama Mas sekarang." Jawabnya lirih
"Seperti biasanya Mas, Hana masih cinta dan sayang sama Mas," Jawabku mantap.
__ADS_1
"Kalau begitu, apa kamu mau kembali sama mas?"
"Kamu serius mas?"
"Iya Mas serius. Mas mulai cinta sama kamu, mas sayang sama kamu Hana.."
"Iya, Hana tau, tapi gimana dengan Iren?"
"Iren akan mas ceraikan kalau kamu mau kembali sama Mas,"
"Apa mas gak cinta lagi sama Iren?"
"Mas cinta tapi dia tak bisa memberikan keturunan sama mas,,"
"Kita gak bisa kembali Mas.." Jawabku lirih.
"Bisa..." jawabnya cepat
"Caranya?" Aku jadi penasaran.
"Kamu menikahlah dulu dengan orang lain, setelah itu bercerai lalu kamu kembali lagi sama Mas,"Jawab Surya mantap.
"Tapi Iren?"
"Mas akan menceraikannya jika kamu mau..."
Lama aku berpikir apa yang dikatakan Mas Surya, benar katanya dengan aku menikahi orang lain lalu bercerai aku bisa kembali padanya, pikirku.
Aku seperti melihat sekelebat bayangan di depan pintu, tapi siapa? Ah mungkin hanya orang lewat pikirku..
__ADS_1