
Aku terbangun dari tidurku. Ah, sudah Subuh rupanya, aku berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri melaksanakan kewajiban sebagai muslim.
Selepas sholat subuh aku mulai membereskan barang-barangku, karna hari ini kami akan kembali kerumah.
Eh, tapi sepertinya ada yang aneh dengan jantungku, apa aku cuma mimpi aja ya tadi malam? sungguh indah mimpiku..
Lida kemana? ku ambil hempon dan aku mengiriminya pesan, tak lama dia menjawab bahwa dia tengah lari pagi. Oh...
Ketika aku hendak melipat dan memasukkan baju-bajuku ke koper, ku melihat sesuatu yang asing di jariku, itu bukan cincin kawinku. Hah??? Jadi yang semalam bukan mimpi? Aku terbengong melihat jari manis ku yang sudah di sematkan cincin Silver bermata hijau kecil.
Kan, jantungku mulai lagi. Aku terkikik sendiri membayangkan kejadian tadi malam yang ternyata itu bukan mimpi...hahaaaaaa senangnya hatiku...
Flashback on
Setelah Rizal bernyanyi, dia memandangku dengan manik matanya yang hitam pekat, sampai-sampai aku tak berkedip melihatnya.
Dia mengeluarkan sesuatu dari kantung jas nya dan menyematkannya di jari manisku. Aku bisa saja jatuh kalau aku tak mengingat Aku sedang berada di depan orang ramai..
"Jodoh, Aku tau kamu belum bisa nerima cinta Aku. Tapi aku akan berusaha untuk membuat Kamu jatuh cinta sama Aku. Seberapa lama pun aku harus menunggu, Aku tetap yakin kalau kamu, Nona Hana adalah jodoh Tuan Rizal."
Uuuuhhhh so sweet banget sih kamu rizal... Aku melayang nih... Lalu semua orang yang ada di restoran itu pun bertepuk tangan dan berteriak "Terima....terima...terima...."
__ADS_1
Lalu aku harus bagaimana untuk menolakmu? Dengan segala kebaikanmu, Aku tak dapat menolak cinta yang tulus datang padaku.
"Sebelumnya Aku minta maaf sama kamu Zal, untuk sekarang mungkin Aku belum bisa mencintaimu, bukan aku tak mau, tapi hati dan cinta tak dapat dipaksakan bukan?" dia mengangguk setuju. "Tapi gak ada salahnya juga memberi kesempatan untuk hati dan cinta yang hadir dengan tulus,"
"Ya, Aku mengerti situasinya." Jawabnya
"Apakah kamu bersedia menungguku untuk aku jatuh cinta padamu?"
"Selama yang kamu mau Nona.. Tapi jangan kelamaan juga, ntar aku Tua gak nikah-nikah..."
Cieeeeee...Uhuyyyy...cuit cuit....
"Jadi, apakah Nona Hana bersedia untuk menjadi pendamping orang biasa ini?"
"Ya..."
Aku menjawabnya dengan malu-malu dan disambut dengan tepuk tangan meriah, sungguh malam ini adalah malam yang tak terlupakan untukku.
Setelah melewati malam panjang yang penuh dengan drama romantis ciptaan Rizal, akhirnya kami kembali ke hotel untuk beristirahat.
Flasback Off
__ADS_1
"Kak, kenapa senyum-senyum sendiri? Udah mulai gilanya?" Tanya Lida yang udah ada di sampingku.
"Ternyata yang tadi malam itu nyata ya dek, bukan mimpi.?"
"Ya iya lah kak, mana mungkin itu mimpi, tuh udah melingkar di jari manis tanda lamarannya.." dia menunjuk pake bibirnya.
"Tapi kan dek, Apa gak kecepetan ya, kan kakak baru aja cerai, masak udah mau nikah lagi, kan yang enggak-enggak itu namanya..
"Kan udah ada Firman Allah yang bilang kalo wanita di cerai belum pernah tidur bareng gak ada masa iddahnya.."
"Iya sih, tapi kakak masih ragu dengan hati kakak,"
"Kakak masih mikirin mas Surya?"
"Iya, apa kabarnya ya dia, semenjak di rumah sakit udah gak denger kabarnya lagi."
"Udahlah kak, ngapain dipikirin lagi, dia itu suami orang, dosa loh.."
"hehehe, ya udah beberes gih, bentar lagi kita pulang..."
"Asssyyyiiiap bosque...?!"
__ADS_1