
"Ibu?? Ibu kok disini?" Aku berdiri dengan di bantu ibu,
"Tadi ibu kerumah mu, tapi ibu liat kalian pergi buru-buru, jadi ibu ikutin kalian. Ternyata kalian kemari..."
Ibu melihatku, tapi di tahannya air mata kesedihan itu, aku dapat melihat dari matanya yang merah, suaranya yang bergetar bahwa dia sedang menahan amarah.
"Jadi ibu tau semua bu?"
Ibu mengangguk, mengajakku duduk di salah satu taman yang ada di depan rumah sakit. "iya, Ibu lihat dan ibu dengar semuanya."
Aku semakin terisak melihat ibu, tak dapat lagi aku menahan gejolak emosi di hati. Aku menangis sejadi-jadinya. Sebenarnya aku tak masalah jika mas Surya ingin berpisah dariku, tapi hari ini aku di fitnah dengan seseorang yang merebut suamiku. Sakiiiit sekali.
Sayangnya aku bukan orang yang bisa berbuat licik seperti yang dilakukan Iren, aku gak bisa dan gak akan pernah bisa.
"Hana di fitnah bu... Hana di fitnah..."
Aku menangis sejadi-jadinya..
__ADS_1
Ibu memelukku sayang, mengelus kepalaku, lalu menepuk-nepuk bahuku.
"Ibu tau kamu gak salah, anak Ibu gak mungkin berbuat jahat, Ibu kenal anak Ibu, apalagi sampai menghilangkan nyawa anak yang belum pun lahir."
"Kenapa Iren tega sekali bu? Padahal Hana sudah menerima dia sebagai istri mas Surya juga, Mas Surya juga tak mau mendengar penjelasan Hana bu... hu....hu....hu...."
"Mungkin dia bukan jodoh terbaik untukmu nak, salah Ibu yang menjodohkan kalian, Ibu pikir kalian akan bahagia, tetapi ternyata Ibu salah, maafkan Ibu, Hana. Karena keegoisan Ibu, kamu banyak menderita selama hampir 1 tahun..."
Pertahanan Ibu pun akhirnya jebol, tak dapat lagi dia menahan air matanya. Dia terus meminta maaf padaku disela-sela isak tangis nya.
Panjang kali lebar kami berbicara di taman ini, sampai matahari terik sungguh. Aku pun mengajak Ibu pulang kerumah mas Surya, memintanya membantuku untuk membereskan barang-barangku. Dan hari ini pun Papa dan Mama akan datang. Jadi Aku menunggu mereka bersama Ibu, sekalian menunggu Ayah dan Lida yang masih ada kegiatan.
Sampai dirumah, aku mengajak ibu ke kamarku membersihkan diri untuk sholat dzuhur dulu, Ibu kaget melihat kamarku, kenapa seperti kamar seorang gadis,,
"Nak,..."
"iya bu?"
__ADS_1
"Kamu tidur disini sendiri?
"Iya, kenapa bu?" Aku berjalan menghampiri ibu dari kamar mandi setelah mencuci muka
"Apa kamu masih perawan?" tanya ibu penasaran. "Apa kamu tak pernah tidur dengan suamimu? apa kamu tidak menjalankan kewajiban mu sebagai istri? apa suamimu tak meminta haknya?"
Aku bingung menjawab pertanyaan ibu, semua yang ibu katakan itu benar. Aku hanya menunduk mendengar pertanyaan Ibu.
"Kamu berdosa jika kamu menolak tugas mu sebagai istri Hana," Ibu mencengkram tanganku.
"Bu, dengarin Hana, bukan Hana yang mau begini, Hana mencintai mas Surya, tapi dia enggan dan gak pernah mau buka hati untuk Hana, Hana udah coba sebisa mungkin bahkan Hana sabar sampai sekarang untuk merebut hatinya, tapi dia malah menikah dengan Iren, dan semakin jauh dari Hana.."
Aku menceritakannya pada ibu, ibu yang mendengarkan pun meminta maaf dengan lirih padaku karena telah berfikir aku yang tak memenuhi tanggung jawab sebagai istri..
✏️hp author lg hank ini,,jadi segini dulu ya,,semoga semua suka....doakan hp nya sehat lagi, jadi banyak yang bisa di tulis lagi...
sayang banyak2 untuk readers tersayangkuh...😘 jangan lupa dan jangan segan-segan mendukung author ya..
__ADS_1