
"Alhamdulillah, sekarang kita sudah resmi jadi pasangan suami isteri sayang..." ucap Rudi yang tengah duduk berhadapan dengan Lidya di atas tempat tidur mereka,
Lidya:" Iya sayang,, rasanya gak nyangka, dulu kita pacaran, terus putus, lalu di pertemukan dengan cara yang sangat indah,"
Rudi:" Jujur, sampai saat ini hati aku masih sama kamu, aku gak bisa berpaling dari kamu, setelah kita putus, aku melarikan diri ke Ausi supaya aku bisa ngelupain kamu, tapi ternyata enggak, aku bahkan sering tanya kabar kamu sama Lida.."
Lidya:" Iya, aku pun sama, tapi, Lida saranin aku supaya aku gak pacaran lagi, maka nya aku hijrah, dan setelah aku hijrah ternyata perasaan aku jauh lebih baik, maafin aku ya dulu gak mau denger ucapan kamu, kalo aja dulu aku bisa hijrah lebih cepat, kita pasti gak akan terpisah lama.."
Rudi:" Huusss jangan menyalahkan keadaan, memang ini jalan nya takdir kita, bertemu dengan cara yang indah,,"
Lidya:" Teringat aku, kenapa kamu gak jadi di jodohin?"
Rudi:" Sebenernya hampir aja jadi, tapi saat orang tua ku berencana melamar gadis itu, aku dapet panggilan dari Univ di Ausi, kalo aku di terima kuliah disana. Terus keluarga gadis itu malah memutuskan perjodohan kami.."
Lidya:" berarti emang kamu itu jodoh nya aku,, "
Rudi:" Iya sayang,, beberapa hari lagi Lida melahirkan kan yank,,?"
Lidya:" Iya,, kenapa? Anak nya kembar kan? Udah tau belum jenis kelaminnya?"
Rudi:" Belum, dia gak cerita sama aku, kamu tau?"
Lidya:" enggak juga, oh iya, aku mau kasih hadiah untuk anak nya yank,,"
Rudi:" Boleh, kamu mau kasih hadiah apa?"
Lidya:" Gimana kalo besok kita jalan-jalan sekalian cari hadiah buat beby?"
Rudi:" Boleh,, sekarang udah malam, yuk tidur,,"
Lidya:" Yuk lah, aku pun udah ngantuk,,"
Rudi:" Eitss.. Tunggu,,"
Lidya:" kenapa?"
Rudi:" Sebelum tidur kita ibadah dulu..."
Cup...
Rudi mengecup dahi sang istri, rasa nya begitu berbeda saat dia mengecup nya ketika pacaran, ada perasaan yang membahagiakan sekarang, ketika semua telah menjadi halal. Yang halal memang beda..
Dan malam ini adalah malam indah bagi pasangan pengantin baru, dimana mereka saling mengambil dan memberikan hak dan kewajiban mereka sebagai pasangan suami istri.
Keesokan hari nya seperti yang sudah di rencanakan, Rudi dan Lidya pergi ke pusat perbelanjaan untuk membeli beberapa barang sebagai hadiah untuk calon keponakannya.
Mereka berjalan sambil bergandengan tangan mengelilingi pusat perbelanjaan, mereka masuk ke toko perlengkapan bayi, melihat sekeliling sambil bercanda, Toko "Light's Baby Shop" ini menyediakan berbagai perlengkapan bayi,, toko ini adalah toko paling lengkap yang menyediakan benda-benda yang berhubungan dengan bayi, dan anak-anak.
__ADS_1
Rudi:" sayang,,,"
Lidya:" Ya sayang..."
Rudi:" Aku gak sabar mau belanja sendiri untuk anak kita..."
Blussshhh.... memerah lah wajah Lidya mendengar perkataan Rudi. Bagai mana tidak, proses nya aja baru di buat, gimana udah mau jadi aja...
Lidya:" Sabar donk, kita kan baru buat,,"
Rudi:" Ya udah, berarti kayak nya aku harus bekerja lebih keras lagi ya kan yank.."
Lidya:" Bahas nya di rumah aja, malu disini tau."
Rudi:"Hehehe,,"
Lidya:" Udah ayok, nanti kelamaan milih nya,
Rudi:" Iya sayang nya aku..."
Mereka berdua berkeliling melihat-lihat apa yang cocok, lalu Lidya bertanya pada mbak-mbak yang jaga toko nya..
Lidya:" Mbak, apa yang saya pilih ini bisa di buatkan parcel?"
Mbak:" Bisa Mbak, mbak pilih aja lagi mana yang mau di masukin, nanti saya akan buatkan parcel nya, kalau masih ada yang mau di tambah lagi silahkan mbak, di liat-liat dulu,"
Setelah bertanya, Lidya pun mulai memilah apa yang akan di hadiahkan pada calon ponakan nya. Lidya sibuk memilih baju, handuk, celana, dan lain-lain nya untuk perlengkapan bayi.
Setelah puas memilih, Lidya meletakkan barang bawaan nya di meja sang mbak yang akan mengubah cerintilan ini menjadi sebuah parcel,,
Setelah menunggu beberapa saat, mbak nya sudah selesai membuat 1 parcel untuk pakaian dan 1 lagi untuk peralatan mandi nya. Sungguh sangat zep zep zep kerjaan mbak nya,, secepat kilat, setajam silet..
*
Lidya:" Waaahhh.. Mbak, bagus banget jadi nya? Mbak nya pinter banget ya..."
Mbak:" Asal mau belajar aja semua nya pasti bisa mbak, dan satu lagi, harus tekun dengan apa yang di pelajari...
Lidya:" Bagus itu mbak,, cantik ya yank..."
Lidya bertanya pada Rudi,,
Rudi:" Iya cantik, tapi lebih cantik kamu di mata aku.."
__ADS_1
Blussshhhh,,, lagi dan lagi,,,
Mbak:" Waaah,,, mbak nya blushong di gombalin suami nya tuh.."
Lidya:" Apa sih mbak,,,"
Rudi:" jangan malu donk sayang,, kan bener kamu itu cantik.. Paling cantik di mata akuh..."
Lidya:" Aduuuhh sayang gombal nya di rumah aja donk,, jangan di sini, malu aku tuh,,"
Mbak:" Tolong dong mas sama mbak nya jangan disini romantis-romantiasan nya, saya tuh kan jadi baper mas..."
Rudi:" Hahaha.. Maaf kan kami ya mbak,,"
Mbak:" Iya mas gapapa, secara saya jomblo akut, maka nya liat kalian jadi baper.."
Lidya:" Ahahaha... Mbak bisa aja.. Semoga mbak cepet dapet jodoh ya..."
Mbak:" Amiiinnn...."
Setelah menyelesaikan belanjanya, mereka pun berjalan-jalan sambil bergandengan tangan mengelilingi pusat perbelanjaan ini, mereka juga makan siang bersama, lalu pergi nonton, jadinya perjalanan mereka hari ini adalah kencan mereka yang sudah ke berapa kali setelah mereka menikah.
Setelah dirasa cukup berjalan-jalan dan berbelanja mereka memutuskan pulang kerumah, malam nya Lidya mendapatkan telpon dari Ridha kalau Lida mau melahirkan. Begitu mendapat kan kabar, Lidya langsung mengabari kece badai, ada diantara mereka yang bisa datang, ada juga yang belum bisa menjenguk.
Jadi lah Rudi dan Lidya bergegas ke rumah sakit dimana Lida akan bersalin.
Setelah sampai disana, Lidya melihat keluarga besar berada di depan pintu ruang persalinan. Tampak dari raut wajah mereka sedang harap-harap cemas...
Lidya:" Gimana Lida Rid?"
Ridha:" Sedang di tangani dokter,"
Tak lama mereka menunggu,, terdengar suara tangisan bayi, nyaring sekali, membuat mereka yang sedang menunggu di luar ruangan menangis terharu..
Selang beberapa waktu, suster berlari keluar dengan tergesa-gesa dan kembali secepat kilat dengan membawa inkubator dan peralatan lainnya,
Deg...
Ada apa? Apa ada masalah dengan bayi nya?
Tak lama dokter keluar dan beberapa perawat mendorong bayi mungil yang tubuhnya tampak biru.. Kok??
Lidya penasaran, tapi belum bisa mendapat kabar apa pun, karena sepertinya para medis sedang sangat repot dan terburu-buru.
Setelah Lida di pindah ke ruang rawat inap barulah mereka semua bisa melihat Lida dan anak nya, tapi cuma seorang, karena yang seorang lagi audah di bawa keruang inkubasi,,
Betapa terkejutnya mereka saat mengetahui bahwa anak kedua Lida terkena gagal jantung, seketika suasana yang bahagia bersamaan menjadi suasana sendu.. Betapa hati Lidya Pilu mendengar nya, walaupun ada seorang lagi anak nya, tapi mereka lahir dari perut yang sama, yang sudah dirasakan kedekatannya sejak dalam kandungan..
__ADS_1
Lidya pun merasakan apa yang sahabat nya rasakan, karena Lidya juga seorang wanita dan akan menjadi seorang ibu, mereka yang ada di ruangan pun memberikan semangat pada Lida...