
Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya lampu hijau di depan ruang operasi mati pertanda operasi sudah selesai, Lagi-lagi dokter keluar dengan wajah yang sedikit menghawatirkan.
Dokter:"Pak Surya, Kami mohon maaf, kami bisa menyelamatkan keduanya, tapi kondisi mereka sangat mengkhawatirkan, Anak dan isteri bapak kritis, mereka akan segera dipindahkan keruang PICU dan ICU. Jadi pak, mohon doa nya jangan tinggal ya.."
Dokter pergi setelah memberikanku nasehat, aku rasanya mau pingsan tapi aku tahan karena aku tak mungkin merepotkan kedua orang tuaku.
Mama yang sedang duduk akhirnya pingsan tak tahan mendengar kabar dari dokter. Tak dapat di pungkiri bahwa ini adalah cobaan terberatku dalam hidup. Sungguh sangat berat sampai rasanya aku tak sanggup lagi untuk hidup.
Aku masuk ke ruang ICU tempat dimana istriku berbaring, sesih hatiku melihat keadaannya yang dimana-mana terdapat kabel dan selang. Alat bantu pernafasan, Pendeteksi detak jantung, dan entah apalagi aku tak tau.
Ku genggam tangan isteriku yang pucat, aku sungguh tak menyangka hari ini akan seperti ini.
Surya:"Sayang... kenapa kamu buat aku kayagini? Kenapa kamu gak bilang kalau kamu sakit? Kenapa kamu harus menyembunyikan penyakitmu ini? Kamu tau? Anak kita pun sedang kritis, bangunlah sayang, kalau bukan kamu lalu siapa yang akan memberikan dukungan pada anak kita?
__ADS_1
Kamu memang istri yang paling hebat sayang, maafkan aku karena pernah menyakitimu. Tapi jangan menyiksaku seperti ini, sungguh ini siksaan yang berat untukku, kita sudah sama-sama berjanji kan kalau kita akan bahagia? Kita akan merawat anak kita sama-sama, bangunlah sayang, aku tau kamu kuat."
Aku tak bisa melanjutkan kata-kataku, aku menangis di sampingnya, menangis dengan pilu berharap wanita yang sedang ku genggam tangannya ini segera bangun.
Tapi semua sia-sia, dia tak kunjung bangun. Dan itu membuatku semakin tak berdaya.
Aku keluar dari kamar istriku dan menuju kamar bayiku. Oh Tuhan.... Malang sekali nasib anakku, dengan selang yang bertebaran di sekujur tubuh mungilnya, aku yang melihatnya pun merasa sangat sakit sekali, tak henti-hentinya air mataku mengalir, merasakan penderitaan yang anakku alami.
Surya:"Sayang..kamu harus kuat nak, Papa mu ini banyak melakukan kesalahan, jadi maafkan papa, dan ayo bangunlah nak, kita bangunkan mama biar mama senang melihat anaknya sehat, papa tau kamu jagoan papa, anak papa yang akan menjadi kebanggaan papa, kamu anak sholeh nak, Papa mohon jangan juga kamu siksa papa seperti ini sayang...
Mama kamu itu sedikit manja, jadi kita butuh tenaga ekstra untuk banguninnya, Sayang... Papa harap kamu bangun sayang.."
Oekkk.....Oeeekkk....Ooeeeekk.....
__ADS_1
Aku terkejut mendengar teriakan tangis bayiku, aku senang, cepat-cepat ku panggil dokter untuk memeriksa anakku.
Setelah dokter memeriksa dia mengatakan bahwa masa kritis anakku sudah lewat dan anakku sudah bisa dirawat secara normal, tapi untuk beberapa hari ini dia masih akan berada di PICU untuk memantau perkembangannya.
Aku sangat bersyukur karena satu masalahku sudah lewatbdan terselesaikan. Aku tinggal menunggu isteriku untuk bangun dan menggendong anakku.
Surya POV END
✏️✏️Ketemu lagi sama sayangnya Green, Green gak bisa bayangin gimana perasaan surya mendapatkan cobaan yang begitu berat, mudah2n Iren segera sadar dari komanya ya, dan Mereka bisa berbahagia, atau kalau memang Iren tak berumur panjang mudah2n di tempatkan di sisi terbaik sang pencipta..
Amiiiiiiinn.....
Like dan komen nya kak tetep green tunggu yesss..🙏😘
__ADS_1