
Sesampainya di Hotel, kami masuk ke kamar masing-masing. Rizal memesan dua kamar untuknya dan untuk kami berdua. Ku buka tirai jendela, sungguh pemandangan yang luar biasa, langsung menuju ke laut cuy...
Rizal emang the best... Kalau begini sih aku betah berlama-lama disini. hahaha...
Malam ini kami hanya makan di lobby hotel, karena capek dalam perjalanan kami memutuskan untuk berjalan-jalannya besok saja.
Selesai makan kami kembali ke kamar masing-masing, Aku pun merasa sangat lelah setelah perjalanan panjang. Langsung tidur terbuai mimpi indah. Begitu juga dengan Lida. Bahkan dia sampai ngorok, ugh...kalau tak ingat dia adikku, ku tendang dia keluar..
Besoknya......
Setelah sarapan, Rizal mengajak kami ke pantai, berjalan beriringan di atas pasir putih yang bersih dari sampah. Oh sungguh indah nian pemandangan ini,, aku tak rela meninggalkan pemandangan ini, ku rekam denga jelas di memori otakku agar aku bisa mengulang membayangkan kalau aku sedang berada disini.
Lida yang memang anak yang aktif tak mau menunggu lama lagi untuk mencoba semua wahana air yang ada di pantai ini.
Sedangkan aku dan Rizal melanjutkan perjalanan kami menyusuri pinggir pantai.
__ADS_1
Sesekali dia mencipratkan air padaku, membuatku basah, aku yang tak mau kalah akhirnya mengikuti permainannya, kami saling serang air laut. Tak ku sangka ini sangat menyenangkan. Lalu dia mulai melemparku dengan pasir, membuatku lari menjauh darinya, dan dia malah mengejarku, jadilah kami kejar-kejaran macam di film india... Sesekali aku berbalik mengejeknya, tapi malah dia menangkapku dan menggelitiki aku. Aku sungguh kesal karna tak dapat berlari jauh, capek ku rasa, nafasku tersengal, akhirnya kami duduk berdampingan di pinggir pantai dan kaki kami di belai halus oleh ombak.
"kok ya rasanya ini amat sangat romantis ya? ah...andai saja aku disini dan seperti ini dengan orang yang kucintai..." Batinku
Lalu aku melihat kearah Rizal, ternyata dia tengah memandangiku, Aku kan jadi malu...
"Kenapa kamu liatin aku begitu?"
"Kamu cantik kalau tersenyum."
"Wanita yang dekat sama aku gak akan marah kok. Asal kamu mau terima cinta Aku."
"Kamu sanggup dengan aku yang seperti ini?"
"Emangnya kamu gimana?" Dia malah tanya balik.
__ADS_1
"Aku ini janda Zal, kamu tau kan apa artinya kalau wanita pernah berumah tangga, pasti...pasti sudah..." aku tak melanjutkan kata-kataku.
"Terus apa masalah nya kalau kamu janda? Terus masalah nya dimana? Soal kamu udah gak perawan lagi? kan Aku udah bilang Aku gak masalah."
"Tapi kan kamu bisa dapet yang perawan Zal,"
"Jadi kalau aku sukanya sama kamu yang udah janda gimana dong? siapa yang mau ngelarang aku?" jawannya buat Aku tebengong.
"Kamu kekeuh banget sih suka sama aku? Terus aku masih cinta sama mantan suamiku apa kamu bisa terima?"
"Seiring waktu berjalan kamu pasti jatuh cinta sama aku Nona, bahkan saat ini kamu udah ngerasain ada getaran di hati kamu kan?"
Aku terdiam dengan pertanyaan Rizal. Kenapa dia bisa tau? ah...aku malu....
Kamu memang bisa menebak hatiku Zal... Batinku..
__ADS_1