
Saking aku marah nya sama Lida, jadi aku langsung masuk kantor, kulihat bu Nadia yang sedang mengelus-elus kaki nya, jadi aku pun bertanya dia kenapa, ternyata dia terpeleset kulit pisang dan Lida yang nolongin, jadi aku merasa bersalah padanya.
Lalu aku lun membeli cake untuk meminta maaf esoknya, kebetulan dia duduk sendiri di bangku taman bawah pohon, dari situlah aku mulai tertarik padanya, pada sosok mahasiswi ku yang kalo bisa di bilang petakilan luar biasa, tapi memakai pakaian terbuka. Sebisa mungkin aku menghindari dia, tapi menghubungi nya hanya lewat telpon.
Suatu hari, aku di ajak Rivan sahabat ku dari sekolah dulu untuk acara makan-makan bersama adiknya, katanya dia mau mentraktir seseorang yang udah di tabraknya, pun katanya orang itu yang udah buat hati Rivan Luluh.
Rivan:" Gar, besok temeni aku ya, makan makan"
Eko:" Tumben??"
Rivan:" Sebagai permintaan maaf aku udah buat dia hampir nyemplung parit,"
Eko:" Kok bisa?"
Rivan:" Aku pun gak tau bro. kayaknya aku suka deh sama tuh anak."
Eko:" Lu mah semua yang baru lu liat lu bilang suka."
Rivan:" Mencari yang terbaik gapapa lah bro.."
Eko:" Helleh, alasan Lu."
Rivan:" Dia kuliah di kampus mu Bro, nama nya Lida.."
Eko:" Oh anak itu, jangan sampe lu nyakitin dia,"
Rivan:" Lu punya rasa juga ama tuh anak?"
Aku hanya bisa diam dwngan pertanyaan Rivan, bingung juga mau jawab apa.
__ADS_1
Besoknya kami pergi ke cafe green, karena disana tempat janjian mereka. Sebelum mengikuti Rivan ada panggilan alam pula datang mendadak, jadi ya aku ke toilet lah dulu..
Pas keluar toilet ada yang menabrakku, dan ternyata itu Lida, sungguh Masyaallah sekali penampilannya, tapi cepat aku netralkan perasaanku, jangan sampai aku terbuai dengan bujukan syaitan. Aku cuma bisa bersikap seperti biasanya, seperti selentingan yang aku dengar, kalau aku dosen killer, hanya itu yang bisa aku lakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Bagaimana mungkin aku tak mengenalinya, wajah yang tiap hari memenuhi pikiran ku, yang terkadang aku juga membuatnya menungguku memberikan jawaban atas sinyal-sinyal yang dia berikan, tapi apalag daya aku. Aku hanya manusia biasa yang tak biasa mengendalikan nafsu yang berlebih, terlebih lagi untuk orang yang benar-benar aku,ingin untuk ku jadikan pendamping hidupku..
Setelah kami berkumpul, sepertinya Ribmvan mulai melancarkan aksinya, mereka memang berbicara berdua, bukan maksudku menguping, tapi aku memang jelas mendengar kalau Lida menolak Rivan, gimana gak dengar, mereka duduk gak jauh di samping ku.
Setelah berbincang dengan Rivan, Lida malah mendatangiku, aku memang sengaja hendak menghindar, tapi malah dia yang mendekat, lalu kami berbincang-bincang sebentar sebelum acara makan-makan selesai.
Tling... bunyi suara hp ku, menandakan ada pesan masuk, Rupanya dari Bunda, dia mengajak aku bertemu karena dia mau menjodohkan anak temennya pada ku. Jadi sekalian saja mumpung aku masih di cafe, ku ajak bunda bertemu disini.
begitu bunda dateng dengan anak temennya, aku duduk si samping bunda, kami berbincang-bincang sebentar setelah aku melihat Lida yang hendak masuk ke ruang pemilim Cafe, Entah apa yang dipikirnya, pasti dia berfikir kalau aku udah di jodohkan.
Bunda:" Nak kenalin, ini Sofia, dan ini ibunya Nana." kaya ibu memperkenalkan mereka berdua.
Eko:" Saya Eko."
Eko:" Baik lah, saya hanya punya satu pertanyaan untuk di jawab, menurut kamu, jika kamu mencintai seseorang tapi belum kamu gapai, apa yang akan kamu lakukan sofia?"
Sofia:" Mmm..mungkin aku akan mengatakan padanya kalu aku mencintainya, dan berharap dia akan menjadi pasanganku."
Eko:" Terus kalau dia menolak?"
Sofia:" Aku akan berpaling darinya. Dan akan menemukan cinta yang lain."
Eko:" Semudah itu?"
Sungguhcjawaban yang tidak di pikirkan sama sekali, aku hanya menguji nya dalam hal kecil, tapi rupanya dia menganggap perasaan itu tidak penting, berbeda sekali dengan jawaban Lida saat aku bertanya lasal apa itu cinta, padahal cuma seorang mahasiswa,masih kecil, tapi memiliki pemikiran yang dewasa.
__ADS_1
Sofia:" Hidup jangan di ambil lusing lah, masih ada lelaki lain, Allah juga udah memberikan pasangan saat kita berusia 4 bulan dalam kandungan."
Eko:" Baik lah kalu jawaban kamu seperti itu, mohon maaf untuk bunda, tante dan sofia, saya tidak akan menerima perjodohan ini, maaf sekali."
Tak,menunggu lama, bu Nana Langsung bangkit dari kursi dan menarik anak nya keluar dari cafe tanpa pamit pada bunda.
Bunda:" Kamu sih nak, kan mereka marah, kenapa sih harus pertanyaan itu lagi?"
Eko:" Bunda gak percaya sama aku? Aku udah punya target sendiri bun, jadi tolong jangan jodoh-jodohin aku lagi ya."
Bunda:" Sampai kapan kamu mau nunggu?"
Eko:" Bentar aja bun, Aku masih ngasih Ujian sama dia."
Bunda:" Yakin kamu bisa ngelewatinnya?"
Eko:" Aku yakin kok bun, Bunda pasti suka dengan dia,"
Setelah perbincangan dengan ibu yang singkat itu, aku pun pulang bersama ibu.
✏️✏️ Mohon di maafkeu Green nya ya kak, hari ini green lagi ada tugas luar, jadi mohon maaf jika cerita kita singkat,
Oh iya,di cerita pak Eko ini, green enggak tampilkan percakapan pak eko sama Lida, karena green tau gak ada yang sukanadwgan berulang, karena green pernah buat tapi banyak yang bilang kok episode nya sama kayak episode yang itu, jadi nya serasa baca 2 x. tapi tetep ada kok percakapannya pak eko, tapi dengan orang-orang sekitar pak eko ya, bukan dwngan Lida, kalau dengan Lida green buat sebagai Nasrasi aja. Nanti kepanjangan dan berulang, itu gak enak kalau di baca. Karena green juga gak suka baca adegan berulang.
Mohon di maklumi kakak. Green mau siap-siap dulu ya, mau ngerewang soalnya..haha
nanti malam mau makan daging..wkwkwk
kalo sempat hri ini green up, tapi kalau tidak mungkin besok,, atau paling cepet nanti malam.
__ADS_1
See yuuuu,,, dukung terus ya kak ek...😘😘