Terlambat jatuh cinta

Terlambat jatuh cinta
firstkiss


__ADS_3

Dan.....


Eng ing eng....


Ahahaha....


Maafkan author yang menggantung para readers tersayang... apalah daya author yang daya mata tinggal 1.5 watt...ada kakak yang mau kasih daya 30 watt pas author baca komen..tapi kayanya masih belum cukup kak untuk menyenangkan hati readers tersayang...


Jadi kita mulainya pelan-pelan aja ya..biar gak apa kali..hehehe๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


_-_-_-_-_-_-_-_-_-_


Mas Rizal memulai aksinya, menyentuh bibir merah merona ku. Aku yang tersenyum malu-malu semakin malu dengan tatapan intens nya.


"Mas...." aku bersuara sangat lembut ketika dia mulai mendekat.


"Ya sayang??" Mata itu terus memandangku, membuat aku gugup kembali.


"Hana mau ke kamar mandi mas, dari tadi Hana udah nahan buang air kecil. "


Aku nyengir kuda membuat mas Rizal memundurkan badannya ke belakang. Ku lihat dia kesal sekali. tapi apalah dayaku yang sudah tak tahan. Jadi aku langsung berlari menuju kamar mandi menunaikan hajatku, sekalian aku berganti pakaian.


Keluar dari kamar mandi ku lihat mas Rizal berbaring di kasur memejamkan matanya. Aku tersenyum melihatnya dan aku naik ketempat tidur membangunkannya untuk melaksanakan kewajiban dulu.

__ADS_1


Diapun dengan langkah gontai memasuki kamar mandi membersihkan diri dan melaksanakan kewajibannya.


Setelah dia selesai, dia berjalan kearah ku, duduk di depanku, aku yang menunggunya sambil membaca buku duduk bersandar di kepala tempat tidur melihat dia menatapku.


"Kenapa mas liatin Hana begitu?"


"Kenapa untuk mencium istriku sendiri saja susahnya minta ampun? Apakah nona sengaja mempermainkan ku?"


Tanyanya dengan menggenggam tanganku erat. Aku hanya tersenyum melihatnya.


"Maafin Hana, bukannya Hana mau mempermainkan mas, tapi memang kondisi yang buat begini jadi cemana? Sini.."


Aku menepuk kasur dan menggeser tubuhku ke sebelah nya, memintanya untuk berbaring di sampingku. Mas Rizal dengan senang hati berbaring. Lalu tanpa di mintanya aku memeluknya, menenggelamkan wajahku ke dadanya. Dia mengelus bahuku sayang, elusan nya membuat bulu roma ku berdiri, dan sukses membuat aku merona.


Aku menggeleng masih dalam dekapannya. Lalu dia mengangkat wajahku untuk menghadapnya dengan jari telunjuknya.


Dia menurunkan sedikit kepalanya agar sampai pada wajahku, kami saling menatap, seolah-olah tatapan itu tak boleh berakhir. Semakin lama aku merasakan nafasnya yang memburu..tanpa sadar aku menutup mataku, entah karena malu atau memang begini ya reaksi ketika mau di cium?


Mas Rizal menempatkan bibirnya pada bibirku. Aku merasakan suatu sensasi yang luar biasa yang tak pernah aku rasakan. Oh sungguh perasaan apa ini? Aku terus memejamkan mataku menikmati ciuman mas Rizal. Karena ini hal pertama bagiku jadi aku tak tau harus apa. aku diam, sedangkan dia menyesap halus setiap inci bibirku. Aku geli..


Dia sedikit menggigit kecil bibirku dan tanpa sadar aku pun membuka mulutku, dengan leluasa dia memainkan lidahnya mengabsen setiap hal yang ada dalam mulutku. Aku masih tak tau apa yang harus aku lakukan. Aku menautkan alisku, nafasku hampir habis dengan ciumannya. Sadar akan hal itu mas Rizal melepaskan ciumannya. Aku membuka mataku dan sedikit menggigit bibirku lalu membenamkan wajahku ke dadanya. Dia yang heran melihatku lantas bertanya.


"Kamu kenapa sayang? Apa aku menyakitimu?

__ADS_1


Aku menggelengkan kepalaku,


"Lantas kamu kenapa?"


"Aku malu mas,."


"Bukankah kamu pernah melakukannya? Ikuti saja permainannya."


Aku menengadahkan kepalaku, ingin sekali aku mengatakan bahwa ini ciuman pertamaku. Tapi aku ragu, aku tak mau dia menertawai ku. Jadi aku mengiyakan saya apa yang di katakan nya.


Tak menunggu lama, Dia mulai ******* bibirku lagi, dan seperti katanya, aku mengikuti permainannya. Membalas setiap gerakan bibir dan lidahnya. Aku larut dalam permainan sehingga aku tak sadar jika tangannya sudah berada di dalam pakaian atas ku. Aku sungguh terkejut dan mulailah spot jantung. Oh jantung ku..kamu kenapa.?


Aku mendorong mas Rizal, selain aku kehabisan nafas, aku masih syok dengan perlakuannya. Aku menatapnya terkejut.


Bahkan dia lebih terkejut dari ku.


โœ๏ธโœ๏ธHmmmm...๐Ÿค”


gimana sayang2nya author? suka?


Yang masih baper mana?


Sesungguhnya author juga gimana gitu pas nulis..xixixixxi

__ADS_1


__ADS_2