
Maafkan green kakak, karena green udah jarang update,, kenapa? karena green lagi terserang virus ini, virus apa? virus malas,,😁
Butuh banyak referensi untuk menulis, tapi jika ilham belum datang maka pikiran itu stagnan, berwenti di tempat, terkadang udah dapet ide untuk menulis pas lagi semangat-semangat nya eh anak gak mau di tinggal, setelah anak tenang dan mau ngelanjut lagi malah lupa..
Green mau kasih tau, mungkin sebentar lagi novel ini akan tamat, karena semua permasalahan nya udah keluar, dan juga udah ada penyelesaiannya, green akan lanjut cerita takdir cinta naira dan 10 tahun jika gak ada yang menghambat lain-lain. Green juga punya cerita baru yang udah green buat kerangkanya, berdasarkan kisah nyata, tapi bukan ber genre romantis, green juga belum tau arah genre nya kemana, yang pasti ini sanagat menguras air mata, banyak bawang green tebar di setiap sudut nya. 😂
Spoiler dikit, ini cerita tentang kehidupan seorang wanita paruh baya, hidup dengan penuh cobaan, dimana ada kata bahagia? dia pun tak tau.
cerita nya belum green publish, masih sebagian green tulis, kira-kira ketika Novel ini tamat maka selanjutnya akan green publis cerita baru itu.😁 mohon doa dan dukungan nya dari pembaca setia terlambat jatuh cinta yang udah meluangkan waktu nya untuk membaca karya Green.😘
happy reading...
...................
Ruziqna....
__ADS_1
seorang yang cool,, tampan, rambut lurus belah samping, wajah tirus, mata tajam, setajam elang, yang sampai sekarang belum menemukan jodoh yang pas, dimana semua para sahabat nya sudah menikah, hanya tinggal dia sendiri di umur 28 tahun yang masih betah melajang.
Bukan dia tak mau, tapi karena masa lalu yang masih menghantui, betapa dia sangat bodoh saat itu, tak menyadari kalau dia sudah jatuh cinta pada seorang wanita yang bisa di katakan lembut, dewasa, cantik, banyak lebih nya lah, Dia adalah Fira, teman masa keccil Uzi.
Sering bermain bersama, kemana-mana berdua, sampai ada yang bilang kalau mereka bakalan jodoh, tapi apalah daya ketika Mereka beranjak remaja, dan Fira mengungkapkan perasaan nya, uzi hanya bisa bilang kalau dia hanya menganggap Fira sebagai adik nya.
Dan di saat itu juga Fira mulai menyadari kalau dia tak ada di hati Uzi, maka Fira pun membuat keputusan kalau dia akan menjauhi Uzi untuk membuang rasa suka atau malah sudah cinta pada Uzi.
Pada saat itu, saat dimana Uzi dan Fira masih di bangku SMA... 9 tahun yang lalu..
Uzi:" Sabar lah, aku masih pake sepatu,"
Fira:" dari tadi ngapain aja sih, kan udah aku suruh siap-siap terus dari jendela.."
Fira mengerucitkan bibirnya.
__ADS_1
Uzi:" Iya, maaf,, yuk kita pigi, aku atau kamu yang bonceng?"
Fira:" Kamu lah, kamu fikir aku sanggup boncengin cowok banyak dosa kayak kamu.."
Uzi:"Eh, bibir nya gak di sekolahkan ya? atau mau aku yang sekolahkan...?"
Fira:" Udah ayok cepet..."
Uzi pun menuruti kata sahabatnya itu, yah, mereka memang setiap pagi berangkat sekolah bersama, hanya dengan satu sepeda, dan sudah pasti Uzi yang selalu membonceng nya. Rumah mereka pun bersebelahan, kamar Uzi dan Fira hanya di batasi pagar bunga setinggi 1 meter, jika mereka berdua membuka jendela, maka tampaklah wajah mereka masing-masing.
mereka bersekolah di tempat yang sama, mulai dari TK, SD, SMP dan sampai saat ini SMA. Sudah kelas 3 tahun ini, tapi masih semester 1.
Sesampainya di kelas, mereka pun duduk berdua, seakan mereka tak akan pernah terpisah. Nempel bagai perangko. Kalau sudah terpisah seperti HP tanpa Kuota.. Bosan.
Dalam diam Fira selalu memperhatikan Uzi, tak pernah ia lelah memberikan perhatian pada Uzi, karena memang Fira sudah jatuh cinta pada Uzi lama setelah Fira mengerti apa itu artinya rasa suka, sayang dan cinta pada lawan jenis.
__ADS_1
Pernah teman sekelas nya bertanya pasal mereka yang tak terpisahkan, tapi Uzi maupun Fira tak pernah memberikan jawaban pasti pada mereka yang bertanya. Selalu menampilkan senyuman, yang tak akan pernah di mengerti oleh semua teman-temannya.