
Aku terduduk di bangku taman dimana pak Eko pernah menegurku saat aku gak masuk di jam mata kuliahnya. Aku bingung harus apa. Dan bagai mana aku bisa menolak lamaran lelaki baik-baik?
Lagian pak Eko juga bilang kan kalo aku harus nerima lelaki yang baik,
Lida:"Baiklah, aku akan menjawab lamaran Leo, sepertinya aku akan menerima lamarannya.
Prang....Suara minuman kaleng jatuh tepat di belakang ku, Aku menoleh, tapi tak ada siapa pun, ku lihat bungkusan itu, ternyata ada Brownis kesukaan ku dan minuman kaleng, ada juga catatan kecil di dalam box kue, dengan ucapan
"Assalamualaikum calon makmum ku.."
Deg... siapa ini? apakah dia? benarkah dia? tapi dia tak akan kembali secepat itu.. terus kenapa dia tak menemui ku? apa salah ku?
Aaahhh,,apa karena ucapanku yang akan menerima pinangan Leo? Aku tak mengerti apa yang terjadi ini, ku coba hubungi ponsel nya, tapi tak ada jawaban dari pak Eko, berkali-kali aku menelepon nya, tidak juga menunjukkan ada nya tanda-tanda dia akan menerima panggilanku.
Jika memang itu benar pak Eko, kenapa dia tak mau mendengar penjelasan ku dulu?
Apa ini pertanda kalau memang aku harus bersama Leo? baiklah, akan aku telpon Leo.
Tuuut...tuuuut...tuuuuutttt...
Leo:" Halo?"
Lida:"Assalamu'alaikum.."
Leo:" Waalaikum Salam, ada apa?"
Lida:" Kamu dimana?"
Leo:" Sedang ada pekerjaan sedikit, kenapa?
Lida:" Aku mau bertemu kak, aku akan berikan jawaban hari ini."
Leo:" Baik lah, Nanti sore aku ke kampus.
Lida:" Iya. ya udah Assalamualaikum.."
Leo:" Waalaikum salam..
Aku memutuskan sambungan telepon. Huuffftt mungkin ini memang jalan takdirku...
Masih setia dengan lamunanku, hp ku bergertar kembali..
Ring....ring...ring...
Lida:" Assalamualaikum.."
Eko:" Waalaikum salam.."
Lida:" kenapa? Bapak dimana?"
Eko:" Maaf, saya tak menjawab telpon mu tadi, saya cuma mau kasih tau kamu, kalau saya tak akan kembali lagi, saya sudah memutuskan bahwa saya akan melanjutkan S3 Di Jepang."
Lida:" Bapak serius?"
Eko:" Kapan saya pernah berbohong?"
Lida:" Iya, bapak selalu jujur.."
Eko:" Semoga kamu bahagia ya.."
__ADS_1
Lida:" Pak.."
Eko:" Tak apa, mungkin terlambat untuk saya mengetahui perasaan saya padamu, tapi jika memang lelaki itu baik maka terimalah, mungkin kita tak berjodoh."
Lida:" Terimakasih pak..."
Eko:" Hey, jangan menangis..."
Lida:"Tak apa pak, kalau begitu saya masuk kelas dulu, hari ini pak Budi buat praktek."
Eko:" Ya udah, Assalamualaikum.."
Lida:" Waalaikum salam.."
Begini kah sakitnya hati? Rasanya tersiksa sekali batin ku.. Tapi aku harus percaya bahwa pilihan Allah itu selalu yang terbaik, terkadang apa yang kita pikir buruk untuk kita bisa jadixmalah itu yang terbaik, dan sebaliknya, ketika kita merasa hal itu baik untuk kita, justru malah terburuk untuk kita.
Mungkin kah burung merpati itu adalah jawaban untuk Leo? Aku harus segera kembali ke kelas.....
.....
Setelah usai materi pak Budi, aku melangkahkan kaki ku ke taman dimana aku sudah janjian dengan Leo. Perasaan Marah, benci , membayangi otakku, ingin ku lampiaskan rasanya, tapi aku ingat kalau aku gak harus menyalahkan keadaan.
Aku duduk di bangku taman di temani oleh Lidya yang akan pulang bersamaku.
Lidya:" Kamu gugup mak?"
Lida:" dikit mak,,,"
Lidya:" Kamu yakin dengan jawabanmu? Kamu gak nyesel?"
Lida:" Aku yakin dan tak akan pernah menyesal."
Lida:" Oke, aku dukung kamu."
Leo:" Maaf aku terlambat, jadi apa jawaban kamu?"
Lida:" Maaf kak, aku gak bisa nerima lamaran kamu.
Leo:" Kenapa?"
Lida:" Aku gak bisa nikah kalau kamu cuma memanfaatkan aku doang."
Leo:" maksud kamu?"
Lida:" Aku udah tau semua nya. Kamu hanya ingin menikah dengan ku karena tuntutan keluargamu, dan karena Harta. Jadi maaf aku gak bisa, dan ingat 1 hal kak, jangan pernah lagi ganggu aku. Permisi."
Leo:" Lid,, tunggu lid,, denger penjelasan aku dulu.."
Lida:" Gak ada yang perlu di jelasin, permisi. Ayo mak."
Aku terus berjalan, menarik tangan Lidya dengan kuat, sampai pada parkiran Lidya menyadarkan aku.
Lidya:" Sakit mak tangan ku,.."
Lida:" Maaf..."
Lidya:" Ku pikir kamu akan nerima dia.."
Lida:" Enggak setelah aku denger semuanya.."
__ADS_1
Lidya:" Denger apa?"
Flashback On
Setelah aku menelpon pak Eko, aku hendak ke ruangan, tapi tiba-tiba panggilan alam mendadak memanggil ku, jadilah aku belok ke kiri menuju toilet, Di ujung lorong aku liat orang yang aku kenal tapi membelakngi pintu toilet, tapi tadi katanya dia sedang di kantor, kok disini pikirku.
Jadi aku hendak menghampirinya, sebelum sempat aku menegur nya ku dengar kata-kata yang membuat jantungku berdebar begitu kencang nya.
Leo:" Iya, aku mau cepet nikahin Dia karena paksaan orang tuaku yank,, Karena orang tuaku mau nya punya menantu yang alim, rajin ibadah, muslimah penampilannya, jadi aku menargetkan dia.."
Pacar Leo:" Jadi aku gimana beb?"
Leo:" Kamu tetep Ratu di hatiku, setelah nikah sama dia dan aku tanda tangan hak warisku, aku akan ceraikan dia. Dan aku akan nikahin kamu sayang..."
Pacar Leo:" Beneran beb? Makasih Beb..Kamu gak bohong kan?"
Leo:" Ya enggak lah, aku kan cuma cinta nya sama kamu yank..."
Lalu mereka melakukan hal menjijikkan yang Ughh,,,mau aja ku timpuk pake buku tebel ku ini. Ya Allah, asakit sekali di bohongi kayak gini. Aku berlari masuk toilet. Sungguh dia pintar sekali berkamuflase...Aku gak akan pernah maafin dia. Kamu liat aja Leo."
Sudah jelas apa yang aku dengar, ternyata dia tak sebaik yang ku kira, aku menyesal akan menerima lamarannya, tapi Alhamdulillah jika batal, berarti Allah sayang padaku, tak membiafkan aku terjerat dengan olrang yang licik macam Leo.
Flash back Off.
Lida:" Jadi gitu ceritanya mak.. Parah kan?"
Lidya:" Parah bener,, dasar cowok buaya. Mau aja ku kasih dia pelajaran."
Lida:" Udah lah mak, biar Allah aja yang bales, kita jadi penonton aja."
Lidya:" Terus gimana sama pak Eko?"
Lida:" Dia juga suka aku, tapi karena aku tadinya mau nerima lamaran Leo jadi dia gak pulang lagi kemari, dan dia merencanakan akan mengambil S3 di Jepang."
Lidya:" Jadi Mak, gimana?"
Lida:" Gimana apanya?"
Lidya:"Pak Eko"
Lida:" Kalau jodoh gak kemana, aku akan menunggu dia kembali."
Lidya:" Semangat ya mak,, kamu pasti kuat,"
Lida:" Makasih mak, ya udah yok pulang, aku harus ceritain asama ayah dan ibu."
Aku pun mengajak Lida pulang, hari ini bener-bener jadi pembelajaran banget, bahwa aki gak seharusnya langsung percaya pada setiap ucapan laki-laki. San jangan hanya menilai buku dari sampulnya. Sungguh hatiku sangat sakit sekali,
Sampai di rumah, aku langsung menyerbu ke pelukan ibu, mencurahkan segala keluh kesah ku, sambil berlinangan air mata yang tak dapat lagi terbendung. Dengan pelukan hangat ibu, aku merasa mendapat kekuatan baru, mendapat rasa sayang, aman, dan cinta.
Nanti malam aku akan menghubungi pak Eko. Ya, Harus..
βοΈβοΈ Noh, gak jadi kan Si Lida dengan Leo?? Yang marah-marah mana kemaren?
Hmmm..MAAF kan saya sebagai author, saya gak masalah kalau ada yang gak suka dengan cerita saya, tapi setidaknya jangan di bilang langsung, diem-diem aja, kalo memang gak suka langsung aja di unFav, jangan disampaikan pada penulisnya, penulis juga punya hati loh, gak mudah menemukan alur cerita, gak semudah menemukan batu putih di kaliπ’ππ.
Harus berfikir, apalagi yang di mintain up bnyak thor, up lagi thor. Inspirasi gak dateng gitu aja kak. mesti di pikir dan di cari.
Dan seperti kata Lida, jangan menilai buku dari sampulnya, jika memang cerita belum tamat ya baca sampai tamat. Maaf ya Green curhat jadinya..wkwkwkwk
__ADS_1
Salam sayang author untuk para penggemar..
ππ