Terlambat jatuh cinta

Terlambat jatuh cinta
Pilih yang mana?


__ADS_3

Usia kandunganku semakin bertambah, sudah memasuki masa akhir kehamilan, tinggal menunggu hari untuk segera aku melahirkan. Dan yah, tubuhku yang memang sudah tak sehat seperti dulu semakin kehilangan cahayanya. Semakin tenaga ku berkurang.


Selama kehamilan aku tak pernah melakukan USG karena aku tak ingin suami mengetahui penyakitku. Bukannya dia tak penasaran, tapi mungkin aku yang pandai bersilat lidah kali. Sehingga dia tak pernah memaksaku untuk melakukan pemeriksaan.


Pernah aku mengalami sakit yang luar biasa menyebabkan aku kesakitan hingga menangis, mas Surya memaksaku untuk memeriksakan diri ke dokter, tapi aku melarangnya, aku sungguh tak ingin jika suamiku sampai tau akan resiko dari penyakitku ini.


Walaupun tak melalkukan USG tapi aku merasakan gerakan janin dalam kandunganku sehat, tendangannya pun lumayan juga, dan ketika dia menendang, disaat itulah benjol_an itu bereaksi, sesuatu yang paling tak bisa ku tahan, maka aku pun langsung mengunci diri dikamar menangis sejadinya karena sakit yang kurasakan.


Aku merasa ada kekuatan tersendiri saat aku hamil, aku sanggup menahan sakit yang ku rasakan, padahal jika untuk orang normal, ini sungguh sakit sekali.


Aku berjalan ke dapur untuk mengambil minum, lalu kurasakan nyeri di perutku, apakah itu nyeri karena mau melahirkan atau nyeri karna benjolan itu aku tak dapat membedakannya.


Saking sakitnya aku tak dapat lagi menahannya dan belum sempat aku meminta bantuan menelpon mas Surya aku merasa kepalaku sangat pusing dan semuanya hitam...


Iren POV END


...............

__ADS_1


Surya POV


Aku baru sampai dirumah ketika aku melihat Iren tergeletak di lantai, aku sungguh terkejut, karena di rumah kami gak menggunakan pembantu, jadi tak ada yang mengabari aku. Aku panik dan langsung membawa Iren kerumah sakit, sesampainya disana aku menelepon keluarga ku agar segera kerumah sakit.


Aku takut terjadi apa-apa dengan Iren, karena ketika aku membawanya kemari sudah banyak darah di kakinya.


Setelah dokter memeriksa Iren di IGD, Iren langsung di bawa ke ruang operasi, aku bertanya kenapa? Apa separah itu? Dokter menghampiriku dan berkata dengan nada penyesalan


Dokter:"Pak, kami butuh tanda tangan anda untuk sehmgera melakukan operasi."


Surya:"Operasi dok? Caesar?


Surya:"Loh, kenapa bisa begitu dok?"


Dokter:"Loh, apa bapak gak tau, istri anda mengalami masalah pada kehamilannya, ada benjolan dekat kantung rahim istri anda, mungkin sekarang benjolan itu sudah tumbuh sangat besar mengingat anak yang ada di kandungannya juga semakin besar."


Surya:"Apa? sejak kapan dok?"

__ADS_1


Dokter:"Dari awal saya sudah menyarankan untuk menggugurkan kandungan dan melakukan operasi pada pasien, tapi bu Iren bersikeras ingin tetap mengandung anak itu pak,"


Surya:"Apa? Saya gak percaya dokter, saya gak percaya."


Dokter:"Silahkan bapak tandatangani dulu berkas persetujuannya, tidak ada jalan lain selain mengangkat rahim istri anda karena sudah pasti rahimnya rusak karena dia memaksakan untuk mempertahankan kehamilannya. Dan pak, jika sesuatu terjadi, siapa yang akan di selamatkan? Anak atau ibunya?"


Deg.....


Perasaan apa ini. Tanpa terasa mengalir deras air mataku menangisi keadaan istriku, bodohnya aku tak pernah tau penyakit istriku, bahkan dia rela bertarung dengan nyawanya untuk memberikan aku kebahagiaan.


Surya:"Kalau begitu, tolong dokter........."


Bersambung...


Buah Hati lagi merengek tak enak badan,


See yiu...

__ADS_1


Like komen ya weeee..


__ADS_2