Terlambat jatuh cinta

Terlambat jatuh cinta
Apa??!!


__ADS_3

Iren POV


Setelah kami pulang dari pesta pernikahan Hana, aku melijat mas Surya murung, mungkin rasa cintanya pada Hana tumbuh begitu besar, sehingga dia hampir melupakan aku istrinya.


Ya Allah, sesakit ini kah hati seseorang yang cinta suaminya di rebut wanita lain? Sungguh aku sudah bertobat pada Mu, ampunilah kesalahan-kesalahan hambaMu ini ya Rabb, tak terasa air mata ku mengalir deras tanpa bisa aku bendung.


Walaupun sekarang mama dan papa sudah menerimaku sebagai menantunya, aku sungguh masih punya perasaan yang tak menentu, ternyata menjadi pengganti itu tak mudah, bahkan terkadang mama sering kali membicarakan Hana yang begini dan begitu padaku, aku tau mama tak sengaja melakukannya, karena ketika dia sadar telah membahas Hana dia langsung meminta maaf dan mengalihkan pembicaraan.


Aku paham, posisiku disini sebenarnya tak di harapkan di keluarga ini, tapi aku tetap bertahan sampai akhirnya nanti aku bisa memberikan keturunan pada suamiku.


Tiga bulan sudah kami menjalani kehidupan rumah tangga yang bisa dibilang dingin. Kenapa? Karena tak pernah ada percakapan yang berarti antara kami. Hari ini rasanya kepala ku pusing sekali, nyut-nyutan, perut rasanya mual.


Apa jangan-jangan aku hamil? Aku tak mau menebak-nebak, jadi aku langsung pergi kerumah sakit untuk memeriksakan gejala atau tanda-tanda ini pada dokter.


Aku ragu, karena kemungkinan hamil buatku hanya cuma 5%, tapi juga tak menutup kemungkinan untuk aku bisa hamil. Tak lama nama ku dipanggil oleh suster yang bertugas. Aku masuk dan menemui dokter, aku menceritakan semua keluhan dan dokter menyuruhku berbaring untuk melihat hasil pemeriksaannya.

__ADS_1


Ku lihat dokter tersenyum kearahku, tapi lalu wajahnya berubah datar. Aku bingung, kenapa dokter memberikan ekspresi seperti itu?


Lalu dokter pun mejelaskan nya padaku.


Dokter:"Ibu Iren, apa suami anda tidak ikut?"


Iren:"Tidak dok, suami.saya.sedang sibuk, kenapa ya dok?"


Dokter:"ada 2 hal yang perlu saya kabarkan pada anda bu, Yang pertama saya mau mengucapkan selamat pada bu iren karena ibu telah mengandung, usia kandungan ibu menginjak 5 minggu,"


Dokter:"Tapi bu..."


Wajah dokter pun terlihat sedikit bingung, mungkin dia berfikir bagaimana caranya menjelaskannya padaku.


Iren:"Tapi kenapa dok?" aku merasa tegang dengan tatapan dokter itu

__ADS_1


Dokter:"Selain berita kehamilan anda, saya menemukan hal lain dalam rahim anda."


Iren:"Maksud dokter?"


Dokter:"Akibat dari kecelakaan anda waktu itu, setelah saya lihat dari hasil USG tadi, ada sebuah benjolan di rahim ibu. Memang benjolan itu masih kecil, tapi seiring perkembangan janin, maka benjolan itu juga akan semakin besar, karena posisinya sangat dekat dengan kantung Rahim ibu."


Aku yang mendengar ini langsung saja terpaku menatap dokter, bagai ada tamparan keras tepat di wajah ku, aku mulai.menitikkan air mataku.


Iren:"Jadi sakit yang selama ini saya rasakan karena benjolan itu dok?"


Dokter:"Apa? Jadi ibu telah merasakan gejala awalnya? kenpa ibu tak langsung memeriksakan diri kedokter? Setidaknya dengan meminum obat penyakit itu bisa hilang tanpa melalui pembedahan,"


Iren:"Saya hanya mengira itu sakit saat saya akan menstruasi dok."


Dokter:"Bu, jika dibiarkan benjolan itu akan menjadi tumor ganas, jika tidak di ambil tidakan sekarang maka nyawa ibu dan janin nanti juga akan terancam."

__ADS_1


__ADS_2