Terlambat jatuh cinta

Terlambat jatuh cinta
Perubahan


__ADS_3

Empat bulan sudah usia kandunganku, aku merasa sangat bahagia karena bisa bertahan sejauh ini, walaupun banyak sekali perubahan dalam diriku, yang jelas terlihat adalah penurunan berat badan dan berubah rona wajahku. Tak seperti dulu yang walaupun tanpa makeup masih bisa ku lihat ada rona merah di wajahku, tapi sekarang bahkan jika aku tutupi dengan makeup pun akan sangat jelas terlihat bahwa aku tak baik-baik saja.


Jelas sakit ketika benjolan itu bereaksi, apalagi ketika mulai terasa denyut jantung buah hatiku. Maka nyeri di perutku pun akan semakin sakit. Aku hanya bisa pasrah dengan kehendakNya.


Mungkin sakit ini adalah jalan ku menebus segala dosaku pada Hana dulu. Sore ini aku ingin sekali berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan, sembari menunggu mas Surya pulang kantor maka aku juga sekalian berbelanja bahan dapur. Tak ku sangka aku bertemu dengan Hana, seperti biasa dia tetap ramah padaku, meskipun aku telah menyakitinya. Kulihat perutnya sudah membesar, ternyata sudah 7 bulan.


Kami berbincang sebentar lalu sang suami datang menjemputnya, ternyata dia pergi kemari bareng Oma suaminya.


Aku bahagia melihat Hana yang sudah bahagia dengan suaminya, setidaknya hatinya juga pasti tak pernah terluka lagi.


Lalu aku pun pergi meninggalkan pusat perbelanjaan karena mas Surya sudah menunggu di depan.


Sesampainya di mobil..


Iren:"Mas, tadi aku ketemu Hana, dia sudah hamil 7 bulan,"

__ADS_1


Surya:"Oh ya?Alhamdulillah kalau begitu. Mas seneng dengernya."


Iren:"Iya,aku pun senang melihatnya, dia tampak bahagia sekali."


Aku tersenyum sambil melihat keluar jendela, tanpa ku sadari mas Surya menatapku dengan tatapan tajamnya.


Iren:"Kenapa mas?"


Surua:"Gapapa, aku cuma mau minta maaf sama kamu, karena aku, kalian menderita."


Surya:"Memangnya siapa yang mau pergi?"


Iren:" kita ini umur gak ada yang tau sayang, tua pun kita bersama tapi jika Allah sudah berkehendak, kita pasti berpisah juga."


Surya:"Jadi mari kita honeymoon setiap hari.."

__ADS_1


Aku tersenyum bahagia mendengarnya, sambil memandangi pemandangan jalan raya yang sedikit padat, aku termenung sambil mengusap perut buncitku, rupanya perlakuan ini mengundang suamiku untuk turun tangan juga, diapun juga ingin mengelus perutku, katanya dia juga mau dekat dengan anaknya.


Perlakuan ini dan sikap manisnya mas Surya akan menjadi kenangan terindah buatku, dan jika aku pergi setidaknya aku tak menjadi omongan buruk bagi orang-orang yang aku tinggalkan.


Aku akan berusaha setiap hari agar semua orang berubah pikiran dan pandangan terhadapku, dan itu akan membuktikan bahwa aku serius untuk berubah. Karena memang aku sudah berubah.


✏️✏️ Hai sayang nya Green...


Maaf yah episode a pendek, green masih belum pulih total, dan setelah green merasa baikan ternyata buah hati Green yang sakit, jadi sebisa mungkin green update walapun gak banyak,


Maafkan saya jika typo nya itu berserakan entah dimana-mama, maklumkan saja ya, kepala green masih dalam pemulihan, bahkan terkadang kalimat yang green tulis gak nyambung sama sekali.


Ahahaaha,rasanya pengen ketawa jika di baca ulang, dan terimakasih kepada kakak2 semua yang udah dukung novel Green sejauh ini.


Love yu more.....😘😘

__ADS_1


like komen jangan lupa kak ek ya...😁😂😘


__ADS_2