
Entah darimana aku harus memulai pembicaraan ini, aku memandangi kedua orang tuaku bergantian..
"Kalau kamu belum siap cerita gapapa nak, kami siap menunggu.." Ayah membuka percakapan
Kalian sungguh orang tua yang sangat pengertian buatku, aku pun tak bisa kalau harus menyembunyikan hal ini terus menerus dari mereka.
"Yah, Bu, Hana minta maaf ya, kalo Hana belum bisa buat ayah sama ibu bahagia." kataku tersendat-sendat
"Kamu ada masalah apa nak, ayo cerita sama ibu dan ayah." kata Ibu yang terdengar khawatir.
"Bu, sebenarnya..." kata-kataku terhenti, kupandangi mereka, kulihat wajah mereka yang setia menunggu aku berbicara. "Sebenarnya, pernikahan Hana gak bahagia bu,," aku menangis terisak kembali..
"Subhanallah.... kenapa nak?" ibu terkejut mendengar ucapanku.
__ADS_1
Aku menceritakan semuanya pada ayah dan ibu, mereka mendengarkan dengan seksama setiap kata yang aku ucapkan. Dengan sekali-kali mereka menutup mulut dan terkejut. Apalagi ibu yang terisak mendengar ceritaku.
Aku menceritakan semuanya tak ada yang terlewat, mulai dari sikap Mas Surya yang tidak bisa mencintaiku, ketika Mas Surya pulang membawa maduku, dan sampai aku bermimpi mendapatkan petunjuk dari Allah.
Mereka tak dapat berkata-kata. Ibu memeluk ayah sembari berkata, "ini semua salah ibu yah,, gak seharusnya dulu ibu menjodohkan mereka kalau akhirnya anak ibu harus menderita seperti ini." Ibu menangis tersedu-sedu.
"Sudahlah bu, ini semua sudah kehendak Tuhan, kita sebagai hambaNya hanya bisa menjalani dengan ikhlas setiap ujian yang diberikanNya. Jangan mengeluh, tapi kita cari jalan keluarnya, sudah, jangan menangis." Ayah menenangkan Ibu.
"Jadi sekarang apa keputusanmu nak?" tanya Ibu padaku.
"Tapi kamu gak mendapat hak dari suamimu nak,," Ibu khawatir.
"Hana mencintai Mas Surya bu, Hana akan berusaha sekali lagi untuk membuat Mas Surya Jatuh cinta sama Hana, walaupun Mas Surya punya istri yang lain."
__ADS_1
"Benar kata Hana, perceraian adalah sesuatu yang halal, tapi tidak di sukai Allah. Kita harus mendukung keputusan Hana bu, ini masalah rumah tangga nya, tapi ketika dia tak sanggup lagi maka kita yang akan bertindak," kata Ayah bijak.
"Biiarkan Hana mencobanya lagi bu, sekali ini saja lagi berikan Hana kesempatan untuk memperbaiki rumah tangga Hana." Aku memohon sama Ibu
"Kiita harus memberitahu keluarga besan yah.." kata ibu pada ayah.
"Jangan bu, biar Hana saja yang menjelaskan pada papa dan mama, Hana gak mau sampai mas Surya merasa malu. ini adalah aib keluarga kami, sebisa mungkin Hana ingin menjaganya.
"kamu memang anak dan istri yang Solehah nak, ibu bangga sama kamu. Kalau lah ibu tau sifat suamimu tak sebagus sifat kedua orang tuanya, maka ibu tak akan menikahkan kalian sat itu." Ibu masih merasa sedih.
"Sudah lah bu, jangan mengeluh, kita hanya perlu berusaha dan berdo'a meminta untuk diberikan jalan keluarnya." kata Ayah, "terus gimana sama mimpimu nak?" ayah bertanya lagi.
"Entahlah yah,,suatu hari nanti Allah pasti tunjukkan jalanNya. Tapi mungkin bukan sekarang."
__ADS_1
Aku tersenyum pada mereka, aku sangat bersyukur bisa berbagi pada mereka, melepaskan beban yang aku pikul selama ini. Rupanya hari sudah hampir larut malam, maka kami kembali kedalam rumah untuk segera beristirahat.
Sekali lagi aku menenangkan ibu dan meyakinkannya bahwa aku tak apa-apa. Aku harus kuat. Lalu aku kembali masuk kedalam kamarku untuk melaksankan sholat isya.