
yeeee...kita balik lagi ke Hana POV ya..Mbak Iren nya udah selesai tuh...
Eheheehehehe
_-_-_-_-_-_
Aku terkejut dengan kedatangan dua orang ini. Sudah lama sekali sejak hari perceraian aku tak bertemu mereka. Dan sekarang mbak Iren minta maaf? Memangnya dia mau pergi kemana?
Deg....
Ya Allah, semoga engkau lindungi Iren dan semoga dia bisa Hamil lagi....
"Kenapa melamun?" tanya Mas Rizal.
"Eh mas...kamu ngejutin Hana tau gak?" Jawabku spontan.
"Kamu ngelamun aja dari tadi. Mas panggil-panggil kamu nya gak dengar." ucap Mas Rizal.
"oh gitu..."
"Kamu ngelamunin apa sayang?" tanya Rizal penasaran.
"Tadi mas Surya dan mbak Iren kemari mas..."
"Mau ngapain mereka?"
Aku pun menjelaskan persoalannya pada mas Rizal. Alhamdulillah dia mengerti keadaannya. Aku mengajak mas Rizal untuk menemui ibu mertuaku.
Ahhh...iya, bukan ibu mertua lagi.
"Mas mau kan temenin Hana nemuin mama mas Surya?" tanyaku ragu-ragu
"Apa kamu harus kesana juga? kita lagi persiapin acara pernikahan kita loh sayang..."
__ADS_1
"Mas...untuk sekedar silaturahmi dan menjelaskan duduk persoalan kayaknya gak terlalu makan waktu sampe berhari-hari deh..."
"Iya iya Nona,,, Tuan Rizal mu ini akan siap mengantarkan kemanapun Nona Hana ingin pergi."
Aku tersenyum mendengar kata-katanya. masih saja cemburu, pikirku..
Tak berlama-lama kami pun segera menuju ke kediaman Dinata.
"Assalamu'alaikum ma..." Aku mengucapkan salam ketika pintu sudah di buka oleh Mama Mas Surya.
"Walikumsalam sayang...ayo masuk.." Ajak mamam
"Terimakasih ma,"
Rizal berbisik padaku "ma??"
"Ampun deh mas, cemburunya jangan sekarang deh..."
"Tumben kamu kesini sayang, ada apa?"
"Iya ma, Hana cuma mau bilang, Maaf ma, Hana gak bisa kembali sama mas Surya, Hana tau mama sayang sama Hana, Hana juga sayang banget sama mama. Tapi Hana bener-bener gak bisa kembali ma.."
"Kenapa? Apakah Iren mengancam kamu untuk tak kembali pada Surya?" tanya Mama cepat.
"Tidak ma, hanya saja Hana telah memilih jalan hidup Hana sendiri, ini mas Rizal, kami sudah bertunangan dan akan segera menikah."
Aku mengenalkan Mas Rizal pada mama dan mas Rizal menyalami mama. Ku lihat raut wajah Mama berubah sendu.
"Mama gapapa ma?" Tanyaku memastikan keadaannya.
"Mama gapapa.."
"Ma, terima lah Iren sebagai menantu mama, Iren juga wanita yang baik, Dia menikah dengan mas Surya juga karena terpaksa ma,," Aku mencoba menjelaskan nya pada Mama.
__ADS_1
"Tapi dia sudah menyakiti hati kamu sayang, dia menyakiti hati menantu mama.." Mama terlihat seperti akan menangis.
"Hana sudah memaafkan semua perbuatannya ma, Enggak semua murni kesalahan Iren.. Disini yang patut di pertanyakan adalah mas Surya. Kami ini hanya korban.
Ku lihat mama diam dan mulai menitikkan air matanya,, aku l6un sedih melihat mama yang seperti ini.
"Ma,,,Sudah...mari kita sama-sama mulai hidup yang baru, Iren sudah berubah, begitupun Hana, Hana sudah punya pilihan sendiri ma.." Aku membujuk Mama.
"Kalaupun kamu sudah bukan lagi menantu mama, kamu tetep mau kan jadi anak mama?" Mama bertanya padaku dengan wajah sendu nya.
Aku memeluknya seraya berkata "Ya, Hana mau".
Setelah aku berbicara pada mama, ku harap hubungannya dan Iren membaik, begitupun rumah tangga Iren dan mas Surya.
Lalu kami langsung menuju butik untuk fitting baju pengantin dan juga akan membeli cincin kawin.
Sungguh hari yang sangat melelahkan..
✏️ hai hai hai...
Sepertinya semua sudah aman terkendali ya...
Author mau tanya ni, apa sebaiknya kita lanjutkan atau author buat season dua nya ni?
Kalau di lanjutkan mudah2n gak kayak sinetron ya krn episode nya panjang bener...
hehehehe kalau mau di buat season 2, apa kita break dulu?Ahahaa. Ada yang setuju gak ya kalo break??
Hayooo...readers tersayang mau yang gimana ni? komen nya yang banyak2 author tunggu ya..
Terimakasih semangatnya sayang-sayang nya author...😁😁😁😁😁😘😘😘
oh iya, author kan ada buat cerita baru, bagi readers yang tertarik silahkan baca judulnya 10 tahun. masih sama juga yang diperlukan dukungan readers tersayang..😁
__ADS_1