
Waktu berjalan dengan cepat kurasa. Tibalah saatnya kami untuk melaksanakan resepsi pernikahan kami. Aku gugup. untuk pertama kalinya aku berdiri di depan orang ramai bersama suamiku.
Setelah kejadian tadi saat di kamar, kami berdua masih canggung untuk saling berbicara intim, jadi kami mengalihkan dengan bercengkrama dengan para saudara dan sahabat yang hadir.
Sudah waktunya untuk kami keluar dari persembunyian. Untuk resepsi ini aku memilih gaun bewarna emas. Begitupun dengan suamiku. Aku pun tak ragu untuk menggandengnya lagi. Senyum ku torehkan di bibirku. Tak dapat aku menahan segala kebahagiaan ini. Rasanya ingin ku bagi pada semua orang di dunia ini.
Aku hanya mengenakan satu gaun aja. Karena aku cuma mau acaranya cukup sampai sebelum maghrib saja. Karena malam untuk istirahat. Persiapan 3 bulan itu bukan waktu yang lama, dan ternyata memakan banyak tenaga.. Jadi sepertinya badanku hampir rontok.
Aku berdiri di pelaminan menatap para tamu undangan. Tak luput dari pandanganku, mantan suamiku yang hadir dengan Iren beserta mama dan papa. Aku tersenyum kearah mereka. Begitupun mama dan papa membalas senyumku, tetapi tidak dengan mas Surya, dia hanya memandang dengan wajah sendu, dan itu membuat aku mengalihkan pandanganku darinya.
"Ekhem...Mas tau mantan suami nona ada disini, tapi mas nya jangan di anggurin donk..." Rizal cemberut ketika mengatakannya,
"Mas ku cemburu?"
"Tidak, hanya saja mas sedikit tak suka jika kamu memandangnya terlalu lama sayang, bahkan memandang tuan tampan mu ini saja kamu malu-malu."
Blush.... Apa-apaan kata-katanya itu? membuatku malu saja. Lalu dia berbisik padaku, "Gapapa deh kalo sekarang di anggurin, tapi ntar malam mas apelin ya..."
Refleks aku memukul tangannya, dia begitu mesum, bahkan belum lagi acara berjalan setengahnya. Lalu dia tersenyum penuh kemenangan. hehe,,belum tau aja dia, pikirku.
Sang pembawa acara meminta kami untuk bernyanyi mewakili perasaan kami masing-masing pada pasangan, dan mas Rizal mengangguk setuju. Sebenarnya aku lagi gak mau bernyanyi, tapi mas Rizal sedikit memaksa, katanya ingin dengar lagu yang mewakili dirinya.
Baiklah, aku mengambil peran pertama, aku meminta pada pembawa acara untuk memutar lagunya Naff: Akhirnya aku menemukanmu....
Pemain piano dan gitar pun berkolaborasi memainkan musik yang sangat merdu, lalu aku pun bernyanyi..
__ADS_1
...Akhirnya ku menemukanmu...
...Saat hati ini mulai meragu.....
...Akhirnya ku menemukanmu...
...Saat raga ini mulai berlabuh.....
...Ku berharap...engkaulah.....
...Jawaban segala risau hatiku...
...Dan biarkan...diriku.....
...Mencintaimu hingga ujung usiaku.....
...Jika nanti kau sanding diriku...
...Miliki aku dengan segala kelemahan ku...
...Jangan pernah letih tuk mencintaiku......
Apa yang ingin aku sampaikan maka sudah ku sampaikan lewat lagu ini, kamu datang disaat aku rapuh, menghiburku..Aku mencintai mu mas... Aku berbicara dalam hati.
...Akhirnya ku menemukanmu...
__ADS_1
...Saat hati ini mulai meragu.....
...Ku berharap...engkaulah.....
...Jawaban segala risau hatiku...
...Dan biarkan...diriku.....
...Mencintaimu hingga ujung usiaku.....
...Jika nanti kau sanding diriku...
...Miliki aku dengan segala kelemahan ku...
...Jangan pernah letih tuk mencintaiku......
...Akhirnya ku menemukanmu........
Aku lihat mas Rizal tersenyum, bahkan dia mengusap sudut matanya yang berair. mungkin dia terharu pikirku..
laguku mendapatkan tepuk tangan meriah dari tamu undangan, dan pembawa acara segera meminta balasan lagu dari mas Rizal. Aku tersenyum melihatnya. Lagu apa yang bisa mewakili aku di hatinya ya??
✏️✏️Hayuuu..tebak lagu apa??
hihihi
__ADS_1