
Surya POV
Aku berjalan masuk keruangan tengah dimana para orang tua berkumpul. Tatapan mereka padaku seperti tatapan orang yang tak akan memberi ampun pada musuhnya. Dengan gontai aku berjalan duduk di tengah-tengah mereka.
Aku seperti seorang terdakwa yang tengah di sidang di ruangan ini, Tak berani aku bersuara, karena memang aku yang salah, sebegitu kekeuh nya aku mau memperbaiki segalanya tapi tak ada jalan keluarnya, Aku meminta maaf pada kedua mertuaku, mereka memaafkan, tapi mungkin rasa kecewa mereka terlalu besar karena aku telah menyakiti hati anak mereka.
Pukulan yang papa dan mama berikan padaku mungkin gak sebanding dengan sakit yang Hana rasakan selama ini, sakit di tubuhku ini bisa hilang dalam hitungan jam, tapi sakitnya hati Hana entah sampai kapan akan hilang.
Sudah terlanjur begini, timbul rasa sesal ku yang telah menyakitinya. Jika aku menerimanya saat itu pasti gak ada hal seperti ini, aku gak merasakan penyesalan seperti ini. Sungguh bodoh aku ini.
Tapi aku masih punya Iren yang aku cintai, Aku akan memulai hidup baru bersamanya. Aku akan mencintainya seperti yang sudah-sudah.
Saat Hana berjalan meninggalkan rumahku, seperti ada sesuatu yang hilang dalam diriku, tapi apa? Kenapa tiba-tiba perasaanku kosong? Apa karena aku tak kan bertemu lagi dengannya? Tapi itu bahkan lebih bagus, karena dia tak akan tersakiti lagi oleh ku.
"Sudah puas kamu buat malu papa Sur?" Tanya Papa dengan Nada yang dingin.
__ADS_1
Aku hanya terdiam mendengar pertanyaan papa.
"Kamu sungguh anak yang tak tau berterimakasih, kami pilihkan jodoh terbaik untukmu tapi kamu menyia-nyiakannya. Tidak kah kamu lihat latar belakangnya? Bukan karena dia anak siapa atau berapa kekayaannya. Tapi lihatlah ilmu agamanya. Bahkan sampai saat hari ini dia menerima untuk di madu, bukan papa tak tau perbuatanmu selama 3bulan ini, tapi apa yang istrimu lakukan? Dia menyimpan semua rahasiamu dari kami, dia tak ingin mempermalukanmu, sungguh istri yang sangat pintar menyimpan aib suaminya. Bahkan dia tidak segan-segan menerima madunya untuk tinggal dirumah kalian,"
Kata-kata papa terhenti, ku lihat dia terisak, sungguh aku terkejut melihatnya memangis, tak pernah ku lihat dia menangis seperti ini, tapi hanya karena seorang Hana dia menangis? Batinku..Apa istimewanya sih anak itu? Toh Iren juga bisa jadi istri yang baik, jadi menantu yang baik, walaupun dia tak bisa masak... pikirku..
"Kamu tau siapa Hana nak?"
"Aku menggelengkan kepalaku, "Dia cuma anak sahabat Mama kan? Terus kenapa Ma?"
Kenapa sih mama dan papa sangat membela sekali Hana? Pikirku, Sebenarnya yang anak mereka itu Aku atau Hana, sedikit kesal juga aku karena malam ini pembahasannya selalu Hana.
"Jika nanti kamu tau siapa Hana sebenarnya, pasti kamu akan amat sangat menyesal."
"Sudah lah ma, kenapa sih kalian selalu ngebelain Hana? Aku tuh gak cinta sama dia ma, yang aku cintai Iren, dan sekarang cuma Iren menantu mama satu-satunya, tolong lah mama terima dia."
__ADS_1
Mama hanya terdiam, sambil mengusap air matanya, sedangkan papa masih setia mengelus bahu mama.
"Sudah ma, biarkan anak tak tau diri ini merasakan penyesalannya nanti. Sekarang mari kita pulang, sudah larut malam,"
Papa beranjak menggandeng mama untuk pulang, sedangkan aku masih terdiam di tempat.
Oh, iya aku lupa, sudah meninggalkan Iren begitu lama, aku ambil hp ku, kulihat ada sekitar 26 panggilan tak terjawab dari Iren. Aku pun bergegas menyiapkan yang perlu aku bawa dan buru-buru menyusulnya kerumah sakit.
Surya POV END
✏️Bersambung lagi ya gaeass....
mohon terus dukungan readers tersayang...Like, Love, Coment and Star nya..
Sungguh dukungan kalian penyemangat author....
__ADS_1