
Pandangan malu-malu dari Iren sangat terasa, aku melihatnya, namun dia mengalihkan pandangannya.
"Sudah, jangan malu-malu, Hana masak ini semua untuk kita makan, bukan untuk di pandangi saja.." kataku sambil memberikan senyum terbaikku.
"Ayo sayang dimakan," kata mas surya pada Iren, "masakan Hana enak loh, kadang aku makan sampai nambah beberapa kali." tambahnya
Ahaa...sudah nampak salah satu poin penting aku memikat suamiku, aku merasa senang sedikit. Berarti selama ini masakanku membuatnya ketagihan batinku, aku pun mengulas senyum bahagia menatap suamiku walaupun dia tak melihat ke arahku.
Lalu pandanganku beralih ke Iren, dia tampak sedikit kecewa dengan kata-kata mas surya. Dengan wajah sedikit cemberut dia langsung mengambil nasi beserta lauknya.
"Makan yang banyak mbak, ini Hana masak untuk menyambut kedatangan mbak kerumah ini."
__ADS_1
"Mbak??"
"Walaupun Hana istri pertama Mas Surya, tapi usia mbak 3 tahun lebih tua dari Hana, jadi Hana panggilnya mbak aja. walaupun mbak madunya Hana." aku tersenyum padanya.
Mas Surya yang sedang makan terbatuk mendengar penjelasanku yang mengatakan bahwa Iren adalah Maduku. Aku sedikit tersenyum melihat wajah Iren yang merah padam menahan marah. Sedangkan mas Surya hanya bisa diam karena memang kenyataan berkata demikian.
Setelah selesai makan, mereka kembali ke kamar, sedangkan aku membersihkan dapur dan meja makan, aku mencuci piring-piring kotor yang kami gunakan untuk makan tadi.
Aku di kejutkan dengan kedatangan Iren di sebelahku. Niat hati aku tak ingin menegurnya, karna hatiku masih nyut-nyutan.
"Aku tau kamu itu istri pertama mas Surya, tapi orang yang paling di cintai Surya adalah aku, jadi kamu jangan terlalu berharap bisa mendapatkan hati mas Surya." katanya dengan sedikit berbisik padaku.
__ADS_1
Otomatis aku menghentikan pekerjaanku dan aku menoleh padanya sambil mengerutkan alisku.
"Terus kenapa mbak? Mbak cemburu sama Hana?" aku melanjutkan cuci piringku lagi. "Mbak,, Hana aja bisa nerima mbak dirumah ini, walaupun sebenernya hati Hana sakit, tapi Hana gak mau egois mbak, Mencintai itu gak harus terburu-buru,"
"Asal kamu tau ya, mas Surya gak akan pernah tidur sama kamu, jadi kamu jangan mimpi untuk bisa punya anak dari mas Surya." katanya lagi seolah-olah mengancamku.
"Hubungan badan seperti itu gak bisa dipaksakan mbak, Hana pun gak mau ketika mas Surya sedang bersama Hana tapi pikirannya berada sama Mbak, jadi Hana akan jalani pelan-pelan. Jika pada akhirnya nanti mas Surya jatuh cinta sama Hana, maka Hana akan menyerahkan semua yang Hana punya untuk mas Surya. Untuk sekarang kalau kalian ingin melakukannya Hana gak masalah kok, toh mbak juga istrinya mas Surya."kataku dengan santai. "Hana pun gak nyangka loh, Hana kira mbak orang yang baik, ternyata sikap mbak sama Hana kayagini." Aku hanya tersenyum padanya dan berniat meninggalkannya.
"Aku udah gak punya siapa-siapa lagi, jadi aku gak mau kehilangan orang yang paling aku cintai lagi, aku gak akan biarkan kamu merebut suamiku." dia menarik lenganku dengan kasar.
"Mbak gak salah?" tanyaku dengan tersenyum, "disini Hana yang punya surat nikah asli, Mbak punya? Udahlah mbak, kalo Hana aja bisa berbagi suami dengan mbak, kenapa mbak harus takut kehilangan mas Surya, bahkan mbak tau mas Surya gak cinta sama Hana?"
__ADS_1
Aku langsung pergi meninggalkan Iren yang ku tau dia sangat marah dan mengepalkan kedua tangannya.
bersambung....